
Sikap Netta terlihat tenang dan berkelas, tapi di sisi lain
Mikha terlihat seperti anak kecil yang tidak rela permen Lolipop nya di ambil orang lain,
sikapnya terlalu pede, jadi terlihat seperti wanita yang tidak tahu malu.
Sebagai lelaki yang lebih dewasa dan seorang Direktur, aku lebih malu sebenarnya,
tapi aku hanya ingin berusaha, aku sudah mencoba banyak hal agar Mikha melepaskan ku.
Mencoba kasar pada Mikha, mendiamkannya juga, sepertinya tidak ada yang berhasil.
Maka aku mencoba membawa Netta berharap cara ini berhasil.
Saat ini Mikha mulai marah-marah pada Netta dan padaku juga.
“Kamu harusnya yang pergi meninggalkan Nathan,
gadis kampung!
kamu yang merebut kekasihku, aku yang harusnya jadi istrinya, bukan wanita kampung seperti kamu,”
Mikha menatap Netta sangat tajam
“Mikha… pelankan suaramu, Tidak bisa kamu bicara dengan suara pelan?”
“Aku tidak bisa, aku tidak rela Beb kalau kamu memilih wanita kampung itu daripada aku,”
ucap Mikha dengan suara memburu
“Sebaiknya Mbak itu duduk dan tenangkan diri, karena suara mbak itu semua mata melihat kita,”
kata Netta.
“Kamu diam gadis bodoh! dasar anak kampung,”
mulutnya merendahkan lagi.
“Mikha jaga bicaramu, aku dan Netta datang kesini ingin bicara baik-baik, aku meminta maaf pada kamu Mikha, karena aku lebih memilih istriku saat ini,
tapi aku juga minta pada istriku karena aku menjalani hubungan yang salah waktu dulu, setelah kami menikah.
Jadi aku dan Netta sengaja bertemu denganmu Mikha,
aku ingin kamu melupakan hubungan kita yang salah, aku yakin kamu bisa mendapat lelaki yang lebih baik dari aku,
karena hubungan yang kita jalanin sebuah hubungan yang salah, dan melukai hati banyak orang,”
kataku panjang lebar.
Aku berharap Mikha mendengarnya dan melepaskan ku.
Tapi sepertinya tidak, omonganku sepertinya masuk ke telinga kiri keluar ke telinga kanan,
terlihat dari wajahnya tidak menghiraukan omonganku.
Wajah terlihat tersenyum menyeringai, senyum sinis terlihat licik.
“Jangan harap Beb,
orang tuamu mendukungku.
Terlebih Mami mu merestui ku sekarang daripada anak kampung ini,
ia menyuruhku memberinya cucu, karena gadis kampung ini tidak bisa punya anak, kan?”
kata Mikha, tatapan sinis dan sepele pada Netta, terus terang aku tidak menyukai sikap tidak sopan Mikha saat ini.
Dulu ia tidak seperti itu, dulu ia wanita yang lembut dan manis, tapi Mikha yang aku lihat saat itu terlihat seperti wanita yang berbeda.
Matanya penuh dengki dan sumpah serapah, sikapnya merendahkan orang lain dan aku tidak suka degan gaya pakaiannya yang saat ini.
“Kamu dulu tidak seperti ini Mikha.
Dulu kamu wanita yang lembut dan wanita yang berkelas dalam segala hal,
baik omongan maupun penampilan,”
kataku.
“Bang Jonathan mau bilang kalau penampilanku kali ini murahan?,”
suara Mikha meninggi.
'Hadeh kok jadi memalukan seperti ini sih?'
orang-orang sudah mulai berbisik membicarakan kami bertiga, kalau saja aku bisa menghilang, sudah aku bawa Netta menghilang dari tempat itu meninggal Mikha sendirian.
Entah apa lah yang yang mereka pikirkan, mereka pasti berpikir Nettalah yang punya hubungan gelap denganku karena disini posisinya, Pelakorlah yang terlihat lebih galak dari istri sah,
maka itu orang-orang yang ada di cafe itu melihat Netta dengan tatapan bengis.
