BATTLEFIELD OF LOVE

BATTLEFIELD OF LOVE
Part 63. Investigation 2


Manager pembelian, jelas itu jabatan yang bisa mengontrol harga, tapi harusnya pembayaran dilakukan oleh manager keuangan, apa manager pembelian yang sengaja  melapor salah dan keuangan yang kurang kontrol  saat mengeluarkan uang, atau mereka berdua bekerja sama? Itu amasih harus dipastikan.


"Baiklah, aku percaya padamu. Yang aku tahu sebagai pengawas dari pusat harganya tidak begitu."


"Kau pengawas dari pusat? Kalau begitu, ayo kita tanya ke Tuan Mike Pence Nona, aku juga mau memberi tahu orang bahwa harga yang kita berikan berbeda.


"Baiklah, ayo antar aku ke Mike Pence. Tuan Henderson terima kasih atas bantuanmu. Semoga tangkapanmu berlimpah nanti."


"Tentu Nona, apapun itu saya menunggu kabar baik. Tolong beri kami harga yang sedikit lebih baik."


"Saya akan melihat apa yang bisa saya lakukan Tuan Henderson."


Kami naik ke bagian kantor bagian pembelian yang masih di area pelelangan. Sementara aku sudah mengirimkan pesan ke staff keuanganku untuk interogasi pada bagian keuangan dan mencross keterangan langsung terlebih dahulu.


"Cathy, aku ingin bertemu Tuan Mike. Nona ini pengawas dari pusat dia bilang harusnya harga beli ikan herring para pemilik tak serendah ini." Gadis assisten manager pembelian itu melihatku, harusnya kemarin dia juga melihatku bolak-balik di kantor ini.


"Tuan ada pengawas Eliza ingin bertemu dan Tuan Tim dari pelelangan. Dia bilang dia ingin tahu harga beli herring di pelelangan. " Dia memberitahu atasannya lewat intercom. 


Sebuah percakapan pendek terjadi di telepon tapi aku tak tahu apa yang dia bicarakan, dia hanya mengiyakan intercom.


Aku masuk ke sebuah kantor yang nampaknya cukup berantakan. Beberapa dokumen terbuka begitu saja di meja. Sementara sisa bau rokok tercium di sini, manager pembelian ini sering mengobrol dengan koleganya dengan rokok di tangan di ruangan ini. Baiklah, mereka orang lapangan dan kantor ini setengahnya adalah pabrik yang baru berjalan kembali. 


Dia melihatku masuk dan tersenyum padaku.


"Nona pengawas, selamat siang. Apa yang bisa kubantu untukmu." Nadanya masih sangat percaya diri. Aku tahu aku tak bisa klaim apapun karena kasus ini  belum terjadi, dia bisa berkilah kesalahan administrasi atau memang strategi penekanan harga. 


Tapi yang dia tak tahu adalah aku pemilik, jika aku tak percaya padanya aku berhak mengantinya dengan orang baru. 


"Tuan Mike, selamat siang. Aku dari pusat korporasi dari Montreal. Harga pembelian sudah dalam campur tangan pemerintah US, kenapa kau menurunkan lagi harga pembelian mereka tanpa laporan. Yang kami tahu kami akan mentransfer dana sejumlah ton yang kau beli dengan harga yang sudah  diberikan sebelumnya." 


"Nona maaf aku hanya berpikir untuk keuntungan perusahaan aku belum melapor ke pusat." Sudah kuduga dia akan menggunakan alasan itu.


"Lalu kenapa Kepala Cabang tak tahu dan tak melapor?!" Langsung kucecar dia dengan serta merta sambil jariku menunjuknya dan tanganku memukul meja di depannya. "Apa kau tahu pabrik bisa di kenai sanksi oleh pemerintah jika menganti harga pembelian di bawah minimal?! Kau nampaknya punya kekuasaan lebih dari kepala cabang disini?! Siapa kau?! Beraninya menganti harga tanpa persetujuan Kepala Cabang!? Jawab aku sekarang!"


Nadaku langsung meninggi, dan aku menunjuknya, memancing emosinya.  Aku sengaja untuk menyinggungnya, sekaligus untuk membuatnya menjawab spontan rentetan semburan tuduhanku.