
Aku masih duduk dengan Candra di luar, ada beban berat yang Candra pikul, wajahnya lebih kurus dan matanya terlihat berkantong.
“Apa bapa uda semakin pulih?” tanyaku memulai obrolan lagi.
“Tidak, kesehatan bapak masih seperti itu saja, masih duduk di kurdi Roda, dia memutuskan pensiun dini. Kenapa hidup kami begitu hancur ya Bang”
“Itu bukan hancur Can, apa yang terjadi pada kalian saat ini, tidak apa-apanya dari yang kami lalui dulu, apa kamu ingat aku jadi pemakai dulu hidupku hancur dan Arnita hamil diluar nikah, tetapi dengan semua proses itu, hidup kami lebih baik saat ini. Itulah ujian hidup”
“Aku benci dengan sikap mama belakangan ini, dia tidak perduli dengan bapak saat dia sakit”
“Padahal bapak itu sudah cukup sabar mendampingi mama”
“Suatu saat dia akan berubah Can, lihat mami,” ujarku.
“Aku tidak yakin Bang, aku malu melihat postingan-postingan dia media sosial, dia pamer ini, itu padahal itu punya orang lain, beberapa minggu lalu ia memaksa Tivani meminjamkan mobil sport miliknya, dia bertingkah seperti sosialita kaya padahal mami tidak bisa nyetir dia memaksa Tivani menemaninya, Vani menolak karena dia memang lagi mengurus berkas-berkas mami malah menyewa supir”
“Percayalah dia akan bosan nantinya dan berubah sendiri, mungkin dia hanya balas dendam pada keinginannnya yang selama ini tidak bisa tante wujudkan”
“Ini parah, sebagai anak aku malu melihat postingannya, banyak yang menghujat mami sebagai anak, aku merasa marah tetapi mama malah menantang dan semakin pamer. Padahal uang kuliah anak-anaknya belum bayar"
“ Memangnya separah apa?"
Candra merogoh kantong celananya, megambil ponselnya dan mengetik nama tante di pencarian. Ia memperlihatkan kegiatan sosialitanya di akun miliknya.
‘Astaga! Ini norak ini lebih parah memalukan dari mami dulu’ ucapku dalam hati. Dari yang aku lihat tante terlalu memaksakan diri, ia tidak bergaya sesuai isi kantongnya.
Di sini terlihat jelas, kalau ingin cantik maka harus ada uang.
Perawatan yang ratusan juta dan perawatan yang hanya satu mingguan di salon biasa.
sosialita memakai tas yang ratusan juta bahkan ada milyaran, tante Candra ikutan, tetapi yang dipakai pinjaman.
'Tan, kenapa harus. memaksakan diri' ucapku membatin.
Jangankan Candra, aku saja yang melihatnya malu, tetapi sebenarnya banyak orang yang seperti tante di luar sana hanya ingin pamer, terkadang;
‘Menjadi orang apa adanya mungkin sulit bagi beberapa orang
Tapi lebih sulit lagi, berpura-pura menjadi orang kaya yang
“Bagaimana bang Norak kan?"
“Ya, jawabku apa adanya”
“Mama inilah yang sering dibilang orang Batak, sipanggaron, patasso bilak,” ujar Candra.
(Sipanggaron, pattasobilak artinya sok)
“Tapi dari mana tante dapat group sosialita artis …. ini kebanyakan artis aku lihat,” ujar ku masih menggulir layar ponsel milik Candra di tanganku.
“Itulah Bang, karena ada artis, makin pamer lah mama ini, karena banyak yang komentar dan like di postingan nya dan bilang mama hebat, makin dia, makin heppot sampai nyewa tas bermerek kata si Lasria,” ujar Candra terlihat putus asa.
“Jangan marah Can sama tante, dari sini aku bisa baca kalau tante itu hanya ingin pengakuan dari orang lain”
“Itulah yang aku bilang Bang, Ngapain mama malu miskin yang mesti malu itu, sudah miskin, tapi berlagak sok kaya dan banyak gaya, kayak mama ini”
“Dulu tante tidak separah ini Can …”
“Maka itu bang, saat pesta kami kata si Lasria, postingan mama banyak yang hujat, ya, mungkin benar kata abang mama hanya ingin mendapat pengakuan dari orang-orang kalau dia tidak miskin,” ujar Candra.
“Siapa yang membawa tante ke sini?”
“Maminya Tivani pernah mengajak mami sekali, tetapi belakangan mami jadi ikut-ikutan, malah maminya Tivani yang gak ikut, mungkin dia malu melihat besannya yang bersikap sok kaya,” ujar Candra.
“Bagaimana hubunganmu dengan Tivani?”
“Dia berjanji akan membantu biaya pengobatan bapak dan biaya kuliah Lasria”
“Lalu … maksudnya?” tanyaku penasaran arti dari ucapannya.
Sudah lupakanlah Bang,” ujarnya mengalihkan wajahnya.
‘Apa dia ingin bilang kalau pernikahannya dengan Tivani hanya sekedar karena uang’ pikirku dalam hati
Candra dan Tivani akhir nya memutuskan tinggal di Bali, alasan Candra menuruti permintaan Tivani karena kelakuan tante yang memanfaatkan keluarga
%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%%