Pariban Jadi Rokkap

Pariban Jadi Rokkap
Dilaporkan Ke Polisi


Ternyata sehari setelah kami pulang ke Jakarta , Kak Eva juga pulang dengan Lae dari Medan, tetapi mami dan papi masih tinggal di Medan karena, Netta menceritakan  tentang Mikha sama kak Eva.


Saat lagi  duduk mengobrol dengan Lae Arkan, kakak Eva datang dengan wajah geram.


“Apa benar, Si Mikha melakukannya, kenapa wanita gila itu tidak dipenjara saja selamanya,” ujarnya marah-marah, aku tahu kenapa kakak Eva  bisa semarah itu kalau menyingung soal Mikha, karena Mikha itulah dulu  bencana awal di keluarga kami.


“Apa sih Ma, kalau bicara itu yang jelas sama Lae.” Lae Arkan menegur istrinya yang emosi.


“Papa gak tahu bagaimana nekatnya wanita gila itu, dia akan melakukan apa saja kalau sudah niat”


“Aku tidak membahas tentang wanita atau siapapun itu, tapi sikapmu yang marah-marah itu yang aku persoalkan,” ujar Lae Arkan.


“Aku hanya terbawa suasana Pa, Lalu bagaimana To?” Ia menatapku lagi.


“Maksudnya bagaimana kejadiannya atau bagaimana rencananya?”


“Semuanya ceritakan padaku agar aku bisa membasmi wanita jahat itu”


“Kamu pikir kecoa di basmi,” timpal suaminya tertawa mendesis, ia tidak suka melihat sikap Kak Eva yang  garang, ia ingin Kak Eva bersikap lembut, kalau bisa seperti Netta yang memiliki sifat yang lembut jarang marah.


“Dia lebih dari kecoa Pa, dia  seperti hama yang menganggu pertumbuhan rumah tangga orang, kalau berani dia menyakiti Arnita, awas saja ... akan ku potong kakinya,” ujarnya sangat marah.


Sebenarnya wajar kalau Kak Eva semarah itu pada Mikha,  karena masih jelas dalam ingatan  bagaiman Mikha menipu mami saat itu, bagaimana mami hampir kehilangan banyak banyak juga, ia juga yang menyebabkan Arnita salah jalan,  Mikha juga yang menghasut mami dan Arnita untuk melukai Netta dulu.


“Aku sudah bilang sama Juna agar dikasih tau sama Arnita, supaya Arnita  bisa hat-hati, dia juga bisa mengantispasi”


*


Saat kami sedang mengobrol di rumah ternyata Candra, Tivani, Rudi dan istrinya datang ke rumah, karena mereka pulang  bersama.


“Oh, kebetulan kita masih ngumpul di sini mumpung mami tidak ada mar kita bahas bersama,” ujar Kak Eva.


“Apa Kak?” Candra penasaran melihat wajah Kak Eya yang serius.


“Mama Arkan bagaimana … orang lae ini juga baru sampai, kasih minum kopi, minta duduk dulu baru ajak mengobrol,” ujar Lae, menegur istrinya lagi.


“Oh … maaf gara-gara wanita  gila itu, aku juga jadi ikut pusing jadinya.” Kak Eva ke dapur meminta Bi Atun menyediakan minuman untuk mereka.


“Ada Bang, kok Eva marah-marah?” tanya Candra, ia duduk di sampingku.


“Nantilah , kita bahas, kalian duduklah. Bagaimana Lae  rumahnya sudah diperbaiki, biar aku minta orang kantor untuk mengurusnya, paling berapa hari  mengerjakannya”


“Sudah lae, sebelu kami pulang bapa uda sudah meminta tukang untuk  mengerjakannya sekalian memindahkan kamar mandinya ke belakang”


“Oh, baguslah, jadi kapan pindah?”


“Nantilah Lae, kalau sudah rapi, untuk sementara kami mengontrak rumah dulu,” ujar Lae Rudi.


Sebelum menikah Lae Rudi  sudah mengambil sebuah perubahan sederhana untuk mereka tinggali bersama istrinya, tadinya, ia mengambil rumah dulu, karena ia pikir setelah menikah, Nely akan tinggal di kampung sampai inang mertuanya meninggal. Ternyata, abang pertama mengambil alih tugas menjaga  ibu mertuanya. Ia meminta istrinya di bawa karena Nely sudah jadi milik keluarga Nainggolan.


