
"Terus terobos! Bagian belakang singkirkan!" Radio dari pimpinan misi untuk memusnahkan infected yang mengejar kami di belakang yang sekarang mengejar dengan bersemangat sebagai sumber makanan. Entah berapa ratus meter lagi kami harus menembus ini.
"Di depan kita terlalu tebal, pindah jalur." Sopir kami yang terdepan sudah tak yakin bisa menembus jalan rupanya. "Sir? Ada jalan ke bagian atas, mungkin kita bisa lewat alternative itu dulu baru kembali ke jalur semula?" Permintaan permindahan jalur oleh sopir yang sekarang mengendalikan truk kami.
"Confirm, pindah ke alternatif, hentikan semua kontak senjata." Pimpinan tim nampaknya memperhatikan suara tembakan senjata kami sampai ke banyak tempat.
Truk kami terhalang sebuah tanjakan licin naik yang tak bisa di lewati.
"Turun cepat, dorong!" Semua laki-laki turun sekarang, kami berpacu dengan infected yang mengejar arah kami."
"1...2...3!Dorong!" Setelah 2 x mencoba mereka bisa membebaskan roda truk, infected itu sudah tinggal 30 meter dari kami. Semua orang naik dengan cepat, sementara kami tetap menghindari bunyi senjata.
"Cepat!" Orang terakhir harus berlari, melompat dan naik bergantung ke truk yang sudah mulai berjalan dan ditolong oleh yang lain untuk naik. Tak ada yang ingin menjadi sasaran makanan infected disini.
"Kita berhasil membuat jarak nampaknya." Aku sedikit menghela napas lega sekarang.
"Aku berharap di depan tak ada apa-apa lagi." Aaron membuat doanya sendiri.
Kami berhasil menjauh sekitar 2,5km kurasa sebelum ada lagi di depan kami yang harus di tabrak, tapi kali ini semua orang tidak ada yang menembak, pun senapan mesin diatas Humvee tidak menembak. Jalan itu memutar ke sebuah pemukiman, banyak rumah-rumah yang ditinggalkan.
Daerah ini adalah zona hitam, seperti jalan tadi kami tidak beruntung karena melewati konsentrasi infected. Tapi sekarang nampaknya dalam lima belas menit ini tidak ada yang kami tabrak walaupun terlihat beberapa infected yang berada di jalan yang kami lewati.
Tidak ada yang bicara. Kami semua tegang dengan perjalanan melewati zona hitam ini. Tampaknya kami mengarah lagi ke jalur utama.
"Ada halangan di depan. Kita terobos! Truck ke depan!"
"Sial! Lebih banyak lagi di depan! Kita tidak bisa lewat!" Astaga semua jalan tidak bisa di lewati. "Cari jalur lain." Mendengar mereka bicara di radio membuat kami seperti tidak punya pilihan apapun.
"Kita harus mengambil jalan lain lagi." Entah seberapa banyak yang ada di depan. Sampai kami tidak bisa menerobos.
"Kenapa mereka tidak menjemput kita dengan heli?"
"Bahan bakar jadi masalah utama sekarang. Menurut rencana, kau akan di terbangkan dengan pesawat mesin tunggal kecil ke Atlanta. Mereka benar-benar berhemat sekarang."
"Ternyata begitu."
Kami berbelok dan mengambil jalan lain lagi dan sekarang sampai ke sebuah jalanan yang lebih kecil. Jalanan berbatu itu nampak menyeramkan, pepohonan terlihat lebih rapat. Kami rasanya seperti memasuki dunia lebih suram.
"Kita akan mengambil jalan dalam dan keluar ke Lonsdale untuk kembali ke jalur utama." Berita di radio kami mengatakan kemana kami mengarah.
Aku tak tahu dimana itu, yang jelas jalan yang kami tempuh sekarang lebih kecil, kadang tak ada aspalnya sama sekali, lebih tepatnya seperti jalan ke kabin perburuan. Jalan yang hanya di keraskan dengan batu kerikil, tapi di dalam jalan hutan ini pasti ada beberapa properti pribadi, tadi aku melihat ada penunjuk ke shooting range. Dan beberapa belokan nampaknya ke semacam villa peristirahatan atau rumah penduduk tapi jaraknya jelas berjauhan satu sama lain, mungkin juga bangunan ini kosong dan tidak ditempati.
"Nampaknya di jalan utama banyak infected karena banyak orang terjebak di sana." Seorang prajurit bicara untuk meredakan ketegangan sementara kendaraan kami tetap berjalan.
"Kau benar. Tapi kita belum mendekati kota, jika kota Little Rock Sebagian masih masih zona hitam, yang beroperasi dan terlindung hanya bagian kecil kota. Kita masih jauh dari sampai daerah aman, kembalinya juga mungkin sulit." Dia benar masih ada perjalanan pulang. Tapi dengan pengalaman ini kami tidak akan menembus jalan tadi, harusnya kami tidak terjebak hal mendebarkan seperti tadi.
"Tapi kudengar ada regu penjemput. Mungkin tak begitu sulit melewatinya ketika kita sudah sampai pinggir kota."