BATTLEFIELD OF LOVE

BATTLEFIELD OF LOVE
Part 123. Training Score 3


"Dia lulus?" James menerima laporan Tom Dawkins dengan helaan napas panjang.


"Iya, skornya bagus, diatas rata-rata Doc." Kami harus memupus harapan menyingkirkannya dari rombongan karena tidak lulus tes fisik.


"Ya baiklah. Daripada memikirkan gadis itu, kau sudah menerima cetak biru gedungnya? Kau yang memikirkan pengamanannya. Kita harus briefing keamanan dulu saat datang sebelum bisa bekerja dengan tenang."


"Sudah, baru saja mereka mendapatkannya. Segera kami akan membuat rencana pengamanan."


"Aku mengandalkanmu Capt."


"Nona Jen melakukan hal bagus beberapa hari dengan membuat banyak staff sipil masuk ke pelatihan, sekarang skor tembakan dan pelatihan diri mereka jauh meningkat."


"Itu bagus, Jen memang bisa di pamerkan untuk urusan memberi contoh. Dulu dia dan teman-temannya sengaja menyewa pelatih pribadi yang kuingat."


"Pelatih pribadi?" Tom langsung heran. Maksudnya D'Angelo, Andrew dan teman-temannya.


"Sudahlah James!"


"Baiklah, jadi yang tak bisa masuk dua orang ini. Jen bisa subtitusi dengan perawat militer yang ada di sana?"


"Bisa, tak apa jika hanya dua orang."


"Oke personel sudah beres. Kami akan menyusun perlengkapan. Laporan peralatan yang ada di sana sudah kami terima. Kau sudah tahu kapan mereka putuskan konvoi Capt."


"Konvoi pertama akan berangkat dalam 4 hari, konvoi kedua yang lebih besar 2 hari kemudian."


Kami akan menyapu dari ujung utara ke selatan Florida, tapi kami mulai dulu dari Kissimmee karena bagian tengah ini adalah lahan pertanian di tengah Florida, dimana bisa setidaknya kota aman mandiri dan pengungsi bisa direlokasi sepenuhnya untuk memulai kehidupan baru.


Setelah ini selesai kemudian baru kami akan membersihkan kota-kota pantau seperti Palm Coast dan turun ke Miami, membentuk kota-kota aman seperti Hot Spring dalam perjalanan kami. Dua kota besar aman di Florida adalah Jacksonville karena itu adalah Navy (Angkatan Laut) beserta Tampa yang menjadi markas personel Angkatan Udara, belasan base militer lainnya yang tersebar sporadis di seluruh Florida menjadi zona pengungsian.



Kebanyakan kota berada di zona hitam, yang artinya kau masih menemukan diatas 500 infected per mil persegi. Green Zone artinya kau hanya menemukan 10 infected per mil persegi.


10 infected tak ada artinya karena itu bahkan bisa dihadapi satu orang yang memegang senjata.



Akan ada dua tim medical, masing-masing menangani 3 batalyon. yang menyapu perlahan daerah dari utara ke selatan.


"Aku sudah membayangkan pantai di Florida." Kami dalam perjalanan mengumumkan siapa saja yang gugur dari penugasan sipil.


"Palm Coast belum bisa diakses karena zona hitam dan seluruh area garis pantai masih belum bisa diakses kecuali kau nekat. Mungkin dalam dua atau 3 bulan ke depan kita bisa melihat Cocoa, Daytona Beach sampai Palm Beach menjadi zona hijau." Tom yang selalu mendapat update keamanan menjelaskan padaku.


"Masih lama ternyata, semoga kita tak menghadapi badai besar atau banjir."


"Musim badai baru akan dimulai Agustus sampai November. Kurasa kita aman dalam lima bulan kedepan setidaknya."


"Jen!" Sekarang Michelle menyusulku. "Aku lulus bukan, aku pasti lulus, masih banyak yang skornya lebih rendah dariku. Tanganku digengam erat sekali.


"Ya kau lulus." Mau tak mau aku menjawabnya sekarang juga, padahal kami sekarang sedang menuju ruang konferensi untuk memberikan hasilnya.


"Akhirnya! Terima kasih! Aku akan bilang ke Professor aku lulus." Dia begitu gembira sehingga langsung pergi.


"Kau harus ikut ke kelas sekarang, ada pembekalan terakhir sebelum besok ke persiapan perlengkapan dan akhir konvoi."


"Oh aku harus ikut?"


"Tentu saja! Kalau kau tak mau ikut kubatalkan approvalku, ini masalah hidup dan matimu sendiri!" Tom mendisiplinkannya sekalian dengan membentaknya. Michelle jadi mengkerut sekarang.


"Baik Capt! Aku kembali. Segera." Gadis yang terlalu ceria itu sekarang kabur kembali ke ruang kelas. Dia takut juga dibentak Tom. Aku tertawa.


"Nampaknya kau bisa mengendalikannya."


"Ohh dia tidak berani macam-macam di pelatihan. Dia serius. Kurasa James tak boleh sama sekali membelinya harapan bersikap manja. Dia tak akan berani mencoba menggangu."


Mungkin aku bisa memberi saran ke James menghadapinya begitu. Walaupun masalahnya gadis ini adalah assiten Professor. Membentaknya agak riskan, tapi jika dia menggangu dan tidak bekerja sesuai porsinya malah menggantu James kurasa itu bisa dilakukan.


Semua orang membuat persiapan akhir keberangkatan ke Kissimmee sekarang, semoga kami aman dan tidak ada kejadian genting disana.


\=\=\=\=\=\=