BATTLEFIELD OF LOVE

BATTLEFIELD OF LOVE
Part 93. Jacob Russel 2


"Kylie benar kau ditabrak oleh orang suruhan Mark?" Jacob bertanya sendiri ke Kylie.


"Itu yang polisi katakan, orang yang disuruh, mobil yang menabrak kami ada di kantor polisi. Semua buktinya mengatakan begitu. Tapi aku tak tahu apa ada hubungannya dengan Adrian atau tidak, tapi secara logika kami pikir Mark tak mungkin bertindak sendiri sejauh itu walaupun dia punya masalah secara bisnis dengan Gillian, jelas kami menuduhnya apalagi Adrian memang membenci Gillian karena dia menjadi pacarku."


"Begitu." Dia melihat ke Adrian, menghela napas, nampaknya berpikir keras apa yang harus dia lakukan. "Aku harus menyelidiki ini, Mark memang orangku, tapi dia kupercaya mengelola bisnisnya dan selama ini dia berhasil, kita akan bicara lagi nanti Tuan Gillian, setelah aku mendengar dari dua sisi. Sekarang aku tak bisa memutuskan apa yang sebaiknya kukatakan." Kakaknya ini orang yang bisa berpikir cermat. Dan nampaknya Adrian sendiri adalah di keluarganya adalah kambing hitam yang selalu disalahkan.


"Kelihatannya adil. Sihlakan tanya adik Anda sendiri. Saya harap kita punya penyelesaian. Jika tidak seperti sekarang Mark buron, dan saya mengantongi kurang lebih 10 juta, jelas saya tidak akan mengembalikan uang itu untuk percobaan pembunuhan yang gagal."


"Terima kasih atas pengertian Anda. Apa yang Anda lakukan di sini, Anda punya saham di perusahaan ini? Adrian bilang dia akan mengganti CEO perusaahaan dengan orang kami, tadinya kupikir Kylie dan Adrian pasangan, Ibuku bilang kalian berdua harusnya segera akan menikah?"


"Oh, tidak akan ada pergantian apapun hari ini dan tidak ada pergantian apapun Jacob. Yang ada adalah Kakakku tetap memimpin perusahaan." Kylie menjawabnya. "Dan aku tidak berniat menikah dengan Adrian, kami sama sekali tidak cocok, itu sudah kukatakan dari awal."


"Jadi aku datang ke sini sia-sia. Kau bilang kau sudah mengamankan 60% dukungan untuk pergantian CEO?" Jacob menatap tajam ke Adrian.


"Tadinya.... ini, tak disangka saat terakhir mereka berubah pikiran." Adrian tak bisa menjawab bahwa dia dikalahkan. Dia hanya bisa tergagap menjawab Kakaknya.


Dan Kakaknya hanya bisa mendengus kesal.


"Kalau begitu tak ada gunanya aku disini. Aku pergi saja sekarang." Jacob sekarang berlalu begitu saja, mungkin kesal karena sudah dipermalukan adiknya, mulai dari persoalan Mark sampai ke CEO yang gagal diganti.


"Kau memang bangsat." Hanya itu yang bisa dia katakan sekarang.


"Kau benar aku memang bangsat." Dia sekarang juga ikut pergi dengan kesal. Sudah kehabisan cara menghadapi kami kurasa.


Meeting berjalan sesuai dengan harapan kami. Rencana pergantian CEO dibatalkan karena tidak mendapat dukungan dari pemegang saham dan Adrian harus menerima kenyataan itu.


"Menurutmu Kakaknya akan mengambil alih persoalan penabrakan itu." Kylie bertanya padaku.


"Kurasa dia harus mengambil alih. Mark punya beberapa bisnis yang dipegangnya. Aku tidak akan mengembalikan uang mereka sebagai ganti tahunan yang harus dibayar oleh orangnya itu dipenjara."


"Kau benar, dia mencoba membunuhmu. 10 juta harusnya kurang untuk membayar semua yang dia lakukan padamu."


"Kita lihat saja nanti. Setidaknya sekarang orang yang bisa bertanggung jawab menyelesaikan masalah sudah muncul."


Pergi ke sini tidak sia-sia untukku. Satu masalah telah jelas. Jacob tidak tahu masalah ini dan nampak tidak menyukai apa yang dibuat Adrian. Aku akan mendapat kesepakatan bagus setelah ini.