BATTLEFIELD OF LOVE

BATTLEFIELD OF LOVE
Part 113. Moskow 1


"Anna kita ke NY, setelah aku selesai di Moscow. Ada beberapa perusahaan sejenis yang meminta kredit lunak, kita akan lihat bagaimana peluangnya, mungkin kita bisa melakukan akuisisi atau merger ekonomis. Jika ada yang sudah memproduksi merk yang dikenal secara luas akan lebih baik lagi. Ini akan sangat bagus..."


Aku terinspirasi langlah Sergie. Tadinya aku tidak mempertimbangkan ini, tapi akhirnya aku berpikir jika aku mendapatkan perusahaan dengan pondasi sudah cukup bagus apa salahnya. Ini akan menguntungkan


"Baik. Kau ingin aku melihat peluang akuisisi atau merger?"


"Sebenarnya merger lebih baik, tapi harus mencantumkan nama perusahaan kita, walau merk mereka sudah terkenal. Itu akan secara tak langsung menjadi promosi yang efektif juga.


"Aku mengerti."


"Telepon NY, minta ke Edward datanya, kau lebih bisa menilai awalnya. Jika perlu kau ke sana dulu. Lihat bagaimana prospek mereka."


"Iya, baik."


Menuju ke Moskow dalam tiga hari kemudian. Aku bertemu dengan Ayah di kantornya. Dia secara spesifik meminta aku tidak kembali ke rumah.


"Kenapa Ayah tak ingin aku kembali ke rumah?" Pertanyaanku langsung saja, "Ada sesuatu di rumah."


"Margarita bertindak aku adalah musuh dalam selimut. Dia menyindirku terlalu membanggakanmu. Jadi tak ada gunanya kau muncul di depannya."


"Bukankah kau memegang uang keluarganya."


"Dia jelas punya hutang besar, tapi nampaknya mereka percaya diri mereka bisa mengembalikan pinjaman mereka tepat waktu. Nampaknya dua kakaknya bekerja dengan benar setelah kejatuhan mereka, jadi selama mereka bisa mengembalikan, aku tidak akan bisa mengeluh kepada mereka. Aku sudah memberi mereka pinjaman lunak, selama semua sesuai perjanjian aku tak bisa mengancam." Ayah menjelaskan situasi keluarga Jovovich.


"Begitu... ya baiklah." Aku ingin mengkonfirmasi tentang Paradise International. "Kudengar Sergie mengakuisisi Paradise International, dia punya investor baru?" Mengingat dia tak bisa lagi bebas menggunakan brangkas uangnya, maka yang tersisa adalah kemungkinan ada investor baru atau dia menggunakannya dengan persetujuan Ayah.


"Iya, tapi tak mengambil pinjaman Ayah. Kekasihnya Candice berinvestasi pada perusahaannya, dan mereka mengakuisisi Paradise International, masih dengan manajemen lama."


"Ahh ternyata begitu." Kekasihnya yang berinvestasi, sungguh pacar yang kaya.


"Margarita sangat membanggakan calon menantunya itu, Candice nampaknya punya dana yang tak terbatas di tangannya, dia menaikkan hampir 40% kapitalisasi, mereka mendapatkan Paradise Int dengan harga yang sangat jatuh, dibanding asset yang mereka punya itu nampaknya deal yang sangat menguntungkan, pemiliknya terbunuh di US saat infeksi, kepemilikan jatuh kepada satu-satunya anak bungsunya yang tak mau berpikir panjang untuk mengurusnya, jadi dia menjualnya kepada Candice dengan deal khusus. Dan sekarang Sergie yang akan mengurus managementnya dan pengelolaannya itu menjadi boost besar-besaran, sahamnya melonjak banyak... " Ayah berhenti.


"Tapi Ayah agak pesimis dengan prospek ke depan. Paradise banyak beroperasi di pulau tropis dan Asia sampai Oceania, apa itu bisa pulih langsung dengan cepat Ayah tak tahu."


"Ternyata begitu. Sergie itu ternyata sangat beruntung. Punya pacar yang bisa melempar uangnya ke mana saja, sungguh sangat beruntung."


"Itu bagus, dia punya pendorong yang baik."


Candice, gadis itu terbiasa tinggal di Eropa Barat, apa dia mau tinggal di Moscow, jika misal Sergie memenangkan taruhan denganku apa dia mau pindah ke Moskow, nampaknya meminta Candice pindah ke Moskow agak berlebihan.


