
Setelah pulang dari pesta pernikahan Candra, semua keluarga kami masih berada di rumah, untuk pertama kali rumah kami di datangi keluarga sebanyak saat itu.
Setelah selesai membahas tentang tante Candra, semua baru sadar sudah malam, sementara borneng sibuk di bagian dapur dengan kedua Edanya.
Kak Eva dan Arnita akhirnya paham tentang adat, mereka belajar banyak dari Netta. Maka saat di rumahku sebagai hula-hula, mereka berdua lah yang melayani.
“Duduklah kamu mama Paima di sini, biarkan mereka yang membereskan itu,” ujar tante.
“Mereka tidak tahu selak beluk rumah ini Bou,” sahutnya dari dapur.
“Kita makan di restauran! Bapak Paima yang akan traktir kita semua,” ujar tante Ros bergurau.
“Boleh Tante, ayo,” jawabku santai.
Ternyata borneng punya pemikiran lain, jika orang tua datang pertama kalinya datang ke rumahnya anak-anaknya apalagi tulang, orang yang dihormati. Kata Netta harus di jamu makan dengan hormat.
“Janganlah Bou! Ini pertama kalinya bapa uda sama bou ke sini, masa makan di luar, aku masaklah, sudah aku pesan ayam kampung empat ekor. Lagian, ada yang ingin abang bicarakan nanti,” ujar Netta.
“Hope attong mama Ester, holan na mangan direstoran ido di pikiriho!”
(Kaupun mama Ester, hanya makan di restorannya kau pikirkan) celetuk mami.
Di sambut tawa dari kami semua.
Bagaimana tidak tertawa, dari mulai pesta mami tidak banyak bicara, giliran tante Ros bercanda saja, mami langsung bereaksi
“Aku hanya bercanda Kak,” ujar tante Ros.
“Ah … belajarlah ito mama Ester dari si Netta, kalau datang hula-hula ke rumahmu, harus dijamu makan, masa aku datang ke rumahmu malah di suruh traktir makan di restauran,” ujar tulang kami yang dari Bandung.
“Kan, ito anggota dewan, banyak duit,” balas tante.
“Ah … biarpun, padahal awak pengen makan masakan mu nya datang ke rumahmu, malah dipalak awak, untuk traktir makan di restauran.”
Kami semua tertawa mendengar cerita tulang.
Semua keluarga sangat senang sama tante Ros, ia orangnya baik dan homoris, berbeda bangat sama tante Candra dan mami.
Aku menghampiri Netta ke dapur, sebagai tuan rumah ia sangat sibuk mengatur untuk makan malam untuk semua keluarga, tidak tanggung-tanggung ia sampai memesan empat ekor ayam kampung ke penjual langganannya.
“Apa Dek, memang aku mau mengatakan apa?”
“Katanya kita mau minta pasu-pasu sama tulang.”
“Lah … bukannya, kita mau ke kampung.”
“Bang, sekalian saja, sama semua tulangmu, mumpung kita berkumpul di sini sama bapa uda dari Bandung,” ujar Netta.
“Memang bisa Dek, bukannya kita datang ke rumahnya?”
“Ga papa Bang,” ujar Netta dengan yakin.
Di rumah kami saat itu ada empat tulangku, yang kandung ada dua tulang dari oppung kakak beradik ada dua dari Bandung.
Harusnya kami yang datang ke rumah tulang untuk minta pasu-pasu, tapi karena posisinya tempat mereka jauh-jauh dan aku sama Netta juga kerja. Jadilah di rumah kami minta dengan sopan.
*
Setelah selesai makan malam.
“Jadi apala ahama haroa nai sidohonnonmu bere?”
(Jadi, apa yang ingin kamu bicarakan bere?)tanya tulang kami dari Bandung.
“Jadi begini Tulang … Sebenarnya kami yang harus datang ke rumah tulang untuk minta pasu-pasu, tapi kami ….” Aku melirik Netta yang duduk di sampingku.
“Marpangidoan dohot unduk di roha,” bisik Netta.
