
"Kami juga punya perkembangan infected pintar. Dan bahkan perlu kalian tahu infected pintar itu masih bisa diselamatkan. Aku kesini untuk membantu kalian, tapi sangat di sayangkan, kalian menjebak kami untuk bekerja keras, dengan sedikit jebakan makanan yang kalian punya banyak. Rasanya seperti tikus yang diumpan keju. Menggelikan."
"Maksudnya infected pintar itu masih bisa ditolong?" Dia perlu informasi itu tentu saja.
"Memang bisa, bahkan pulih sepenuhnya."
"Sir, kau tidak berbohong bukan?"
"Menurutmu aku berbohong? Kalian yang berbohong pada kami, cuma untuk menyelamatkan segelintir orang."
"Kami perlu backup! Bilang pada pasukan US untuk membackup posisi kami." Sebuah panggilan di layar komando, aku tahu keadaan mereka, mereka di kepung di sebuah bangunan kosong. Dari tadi Evan dan Steve meneruskan laporan ke ponselku.
"Sir, mungkin kita bisa kesampingkan ini sebentar. Komandan Dugard butuh bantuan Anda."
"Aku tak punya back-up Komandan. Pasukanku berada di jarak 20 km dari titiknya berada."
"Tapi penanda GPS pasukan Anda." Dia menunjukkan tanda di layar.
"Ohh itu hanya tim pengintai. Pasukanku jelas bukan tikus percobaan lab kalian. Kau mau bantuan, bilang ke PM kalian untuk telepon Jenderal Michael Moore, aku lepas tangan sekarang." Tiga orang Komandan berpandangan sekarang. Sementara Komandan Batalyonku yang lain juga tak bicara.
"Sir, Anda menjebak kami." Aku tertawa.
"Yang menjebak duluan siapa mungkin harus diperjelas Komandan Christian. Saya tak akan berdebat dengan Anda, sihlakan telepon PM Anda sendiri. Masalah menyelamatkan bisa diatur, tapi sekarang jelas ada bayarannya. Masalah keluarga Dugard, pengintaiku sudah tahu lokasi mereka. Dengan obat dari kami mereka bisa pulih, mungkin Perdana Menteri Anda yang harus memutuskan apa yang harus dilakukan."
"Saya akan menelepon Komandan dan Perdana Menteri sekarang."
"Sihlakan lakukan apa yang kau mau, yang jelas aku hanya bergerak dengan perintah dari Jenderal Michael Moore sekarang, PM Anda tahu dimana mencari atasan saya Komandan."
Dia pergi dari ruangan Komando. Aku duduk menunggu saja, sementara laporan masih belum ada perubahan. Aku meneruskan informasi kondisi lapangan ke Jenderal Moore, tentu saja dia juga tahu soal Keluarga Dugard yang dicari oleh putrinya yang berbakti ini.
Dalam tiga jam kemudian beberapa laporan masuk ke ponselku soal keadaan sang wonder women. Kurasa tidak ada yang berbahaya dari . Baru puluhan yang berkumpul di sana, selama dia tak membuat keributan dia bisa kami keluarkan. Tapi menjelang malam kondisinya akan lebih berbahaya untuk mengeluarkannya. Aku akan menolak membahayakan prajuritku di operasi malam.
"Sir, terjadi kericuhan di lapangan. Anda harus mendengar laporan ini." Steve menyerahkan telepon satelit.
"Prajurit bicaralah,..."
"Bodoh sekali."
"Saya menunggu perintah Sir."
"Belum ada perintah, biarkan dulu. Apa terkena pembuluh darah vital?"
"Tidak Sir. Saya tadi melihat dia bisa menarik dirinya sendiri dengan segera dan masuk kembali ke bangunan."
"Kalau begitu biarkan saja."
Aku melaporkan kejadian itu ke Jenderal. Komandan Christian muncul di depanku. Nampaknya dia sudah mendapat laporan tergigitnya gadis itu.
"Sir, apakah Anda tidak bisa menolong kami. Komandan Dugard tergigit infected." Komandannya yang terlalu emosional itu membayar harganya sekarang. Apa dia tak diberitahu Ayah Ibunya bisa diselamatkan atau gara-gara tahu itu dia berpikir Ayah dan Ibunya mungkin masih mengenalinya.
"Dia harus tiba di Hamilton dalam jangka waktu 6 jam. Itu protokol infeksinya. Soal menyelamatkannya, sudah kubilang Komandan, tanganku terikat, aku menunggu perintah dari Jenderal Moore. Keluarlah sendiri jika dia bisa. Kalian juga memanfaatkan kebaikan kami, bahkan menjebak nyawa ribuan prajurit dengan informasi yang salah. Tak ada gunanya kau bicara denganku."
Sang Komandan nampaknya tahu dia tidak bisa mengandalkanku, mungkin sekarang dia berpikir mau mengerahkan pasukannya sendiri, itu mungkin lebih baik. Tapi apa dia diberi izin itu masalah lain, mereka bahkan lebih memilih meratakan kota daripada membahayakan pasukan mereka jika diingat-ingat.
Tak lama kemudian. Telepon dari Jenderal Moore atasanku datang.
"Keluarkan Dugard dari sana, ikut sertakan dengan Ayah, Ibu dan Adiknya. Kudengar Putrinya tergigit, jika tak bisa menangkap hidup-hidup mereka dengan aman tanpa membahayakan prajurit, lakukan besok." Perintahnya cukup jelas.
"Mengerti Sir, kami akan lihat di lapangan apa yang bisa kami lakukan.
"Minta heli pendukung dari Detroit untuk melakukannya, untuk paket kali ini mereka membayar 3x lipat. Belum termasuk obat-obatan yang lain. Ini hanya untuk 4 orang, hentikan operasi di Toronto biarkan mereka yang mengurus sendiri. Bawa pasukanmu pulang."
"Mengerti."
Aku memberikan perintahku kepada pasukan khusus, membiarkan mereka yang menilai kondisi lapangan, adan bekerja sama dengan pasukan khusus yang dibawa oleh wonder women itu, meminta yang lain mempersiapkan dukungan transport udara jika semuanya bisa dilakukan hari ini.
Dalam satu jam kemudian mereka berhasil mengeksekusi tugas dengan sempurna. Termasuk penangkapan infected yang merupakan Ayah, Ibu dan Adiknya dengan sempurna tanpa ada yang terluka. Dukungan transport udara dikirim. Seluruh pasukan ditarik mundur ke Hamilton keesokan harinya.
l