
Baru di depan pintu, aku mendengar suara tamu, saat masuk, betapa terkejutnya diriku melihat mahluk yang sangat aku benci itu ada di rumahku.
Melihat keparat itu bersama keluarganya ada di rumahku membuatku seperti anak yang tidak punya adat, aku tidak perduli pada orang tuanya dan orang tuaku, aku menerjang masuk dan ingin mematahkan ke dua kakinya lagi, satu tahun yang lalu dalam penjara ia sudah hampir kehilangan aset pribadinya.
Kali ini juga aku berniat mematahkan kakinya karena kemarahan ku.
“Kamu mau ngapain kesini?” Kataku ingin menghampirinya.
“Nathan, tenanglah nak, duduk dulu, tidak sopan berteriak di depan tamu, apalagi ada orang tua,” ucap Papi memegang pundak ku dan membantuku duduk.
“Aku tidak perduli Pi, usir kurang ajar ini dari sini, sebelum aku marah,” kataku dengan suara meninggi.
“Jonathan, mereka datang baik-baik, kita tidak boleh seperti itu, tidak sopan,” kata Papi mulai marah.
“Dulu juga dia datang dengan baik-baik’ kan, terus apa yang terjadi?”
“Duduklah Tan, tolonglah hargai Papi,” ucapnya lembut.
“Baiklah, aku duduk ” kataku menatap tamunya dengan tajam .
Arjuna lelaki yang menghancurkan hidupku dan adik perempuanku ada di rumahku saat ini, melihat keparat itu ada di rumahku, aku merasa bulu ketek ku ikut berdiri, karena menahan amarah saat melihatnya dengan beraninya datang ke rumahku.
‘Mau apa Arjuna datang ke rumahku?’
Bagaimana mungkin ia bebas dari penjara, harusnya, dia penjara dengan waktu yang lama.
Aku baru ingat ayah Juna seorang pejabat negara, sudah pasti ia dibebaskan.
Juna datang ke rumah bersama keluarganya, entah apa yang dinginkan, tapi melihatnya aku sudah emosi duluan, andai saja Papi tidak melarang ku, sudah aku jadikan prekedel si Juna itu, tapi karena aku di halangi aku memilih duduk mendengar saja, mencoba menahan rasa panas di dalam dada.
“Terus bagaimana pak, permintaan kami? demi kebaikan anak-anak kita, saya harap Nak Arnita bisa menerima Juna sebagai Ayah dari anaknya,” ucap bapak Juna.
“Apa? tujuan kalian kesini mau meminta anak Arnita? Saya bilang tidak, saya dan keluarga saya mampu menjaga adik saya.
Saat Arnita meminta pertangungjawaban dari si kurang ajar ini, apa kata dia!
Dia bilang hanya ingin membuat keluargaku malu, merusak keluargaku dan dia berhasil melakukan itu, dia berhasil menghancurkannya, sekarang masih berani kamu memperlihatkan diri disini?”
“Justru, kami datang untuk menikahkan mereka berdua, Arnita tidak akan mendapat lelaki yang lebih baik dari anak saya,” kata Bapak Juna dengan sombong.
Mendengar itu, aku langsung naik pitam, bukan hanya aku, Papi terlihat marah mendengar kata-kata merendahkan itu. Tapi ia dengan sabar mencoba menahan diri.
“Dengar iya pak, Arnita akan mendapatkan lelaki yang lebih baik dari anak anda. “Kami melarangnya, kami tidak akan memberikan adkku ketempat yang salah, ia sudah membohongi Arnita dan memanfaatkannya, aku tahu kenapa bapak datang ke sini saat ini, Juna anak satu-satunya di keluarga bapak.
ia tidak bisa punya anak lagi, itu sebabnya bapak datang kesini, Bapak dan keluarga datang kesini bukan karena rasa bersalah dan apalah semacamnya, bapak pikir saya bodoh…!”
Mereka langsung diam, Arnita juga langsung menunduk, aku terpaksa membongkar tujuan kedatangan Juna dan keluarganya di depan Keluargaku, agar mata mereka terbuka.