(Meminta dengan hormat)
“Ya, kami dengan kerendahan hati meminta tulang untuk memberi kami makan, biarlah di tempat kami ini sekalian,” ujar ku.
“Bah. Nauli boi bere,” ujar tulang dari Bandung.
(Oh … bisa bere )
Aku sangat senang, tadinya aku sudah sempat jantungan, karena bicara sama tulang itu harus hormat, aku berpikir permintaan kami kurang sopan.
Jadi malam itu semua keluarga menginap di rumah kami, kecuali Ka Eva karena ia punya bayi, malam itu … rumah kami pertama kalinya ramai seperti itu, kembali seperti saat di kampung tidur bersama di rumah utama.
Karena tidak muat para wanita pindah ke kamar sebagian, tetapi sepanjang malam itu tidak ada yang tidur, mereka cerita mengenang masalah kecil tertawa, ceria itu yang terjadi.
Jarang-jarang keluarga kami bisa berkumpul, karena jarak dan waktu jadi jarang kami bisa berkumpul , hanya waktu ada acara saja. Apalagi setelah meninggal oppung, serasa semakin menjauh semuanya.
Benar kata orang-orang, saat orang tua masih hidup anak-anaknya bisa berkumpul, jika sudah meninggal semuanya akan berpencar, maka itulah selalu diadakan arisan dalam orang Batak, tujuannya sebenarnya untuk bisa berkumpul sama sanak saudara minimal sekali dalam sebulan.
Saat kami sedang terbawa suasana gembira, suara bel pintu terdengar.
“Siapa bertamu jam segini?” Tanya papi.
“Mungkin itu Rudi Amang boru, tadi dia nanyain bapa uda.”
“Iya hapeku lowbat Nang … bukalah pintunya,” ujar tulang Gres.
Saat pintu di buka.
Lae Rudi, Gres anak tulang yang paling besar dan kedua adiknya du borong ke rumah kami.
“Bah … ro hamu sude!” seru tulang kaget.
(Wah … kalian datang semua)
“Si Vian gak bisa tidur nangis mulu, hape bapa uda juga gak aktif aku borong mereka semua,” ujar lae Rudi.
Ternyata lae Rudi juga membawa tuak dan bier jadilah malam itu semakin ceria.
“Bah … Pak polisi bawa Bier. Bekas rajia ini Rudi?” tanya tante Ros bercanda.
“Gaklah bou … minumlah dulu kamput itu, biar enak badan bou,” ujar Rudi.
Laeku yang satu ini sangat perhatian sama semua keluarga.
Mendengar ada kamput, bier jaman dulu, para ibu -ibu berebut karena minuman itu berkhasiat meringankan tubuh, bisa bikin tidur nyenyak juga.
Suana tenang, damai, jika tidak ada tante Candra, coba ia ada sudah pasti bertengkar, selalu mengungkit masalah yang sudah lewat.
*
Saat pagi tiba.
Nantulang kami yang memasak sendiri ikan masnya, Netta tidak diperbolehkan membantu, mereka bilang hanya meminjam dapur
Akhirnya kami di sulangi atau disuapi tulang, apa yang kami inginkan akhirnya tercapai, ulos dipakaikan ke kami dan kami mendapat pasu-pasu dari tulang, tinggal ziarah ke almarhum tulang yang di kampung.
Semoga rencana kami berjalan lancar semuanya.
Bersambung....
KAKAK JANGAN LUPA KASIH KOMENTAR DAN PENDAPAT KALIAN DI SETIAP BAB DAN JANGAN LUPA JUGA.
Bantu share ya Kakak ke Facebook dll.
Fb Pribadi: Betaria sona Nainggolan
FB Menulis; Nata
Ig. Sonat.ha
LIKE, VOTE DAN KASIH HADIAH
Baca juga karyaku yang lain
-Aresya(TERBARU)
-The Cured King(TERBARU)
-Cinta untuk Sang Pelakor (Tamat)
-Menikah dengan Brondong (Tamat)
-Menjadi tawanan bos Mafia (on going)
Bintang kecil untuk Faila (tamat