BATTLEFIELD OF LOVE

BATTLEFIELD OF LOVE
Part 90. Stay Away From Us 5


"Tidak, ada pegawai yang mengantarku, aku akan menunggu mobil di lobby."


"Oh baiklah. Hati-hati jika begitu."


Dia pergi kemudian, sesuatu terpikir olehku. Di pertengahan jalan aku kembali ke kantor sesuatu terpikir olehku. Bagaimana jika Adrian masih menunggunya di bawah. Aku langsung berbalik menyusulnya ke lobby.


Benar saja, aku melihat dia bicara sambil mengerutkan alis dengan Adrian, kali ini Adrian tak melepaskan tangannya, sementara Kylie berusaha melepaskan diri.


"Lepaskan dia." Tanpa banyak bicara kutarik dan kulepaskan tangannya dari Kylie.


"Bangsat, kenapa kau selalu ikut campur." Dia mendorongku tapi aku tak bergeming.


"Mobilmu sudah ada di depan?" Aku tak memperdulikannya dan bertanya pada Kylie.


"Sudah."


"Pergilah." Kylie secepat kilat pergi. Saat Kylie sudah amaan sekarang waktunya menghadapi Adrian. Aku menghadapkan diriku padanya.


"Apa? Kau keberatan?"


"Bangsat!" Tapi bukan Adrian yang menyerangku, yang maju adalah Mark, kepala tukang pukul Jacob. Pukulan cepat yang langsung menuju ke rahangku. Dia berharap bisa menumbangkanku dalam satu pukulan. Tapi itu meleset karena aku bisa menghindar.


Beberapa percobaan pukulan lagi berhasil kuhindari. Sebelum keamanan datang dan melerai.


"Kau anjin*g pengawalnya rupanya." Aku tak akan mengatakan aku mengenal siapa dia sebelum kasus kami selesai. Walaupun penampilan Mark Humphrey ini cukup perlente, kukatakan saja dia anj*ing pengawal.


"Tutup mulutmu, mau berkelahi? Kuhadapi kau. Jangan menghindar terus seperti perempuan."


"Aku tak menghabiskan energiku untuk berkelahi dengan cecunguk sepertimu. Dan kau hanya bisa mengemis memaksa wanita menikahimu, sangat menyedihkan .." Ini sekaligus adalah provokasi agar dia terpancing mengambil tindakan selanjutnya. Lagipula dia sudah mengikutiku. Aku melangkah pergi karena sudah ada keamanan menahannya.


"Apa? Kau memang berani dengan wanita saja dan merintahkan anjing pengawal saja, dasar pengecut, Top 2000 payah." Kita siram bensin diatas api.


"Bangsat!" Sebuah pukulan melayang ke arahku dari Adrian. Dari caranya memukul aku tahu dia sama sekali tak pernah belajar berkelahi dengan benar. Aku hanya menghindar sedikit, sebuah tamparan keras melayang ke pipinya. Aku menampar bukan memukul, jika aku memukul rahangnya dia akan langsung tak bisa bangun. Dan dia berdorong limbung beberapa langkah ke belakang.


"Kau memang perlu di tampar seperti wanita, karena mulutmu saja yang besar dan bisa bekerja, otak dan ototmu sama kecilnya." Mukanya merah padam sekarang. Orang-orang melihat kami.


"Bangsat." Dia mencoba menyelamatkan harga dirinya dengan menyerangku lagi, tapi tamparan kedua membuatnya limbung dan tak bisa bergerak sesaat.


"Pulanglah ke rumah dan jangan pernah berpikir menggangu Kylie lagi pecundang." Aku santai saja menghadapinya.


"Kau akan membayar ini bangsat."


"Bicaramu saja besar." Aku tertawa, sementara Mark Humphrey maju lagi, siap membela bossnya yang kupermalukan."


"Bangsat kau akan membayar penghinaan ini."


"Ohhh aku menunggu kau melakukannya. Jika kau mampu, jika tidak pulanglah ke pelukan Ibumu." Aku berbalik pergi sekarang. Aku puas.


Akan kita lihat apa yang dilakukannya untuk membuatku membayar. Mungkin dia mengirim orang untuk menabrakku lagi.


Jika benar, aku sudah membuat persiapan dengan baik. Pastimya dia akan segera bertindak dengan dibutakan emosi. Saat itu datang, aku akan menjebaknya dan mengirimnya langsung ke penjara.


.


"