Kini rumah  mereka sedang direnovasi, saat aku menawarkan untuk, membantu perbaikan, tetapi Lae Rudi menolak, mungkin ia   merasa tidak enak , karena  kami  membantu saat  pesta.


“Jangan banyak beli perabotan kalau masih mengontrak rumah Lae, nanti susah bawa pindahannya”


“Ya, Eda jangan beli perabotan dulu kalau sudah rumahnya selesai baru belanja biar  gak repot”


Mereka berdua saling melihat, ternyata  perabotan sudah di beli hari itu juga.


“Maaf lae kami sudah sempat  belanja perabot tadi”


“Ya, sudahlah gak papa nanti mobil truk dari  kantor yang mengangkut barang lae  ke rumah, baru kalian”


“Jadi bagaimana pendapat kalian?”


“Tentang apa Kak?” Candra menatap dengan serius.


“Mikha wanita yang pernah merusak rumah tangga ito sama Eda,  dia keluar dari penjara dan mengancam Arnita”


“Kalau memang kita punya bukti ancaman kita pidanakan saja Ito, mengancam dan memfitnah orang juga bisa masuk penjara,” ujar Lae Rudi.


“Bagaimana Ito. Kita tidak boleh menganggap enteng masalah seperti itu, apa lagi Arnita lagi hamil, kalau ada  apa- apa padanya kita nanti menyesal”


Apa yang dikatakan Kak Eva ada benar juga, tidak boleh menganggap enteng masalah pengancaman Mikha,


Kak Eva menunjukkan pesan pengancaman yang di kirim Mikha ke ponsel Juna.


“Lihatlah Ito bagaimana menurutmu”


“Wah  … ini sudah bisa diproses secara hukum, soalnya  ini sudah menyangkut keselamatan seseorang, karena dalam pesan ini sudah jelas di tulis ‘Akan menghabisi semua keluargamu’ ini sudah ancaman serius,” ujar Lae Rudi setelah membaca pesan.


“Bagaimana donk.” Kak Eva terlihat  panik.


“Kalau Lae ingin melaporkannya ayo kita lakukan aku akan membantu  lae untuk membuat laporan ke kantor polisi”


“Begini Lae … begini … maaf sebelumnya bukan ingin menyepelekan Lae, aku tidak ingin melibatkan Lae Rudi, itu bisa membahayakan karier lae, apa lagi kalian baru menikah”


“Lalu Ito tidak mau melakukan  apa-apa To?”


“Mama Arkan diam dulu, biarkan Lae yang menjelaskan,” tegur  Lae Arkan sama istrinya lagi


“Mikha, bisa  bebas dari penjara, karena ia di jamin seorang pejabat yang berpengaruh di kepolisian, aku tidak ingin melibatkan masalah sama Rudi, tapi aku tidak diam. Untuk melawan orang besar kita juga harus mencari orang besar juga, aku sudah meminta  Pak Beny untuk melakukannya.  


Lagian … aku tidak ingin mami tahu, takutnya nanti dia syok lagi”


“Iya benar juga, mami sudah memiliki trauma yang dalam keren wanita gila itu, baiklah aku percayakan semuanya sama ito Bapak Paima saja,” ucap kak Eva.


“Biarkan pelakor masuk penjara,”ujar Tivani, sementara Netta  seperti biasa hanya akan menyimak.


Setelah sepakat dengan semua keluarga dan Juna  juga setuju, kami akhirnya melaporkan Mikha kembali, dengan tuduhan ancaman pembunuhan, aku berharap Mikha di penjara kembali agar rumah tangga dan hidup kami dengan Juna tenang.


Bersambung


KAKAK  JANGAN LUPA KASIH KOMENTAR DAN PENDAPAT KALIAN DI SETIAP BAB DAN JANGAN LUPA JUGA


LIKE,  VOTE DAN KASIH  HADIAH


Terimakasih banyak untuk tips ya


Baca juga  karyaku yang lain


-Aresya(TERBARU)


-The Cured King(TERBARU)


-Cinta untuk Sang Pelakor (Tamat)


-Menikah dengan Brondong (Tamat)


-Menjadi tawanan bos  (Tamat)


Bintang kecil untuk Faila (tamat)