
Aku melihat Adrian dengan langkah percaya dirinya mendekati kami. Kelakukan sombongnya yang tak bisa berubah.
"Dia merasa masih mendapat dukungan Ibuku. Ibuku dan Ibunya itu sahabat, mereka yang mendukung kedekatan kami."
"Begitu."
Dia tersenyum pada Kylie, Kylie melihatnya dengan sebal.
"Apa yang kau inginkan?"
"Hanya melihatmu princess. Kenapa kau berjalan dengannya. Kau tak tahu siapa dia, mungkin saja dia punya banyak wanita di luar sana."
"Kau nampaknya bicara tentang dirimu sendiri, Gilbert ayo kita pergi saja." Dia menarik lenganku menjauh Adrian.
"Kylie, kau tahu perusahaan akan goyang jika kita tidak bersama." Itu ancaman dia akan menganti kakaknya dari kursi CEO. Yang dia tidak tahu adalah keluarga kami sudah masuk ke daftar pemegang saham dan atas pengaturan Kylie dan Kakaknya beberapa kali melakukan pertemuan dengan pemegang saham lain. Kami bisa menjamin bahwa tidak akan ada penggantian CEO di rapat umum sebentar lagi.
"Sayangnya aku tidak perlu dukunganmu, aku bisa mencari dukunganku sendiri untuk Kakakku."
"Kau bisa mencari dukunganmu sendiri? Sejak kapan kau jadi begitu percaya diri." Adrian meremehkan Kylie.
"Kau pikir aku akan diam saja ketika kau mengancamku melalui Kakakku. Kau salah besar. Ayo pergi..." Seketika itu dia begerak mencengkram tangan Kylie, ketika dia sudah bermain fisik berarti aku harus turun tangan.
"Kau tak pernah diajari jangan menyentuh wanita jika dia tidak ingin kau sentuh." Kulepaskan tangannya dari Kylie.
"Kita memang masih punya masalah belum selesai dari dulu, ingat masalah tukang pukul yang kau kirim padaku. Kau akan membayarnya nanti."
"Tukang pukul?" Dia pura-pura tak tahu sekarang.
"Tak usah pura-pura, aku sudah memegang semua buktinya. Walaupun kau memesan melalui perantara aku bisa tahu semuanya." Sekarang dia diam.
"Ayo pergi." Kylie kuajak menjauhi pria top 2000 itu.
"Jika tak ada kau aku tak akan bisa menghadapinya, terima kasih." Kylie memgajakku bicara setelah kami menjauh dari Adrian.
"Tak apa, sudah kubilang aku memang punya masalah dengannya sejak lama. Dengan senang hari aku membuatnya dalam masalah."
"Sebenarnya apa masalahmu dengannya. Boleh kutahu, aku janji tak akan membocorkannya."
"Baiklah kalau kau mau tahu, dulu sekali sebelum infeksi besar dia pernah menghina kepangkatanku. Waktu itu aku masih di level komandan. Top 2000 adalah istilah darinya yang mengacu ke Top 2000 Forbes saat itu. Ada seorang gadis di kelompoknya yang kusukai, dan dia dengan terang-terangan mengatakan padaku untuk menyukai gadis itu aku harus masuk ke Top 500 Forbes dan dia mengatakan mungkin ada majalah dimana aku jadi nomor 1 dari jutaan komandan di seluruh dunia."
"Hmm jadi sekarang kau membalasnya dengan menjadi bintang 3, jelas hanya sedikit bintanģ 3 di umur yang belum 40 di dunia." Kylie sekarang yang memuji.
"Ya, setengahnya aku menganggap hinaan itu memacuku jadi lebih baik di karier, karena aku memilih karier di pemerintahan dan militer seperti Ayahku, bukan seperti kakakku di perusahaan. Tapi penghinaan di depan orang banyak seperti itu bukan hal yang mudah untuk dilupakan."
"Bisa di mengerti, dimanapun prajurit mempertaruhkan nyawanya untuk menjalani latihan, misi dan tugas. Pangkat dan kesatuannya adalah sebuah hal yang berharga. Aku jelas mendukungmu membully playboy manja itu. Jika tak melihat hubungan Ibuku dan Ibunya aku sudah lama memberikannya bogem mentah." Aku tertawa.