BATTLEFIELD OF LOVE

BATTLEFIELD OF LOVE
Part 88. Enemy


"Sir, nampaknya Anda di awasi." Pengawal yang dikirim Anthony di hari ketiga bekerja menemukan sesuatu.


"Benarkah."


"Kami melihat ada satu mobil yang selalu mengikuti Anda seharian ini. Hanya sendiri, jelas dia hanya diminta mengikuti Anda."


"Ohh baguslah, pastikan kalian mengikuti mereka balik. Jika bisa aku ingin dapat bukti mereka melapor ke siapa. Jangan sampai mereka sadar jika kalian mengikuti balik mereka."


"Mengerti Sir."


Selama ini tidak ada ancaman langsung padaku. Selain peristiwa penabrakan yang sangat berani itu, tidak ada ancaman apapun padaku. Kurasa dalam waktu dekat akan ada seseorang yang dikirim menemuiku. Karena aku masih menahan uang mereka.


"Sir, Tuan Tim Wallach ingin minta bertemu Anda, dia bilang terkait masalah sewa di Oklahoma." Dan ternyata benar, ada yang datang karena sudah kepanasan.


"Jadwalkan buat lusa saja. Bilang aku dalam meeting hari ini." Jelas mereka harus dibuat susah dulu.


"Mengerti Sir. Dan ada Nona Kylie di sini."


"Kylie?" Seminggu ini aku hanya menelepon dia sekali setelah dia keuar rumah sakit. Sejak insiden dia bertanya apa aku berbohong aku tidak menjengguknya lagi. Sekarang dia ke sini, ke tempat kerja, sangat menggangu sebenarnya, tapi aku tak bisa menolaknya.


"Baiklah suruh dia masuk."


Tak lama dia tiba di depanku. Nampaknya sudah pulih, luka jahitannya tak terlihat lagi. Atau dia memakai wig karena rambutnya nampak berbeda. Sudah tiga minggu sejak kejadian itu.


"Kau sudah baik? Lukamu tak terlihat lagi. Kau tidak pusing lagi?"


"Ohh ini wig, dokter bilang seharusnya tidak ada yang perlu dikhawatirkan lagi."


"Ohh itu bagus. Kau sudah makan siang, mau makan siang bersama?" Karena dia sudah disini dan ini jam makan siang maka aku mengajaknya makan siang.


"Tak apa, ayo. Ada restoran enak di bawah."


Setelah kami duduk berhadapan, dia mulai bicara duluan.


"Bagaimana perkembangan kasus." Kuceritakan apa yang terjadi belakangan padanya. Ada perkembangan walaupun kami belum bisa mendapat bukti yang signifikan.


"Ohh kau masih menahan uang mereka. Kau tak takut mereka mencoba melakukan sesuatu lagi padamu."


"Justru itu yang kutunggu."


"Nampaknya kau sudah mempersiapkan segala sesuatunya jika kau ditabrak lagi." Kylie meringis. Dia nampak tak begitu perduli soal menangkap orang-orang yang menabraknya.


"Tentu saja aku peduli, aku tahu kau yang akan mengurusnya, aku percaya saja. Lagipula aku tak bisa menuduh orang sembarangan bukan, apa kau ingin aku pergi dan menunjukkan jariku ke Russel? Bukankah itu malah merusak rencanamu?"


"Tidak, aku tak menyuruhmu pergi menunjuknya tentu saja. Apa tanggal rapat penentuan CEO sudah di tentukan? Harusnya bulan depan bukan?


"Iya bulan depan, aku belum bertanya pada Kakak, kurasa harusnya akhir bulan."


"Apa Adrian tidak bertanya siapa pemegang saham baru yang masuk dengan jumlah cukup besar?"


"Kurasa dia tidak menyangka karena kau masuk dengan beberapa nama perusahaan investasi..." Kami membahas beberapa hal yang masih harus dilalukan sebelum sebuah suara membuat kami menoleh.


"Kau dan pria ini memang nampaknya sangat akrab. Apa bagusnya dia. Kylie sayang kudengar kau kecelakaan? Kau sudah baik?" Adrian Russel dan di sampingnya adalah Mark Humphrey.


Berarti kemungkinan besar Adrian tahu soal kecelakaan yang diatir Mark Humphrey itu, tapi tak menyangka Kylie ikut jadi korban.


bersambung besok----