BATTLEFIELD OF LOVE

BATTLEFIELD OF LOVE
Part 52. Tornado Warning!


"Jen, aku akan mengawal pasien yang kebal itu ke Headquarters CDC di Atlanta." Andrew tiba didapanku dan memberikan perintah baru dari ruang komando, "Aku harus membawanya ke pangkalan Will Roger Oklahoma dan menerbangkannya ke Atlanta dengan transportasi militer. Beritahu dia untuk bersiap sekarang."


"Ohh, baik. Tadi dia membantu kami membersihkan bangsal. Akan kuberitahu dia." Aku segera masuk dan memberikan tahukan pria bernama Simon itu."


Dia segera menyiapkan tasnya. Hanya itu yang kami bawa di masa kacau ini. Satu tas, untuk bertahan hidup dan berharap situasi bisa menjadi normal kenbali.


"Selama aku pergi jangan kendurkan kewaspadaan. Walaupun wilayah ini setidaknya sudah zona aman. Mungkin ada infeksi yang tak kau ketahui." Dia melihatku saat menunggu Simon.


"Iya. Tenang saja, ... aku akan menjaga diriku." Andrew yang selalu perhatian, aku senang di perhatikan seperti ini. Rasanya punya seorang kakak. Tapi kadang aku takut dia menganggapku lebih dari itu, dia tahu aku menunggu Fred, yang sudah berbulan-bulan tak kudengar kabarnya.


Aku kadang sangat takut aku tak mendengar kabarnya lagi. Tapi jika dia masih hidup kenapa dia tak bisa menemukan jalan pulang berbulan-bulan ini. Dunia kacau, tapi El Paso setidaknya adalah salah satu kota shelter aman di daratan ini. Dan dengan kantong-kantong kota aman yang sudah dibentuk setidaknya dia bisa menemukan jalan untuk kembali tapi kenapa dia tidak kembali. Apakah benar harapanku berbulan-bulan ini adalah omong kosong.


Simon yang sudah siap, langsung datang ke triage.


"Sir, aku siap." Simon melapor ke Andrew.


"Oke, ayo pergi." Andrew tak menunggu lama untuk langsung berangkat. "Kurasa aku tak lama Jen, tergantung transportasi yang membawa kami." Simon adalah subjek penting. Jika dia bisa kebal mungkin ilmuan bisa menemukan cara untuk membangkitkan kekebalan absolut terhadap parasit mengerikan ini.


Sementara Andrew pergi sepanjang siang ini kami sibuk menangani keluhan beberapa pengungsi, kami satu-satunya lokasi kesehatan yang berfungsi di Henryetta. Yang lainnya sudah mengungsi atau hilang menjadi infected.


"Dokter James? Kenapa wajahmu terlihat tak bagus seperti itu?" Dia langsung menuju ke arahku dengan langkah cepat.



"Apa tornado watch dikeluarkan ke wilayah tengah. Kita harus bersiap-siap jika keadaan memburuk." Tornado watch dikeluarkan jika badan meteorologi mendeteksi potensi tornado. Oklahoma adalah wilayah dengan gangguan konstan tornado. "Amankan obat-obatan penting dulu." Langit memang gelap, aku selalu takut dengan tornado.


"Astaga, ..." Kami semua cepat-cepat mengamankan peralatan dari jendela yang mungkin pecah, membagi tugas sesuai bangsal, mengamankan obat dan peralatan penting ke gedung utama. memberitahu pasien yang rawat inap kemungkinan ada tornado. Aku harap kontainer ini bisa bertahan tak terbang kelangit. Jika tidak banyak kerugian yang kami derita.



"Baiklah, kalian bagi tugas pastikan obat dan peralatan penting aman." Semua orang bersiap-siap sementara langit nampak semangkin gelap. Angin mulai bertiup tak menentu.


"Shelter underground cuma bisa menampung 100 orang jika dipadatkan. Gedung komando utama aman bisa menampung sisanya." Kami berharap ini hanya hujan.


Tapi harapan itu tinggal harapan, langit sudah agak kehijauan.



"Tornado akan datang...langit sudah hijau." Beberapa orang yang asli wilayah ini mengatakan kata-kata mengerikan itu. Sebagian sudah berlari ke shelter. Dan tiba-tiba angin menjadi tenang. Bulu kudukku langsung berdiri.


"Sekarang!" Tak ada harapan karena tiba-tiba sirine peringatan muncul. TORNADO WARNING. Tinggalkan wilayah terbuka, masuk ke shelter! Tornado sudah menyentuh tanah di sekitar wilayah ini.



"Ke shelter sekarang!" James memberi perintah. Kami membantu para pasien berjalan ke shelter yang terletak 200 meter. Entah dari mana ada puing-puing berjatuhan. Ada sistem tornado didekat sini. Entah dimana.


Dan yang masih terbaring dibawa di kursi roda. Suasana kacau. Semua orang memadatkan dirinya ke shelter.


Berharap kami tak menerima akibat apapun. Jangan melintas, kumohon jangan melintas disini.