Saya tidak peduli dengan tatapan kalian semua, aku hanya ingin memperbaiki rumah tanggaku, ingin memperbaiki kesalahan yang aku perbuat, lebih baik terlambat dari pada tidak sama sekali.
“Kamu tidak bisa mengecilkan suaramu?
semua orang ditempat ini melihat kearah kita,"
kataku sudah mulai hilang kesabaran, karena sikap bebal Mikha.
kata Mikha lagi.
“Mikha! itu dulu,
aku sudah bilang sama kamu aku sudah menikah,
kita tidak berjodoh,
maka itu aku harus meninggalkanmu.”
“Jodoh kita yang ciptakan,
aku sudah menciptakan jodohku sendiri, iya itu kamu bang Jonathan.
Mami kamu mendukung kita, apa lagi yang harus dipikirkan?”
Mikha terlihat sangat percaya diri saat bilang Mami mendukungnya.
“Maaf MIkha,
aku tidak bisa, aku ingi bersama istriku Netta, walau Mami tidak mendukung kami kataku.
“Kamu lebih memilih gadis kampung yang mandul ini, wanita yang tidak bisa memberimu keturunan?”
“Jangan bicara sembarangan Mikha!
Netta tidak mandul,
justru aku datang kesini ingin bilang itu sama kamu.
Netta lagi mengandung anakku, jadi tolong menganggu hubungan kami,
aku ingin Fokus menjaga dia, aku ingin jadi suami yang baik padanya.
Satu hal lagi, jangan coba-coba menyuruh orang lain untuk mengusiknya ataupun menakutinya,”
Niatku ingin membungkam mulutnya agar tidak menghina Netta, dengan sebutan wanita yang tidak bisa melahirkan anak alias mandul.
Tapi siapa sangka aku mengundang petaka.
“Apa??
Aku tidak terima,
kamu tidak pantas untuknya,” Mikha melempar tempat tissue yang terbuat dari kayu yang dipahat, Mikha melempar ke kening Netta.
Kepalanya terluka. Hal yang ku takutkan akhirnya terjadi.
Harusnya tadi, saat aku merasakan firasat buruk, kami pergi, akhirnya kejadian buruk itu terjadi juga.
Netta tidak sadarkan diri, aku panik, tidak perduli dengan kerumunan orang
tapi satu yang pasti aku sangat takut saat ini.
Dengan cepat menggendong Netta ke mobil dan melarikannya ke rumah sakit,
sepertinya luka kepalanya dalam,
darahnya mengotori bajuku dan baju Netta juga.
Mikha memang wanita yang sudah kehilangan akal,
setelah melakukan pemukulan pada Netta ia pergi begitu saja.
Aku benar-benar marah, tidak peduli kamu mantan kekasihku atau mantan selingkuhan ku,
tapi saat ini Mikha hanya wanita dari masa lalu, aku tidak perduli lagi dengannya, aku tidak akan memaafkan mu kalau Netta terjadi apa-apa.
Di di kursi rumah sakit, aku sudah mondar-mandir.
Netta di masukkan keruangan langsung ICU.
Seorang Doker akhirnya keluar dari ruangan Netta.
“Tidak ada yang perlu di khawatirkan pak,
tidak ada pendarahan otak seperti yang kami pikirkan tadi.
saya pikir kecelakaan mobil, untungnya hanya mengenai tengkorak kepalanya saja,”
ucap Dokter, lelaki yang sudah memeriksa itu dengan ramah.
“Apa bapak keluarga pasien?”
Seorang perawat menghampiriku.
“Iya sus, saya suami pasien.”
“Baik pak, mari ikut saya, bapak harus mengurus administrasinya."
Dengan pikiran kalut, aku mengikuti langkah perawat, melihat noda yang mengotori bajuku, kejadiaannya tiba-tiba membuatku seperti mendapat mimpi buruk.
Aku tidak menduga tujuanku membawa Netta, jadi satu petaka besar, ia di lukai Mikha.
Bersambung....