Tadi aku sempat melihat reaksi Arnita, sepertinya masih mau sama di Juna, karena menurut penuturan Juna, Arnita yang tergila- gila padanya, tidak bisa dipungkiri Juna memang sangat tampan.
“Itu tidak benar Nak Nathan, Jangan asal menuduh seperti itu, kalian berteman, kami benar datang ingin membuatnya bertanggung jawab.” Kata lelaki berbadan tambun itu.
“Dia juga menghamili kekasihnya, kenapa bapak tidak menyuruh dia menikahi Mikha?” Tanyaku geram.
“Saya tidak tahu siapa itu Mikha?” Wajah lelaki itu bingung.
“Mikha itu kekasihku tadinya, tapi aku menikah aku berikan pada Juna,” kataku balas merendahkan Juna.
“Lah… kenapa lu marah, gue benarkan? Lu hamili Mikha, tapi kalian juga bekerja sama ingin merusak keluargaku, memanfaatkan Arnita, lu puas melihat dia hancurkan?”
Karena itulah kami datang nak Nathan, kami ingin meminta maaf dan kami ingin menikahkannya,” ujar ibu Juna.
“Kalian menikahkannya dan mengambil anaknya, lalu kalian suruh bercerai dan menikah dengan Mikha begitu kan?”
“Tidak ada yang seperti itu,” katanya berkelit, padahal aku sudah tahu semuanya, Mikha kehilangan bayinya di saat dia ditahan, ia jatuh karena bertengkar dengan penghuni yang lain.
“Bu … Pak adikku akan menikah dengan lelaki yang lebih baik dari anakmu yang sampah ini, aku akan pastikan itu.”
“Tapi Juna ayah anaknya.”
“Dia memang ayah biologisnya, tetapi aku tidak akan membiarkan adikku perempuanku masuk ke mulut buaya seperti Juna.”
Menurut Beny, Mikha katanya berteriak-teriak saat di masukkan ke kamar tahan sel wanita, tapi saat ia di tegur penghuni lama, ia malah marah-marah dan balik menantang, namanya juga penjara, yang masuk ke sana pasti orang-orang bermasalah, masalah dalam mental dan gangguan otak, kenapa harus di lawan.
Salah satu dari mereka mendorong Mikha sampai jatuh, ia di keroyok, di tendang di injak, di pukul dan akhirnya kehilangan bayinya dan rahimnya rusak.
Kasihan sih, tetapi ada pepatah yang mengatakan;
Jika kamu menanam jagung maka jagung lah yang akan tumbuh
Jika kamu menanam kebaikan maka kebaikan juga yang kamu dapatkan.
Mikha mendapat karma dari perbuatan jahatnya, bukan hanya ia, aku dan keluargaku juga mendapatkannya.
Itu artinya, Mikha tidak akan bisa punya anak lagi, baik Juna demikian, karena Juna juga digilir banci kaleng suruhan Jimmy, Juna dihajar di penjara melukai pusaka nya.
Jadi saat ini, aku langsung bisa menyimpulkan kedatangan mereka ingin mengambil anak Arnita, tidak akan aku biarkan hal itu terjadi.
Jika di masa lalu Arnita terperdaya karena ketampanan Juna, aku berharap saat ini, ia tidak melakukan kesalahan untuk kedua kalinya, Aku akan berusaha mengawasi keluargaku mulai saat ini.
Bersambung …
KAKAK JANGAN LUPA KASIH KOMENTAR DAN PENDAPAT KALIAN DI SETIAP BAB DAN JANGAN LUPA JUGA
LIKE, VOTE DAN KASIH HADIAH
Terimakasih untuk kakak semua karena masih mengikuti cerita Pariban jadi Rokkap sampai Bab ini. Terimakasih untuk kakak semua yang memberi tips dan hadiah untuk author, semoga rezeki kakak semua semakin bertambah, Jangan lupa mampir juga ke karya receh ku yang lain ya;
Baca juga karyaku yang lain
-Aresya(TERBARU)
-The Cured King(TERBARU)
-Cinta untuk Sang Pelakor (Tamat)
-Menikah dengan Brondong (Tamat)
-Menjadi tawanan bos Mafia (on going)
Bintang kecil untuk Faila (tamat)