BATTLEFIELD OF LOVE

BATTLEFIELD OF LOVE
Part 78. Sergei Mashkov


"Tuan Charlie, kau sudah menikah?" Kudengar Eva bertanya dengan suara lembut. Walaupun Eva sudah di usia tidak muda, sudah di usia hampir empat puluh, dia masih terlihat berusia akhir dua puluh. Jika orang tidak mengenalnya mereka akan menyangka kami berumur sama.


"Belum." Dia menjawab singkat. Eva menjadi lebih bersemangat.


"Kenapa? Rupanya standar untuk menjadi kekasihmu cukup tinggi." Charlie cukup tampan, ditambah dompet yang tebal, tak akan ada masalah mendapatkan gadis manapun.


"Mungkin hanya belum menemukan." Dia tersenyum ke Eva, itu jawaban yang diplomatis.


Aku hanya menimpali ketika membiarkan Eva lebih banyak mengajaknya mengobrol. Ketika kami sampai di restoran, lebih banyak hal yang bisa dibicarakan.


"Nona Monica, kudengar kau punya bisnis butik yang berhasil." Dari gempuran pertanyaan Eva dia beralih padaku.


"Itu hanya bisnis biasa, cukup berjalan. Hanya punya sekitar seratusan karyawan. Bukan bisnis yang besar." Aku berkata apa adanya.


"Itu cukup bagus, kau sudah punya karier yang bisa kau andalkan. Tom sering membicarakanmu."


*Tom ( Kekasih Monica yang meninggal, bener gak ya? lupa lagi namanya)


"Kau mengenal Tom?"


"Kami berteman sudah dari high school."


"Ternyata begitu. Kita tak pernah bertemu?"


"Ohh tidak, aku kebanyakan di US setelah lulus kuliah, hanya sekarang ada bisnis di sini."


"Kami sering ke LA dan NY, kita bisa bertemu di sana juga." Eva ikut menimpali.


"Ohh ya kau sering ke NY." Tapi dia bertanya padaku lagi.


"Aku, oh tidak. Aku tidak mengambil runway lagi sekarang. Eva masih sering mengambil jadwal runway fashion week."


"Kita bisa bertemu di sana." Eva tidak sungkan menawarkan pertemuan. Charlie hanya tersenyum tapi tak mengatakan apapun pada Eva.


Pada akhirnya di akhir pertemuan nampaknya Eva tak berhasil membuatnya terpesona. Kami berterima kasih atas makan malam itu dan aku tak memikirkannya lagi.


"Tuan Addams, ..." sore itu aku melihat sosoknya dengan terkejut. Kebetulan aku sedang ada di ruang pamer, biasanya aku sibuk di belakang karena lebih banyak yang memesan online daripada datang langsung ke toko untuk butik yang ini. Kecuali yang berada di pusat perbelanjaan akan lebih ramai.


"Oh hallo, aku hanya lewat sini, kupikir tak ada salahnya menyapamu." Memang tak asa salahnya, tapi jelas aku langsung mempertanyakan kenapa dia muncul di sini.


"Kau mencari sesuatu? butik ini harganya bisa terjangkau banyak kalangan, kebanyakan koleksi ready to wear. Jika kau menghadiahkannya untuk kekasihmu ini mungkin agak terlalu biasa. Kau tahu darimana butikku?"


"Oh aku tahu dari managermu, katanya kau berkantor di sini setiap hari jika tidak ada pekerjaan. Aku tak mencari sesuatu untukku, hanya ingin melihat-lihat." Tak begitu banyak yang bisa dilihat di sini, pelanggan hanya satu atau dua tapi gudang sedang sibuk membereskan pesanan, beberapa kereta dorong mengantarkan ribuan paket yang sudah terbungkus rapi semuanya ke truk pick up di depan.


"Wow itu penjualan harian, sebanyak itu?"


"Ahh iya itu batch sore, orderan yang malam sampai pagi sudah diantar tadi siang. Kami punya dua kali pengantaran." Dia melihatku dengan kagum.


"Jelas ini bukan bisnis biasa yang kau bilang. Ruang pamermu saja yang kecil tapi aku bisa membayangkan gudangmu di dalam sana. Pantas saja kau perlu seratusan pegawai, kupikir jika hanya butik kecil tak perlu ratusan, ternyata ada hal lain.." Aku mau tak mau tersanjung dengan pujiannya.


"Kau terlalu memuji, ini karena harganya bagus, dan mungkin banyak orang menyukai saran fashion yang kuberikan kepada mereka. Ratusan itu tak bekerja di sini semua, aku punya beberapa toko galeri di kota-kota yang lain. Tapi ya jelas yang menangani katalog online jauh lebih banyak."


"Ternyata begitu. Ini hebat. Aku kagum dengan seseorang yang benar-benar memperlakukan bisnisnya secara serius."


"Ohh ayolah, berapa nilai bisnis seperti ini, ini tak ada seujung kuku bisnismu , jangan membuatku besar kepala Tuan Addams." Aku tertawa menanggapi pujiannya.


"Bukan besar atau kecil, tapi kemampuannya untuk profit dan survive, dan lagi nampak sekali kau menyukainya. Itu bagus, menyenangi apa yang kau lakukan itu sangat bagus."


Dia datang kesini dan mengatakan banyak hal da pujian kepadaku. Aku tak tahu apa yang harus kukatakan selain berterima kasih.


Dia nampaknya berniat mendekatiku. Dan aku tak bisa menerimanya.


"Kekasihku bilang aku harus mempertimbangkan ke US juga, aku sebenarnya sedang mempertimbangkan." Kukatakan langsung kepadanya aku sudah punya kekasih.


"Tentu saja, jika kau sudah bisa sampai tahap ini akan lebih baik mengembangkannya lagi."


Dia sama sekali tak terganggu aku mengatakan aku punya kekasih.


"Charlie Addams apa yang kau lakukan di sini?" Suara ini, kupikir dia akan kembali besok