
"Sir, orang yang mengikuti kita tadi berhasil menemukan jejak kita, apa Anda ingin tetap di sini?" Pengawal yang bersamaku berbisik padaku saat aku akhirnya bisa makan siang bersama Svetluny-ku. Aku mengepalkan tanganku dengan kesal.
"Tidak, siapkan mobil."
Bunga-bunga itu membuat keajaibannya juga, dia akhirnya mau makan siang bersamaku, langkah besar dari yang awal pertemuan kami, dia mencaci-maki dan mengancam akan memberikan bogem mentah padaku. Tapi kali ini dia bersedia menghapus cerita di belakang kami.
Sangat menyebalkan, aku harus pergi untuk sementara aku tak ingin Monica terlihat terlibat bersamaku. Entah apa yang akan dilakukan ular itu, aku tak ingin dia membahayakan Monica.
"Aku harus pergi. Nanti kita bisa bicara lagi." Aku langsung memutuskan untuk pergi sekarang juga.
"Baiklah."
"Nanti kutelepon lagi, maaf ini benar-benar mendadak."
"Bye."
Aku meninggalkannya, merasa kesal karena ingin menghabiskan waktu lebih lama dengannya. Ban*gsat Margarita ini mulai membuat gerakan.
Tadi pengawalku menyadari kemungkinan sebuah mobil mengikuti kami, tapi kemudian kami berhasil menghilang dari pandangan mereka. Tapi sialnya dia kembali beruntung berhasil melacak jejak kami.
"Aku ingin mereka di tangkap."
"Kami mengerti Sir, tapi mengingat latar belakang orang militer yang kemungkinan besar mengikuti Anda kami perlu tambahan orang untuk mengatur penyergapan." Keluarga Margarita adalah campuran keluarga militer dan pebisnis, mereka punya akses ke pengintaian di luar negeri, salah satu Pamannya adalah petinggi penting di KGB.
"Atur saja, akan kubayar biaya yang dibutuhkan."
"Mengerti Sir."
Aku langsung menelepon Bibi untuk memberitahu apa yang kutemukan hari ini.
"Benarkah dua orang mengikutimu. Margarita benar-benar sangat berani. Rupanya dia memilih jalan kotor. Jala*ng itu akan kutampar dengan tanganku sendiri jika aku mendapatkan buktinyq. " Bibi Irina mengumpat panjang pendek mendengar temuan yang kudapat.
"Aku tak tahu apakah itu benar dari dia, tapi siapa lagi yang terlibat masalah denganku sekarang. Pegawalku sedang menyiapkan sergapan untuk menangkap mereka."
"Jika kau menemukan bukti tindakannya segera berikan ke Bibi, aku akan membuat keluarganya tidak mendapatkan kredit yang mereka inginkan, akan kulihat bagaimana keluarganua bisa bertahan tanpa kredit dari kami."
"Ohh uangnya belum turun."
"Baru diturunkan bulan depan. Berani sekali dia main curang."
Margarita memang tak setengah-setengah mengambìl tindakan, jika dulu dia bahkan bisa mengirimku ke pengasingan saat umurku baru 13 tahun, apa hang menghalanginya untuk membunuhku saat tahta anaknya diganggu olehku.
Saat dia mengancamku, aku tahu kemungkinan besar dia akan melakukan seperti ancamannya.
"Bibi akan menelepon teman Bibi di sana. Dia kenal orang militer pensiunan militer KGB yang bisa diandalkan untuk melakukan penyergapan ke sesama target militer. Suruh pengawalmu itu berhati-hati dulu dalam mengambil tindakan. Nanti Bibi akan menghubungimu lagi. Segera"
"Baik Bi, akan kuberitahu pengawalku dengan segera. Mereka memang tidak akan bertindak tanpa persetujuanku." Dengan kata-kata itu aku memberitahu pengawal yang bertuhas mengawasi semua yang ada di sekelilingku."
Sementara itu Shasha juga menjadi kekhawatiranku, Monica bisa menjadi titik lemahku jika terjadi sesuatu, aku harus segera menyelesaikan persoalan ini jika ingin punya hubungan dengan tenang.
Aku berpikir lama bagaimana mengatasi krisis ini. Aku sampai ke sebuah kesimpulan, kurasa Margararita tak akan berhenti sampai aku di ujung tanduk kematian. Dan untuk menjeratnya sampai berhenti aku harus memaksanya melakukan tindakan yang drastis. Contohnya sampai ke upaya penghilangan nyawa. Jika itu terjadi dan aku menangkap keuntungan besar.
\=\=\=\=\=\=\=\=\=