"Apa Candice mau tinggal di Moskow?" Pertanyaanku membuat Ayah tersenyum.


"Tentu saja tidak, ini juga yang Ayah mau bicarakan padamu. Sergie tidak mau mengambil posisi CEO, dia akan tetap di Paris. Dia meminta kembalinya kewenangannya di perusahaan investasinya. Plus saham Ayah, bagi yang menang akan mendapatkan sepenuhnya 60%, sebagai jaminan pemegang keputusan terbesar, sisanya 20% akan dibagi antara kau dan Victor, demikian juga sebaliknya jika kau menang. Ayah mungkin akan meminta Pamanmu dan anaknya Igor yang memimpin."


Begitu ternyata. Bahkan Candicepun tidak mau tinggal di Moskow, ini sama seperti Svetluny-ku, nampaknya kendala bahasa dan budaya menjadi hal yang besar bagi mereka.


"Ayah sudah berpikir, setelah ini perusahaan yang kalian miliki dan pegang akan sepenuhnya menjadi milik kalian, tapi divisi investasi di setiap bagian tetap menjadi bagian dari sistem. Walaupun masing-masing divisi investasi akan mendukung bagian yang berbeda, satu di Eropa, satu di US, jika kalian perlu dana untuk ekspansi selalu ada. Tapi itu tetap dalam pengawasan perusahaan utama. Margarita menyetujui ini, bagaimana menurutmu."


Ternyata begitu. Ini lebih bagus, Svetluny tak usah khawatir aku akan meninggalkannya ke Moskow. Tadinya aku mau tinggal dua tahun di Moskow, setelah itu aku akan menyerahkan ke CEO lain, aku juga berpikir bahwa anak Paman, Igor, memang orang yang tepat, selama ini dia sudah menjadi bagian dari sistem, dia lebih terbiasa menangani Moskow.


Jika aku yang mengambil alih Moskow aku sudah lebih dari 20 tahun tak menyentuh Moskow bagaimana akan menjadi hal yang bagus jika aku langsung menerobos tanpa memikirkan apa aku punya pengalaman menembus ini.


"Aku setuju. Kupikir itu pengaturan yang bagus. Sebenarnya Monica juga tidak ingin tinggal di Moskow, tadinya aku berencana hanya akan mengambil posisi CEO 3 tahun sebelum menyerahkannya.kepada Paman, tapi jika Ayah sudah punya pengaturan seperti itu, alan sangat bagus."


"Bagus sekali, itu sudah diputuskan jika begitu." Dia diam sebentar sebelum bertanya. "Kekasihmu juga tak ingin tinggal di Moskow, sepertinya kekasihmu dan Sergie sudah bekerja sama."


"Iya begitulah." Ayah tertawa, tak ada yang perlu di tutupi. Kami memang tak akan kembali ke Moskow lagi. Hanya Victor anak Ayah yang bungsu yang tinggal di Moskow.


"Apa kau masih menyimpan keluhan tentang masa lalu. Apa mungkin kau masih ingin membalas soal masa lalu?" Ayah tiba-tiba bertanya, aku tak berpikir dia akan bertanya begitu. "Ayah lebih suka kalian akur, sikap Margarita memang sulit, dia tak pernah menjadi lebih bijaksana, meminta maaf padamu pun dia tidak, tapi seandainya Ayah bisa meminta, Ayah lebih suka kau dan Sergie tidak terlibat dendam."


"Aku rasa aku hanya ingin menunjukkan kepada mereka aku menang terlepas segala yang mereka lakukan Ayah. Kami akan punya kehidupan masing-masing di benua yang berbeda. Aku juga tak berpikir aku akan membahayakan keluargaku di masa depan dengam terlibat pertengkaran tak berujung. Masalah Sergie mengirim seseorang untuk mencelakaiku, dia sudah membayarnya dengan kuhajar, aku anggap itu lunas."


Ayah mengangguk dengan tenang, nampaknya puas dengan jawabanku.


"Kalau begitu lakukan yang terbaik masing-masing dari kalian. Kalian berdua anak-anak Ayah, setiap dari kalian punya kesempatan yang sama."


Aku setuju, kesempatan yang sama untuk membuktikan diri buat setiap orang.