Pariban Jadi Rokkap

Pariban Jadi Rokkap
Jodoh yang terduga


Jakarta,


Satu tahun kemudian.


Netta akhirnya menjadi seorang Dokter, setelah menyelesaikan Koas di Jakarta, ia saat ini bekerja disalah satu rumah sakit swasta ternama di Jakarta.


Rudi sudah resmi jadi seorang anggota polisi berkat bantuan Beny, dan berkat kemampuan dan kepintarannya ia lolos, karena saat tiba di Jakarta, ia mendapat tes ulang lagi dan akhirnya lolos juga tanpa ada kendala.


Saat ini, ia bertugas di Polres Depok, tapi saat kami menawari untuk tinggal di rumah kami, baik di rumah Mami, ia menolak, memilih tinggal di rumah tulang Gres, kebaikan tulang Gres pada Netta dan pada keluarganya ia bayar juga dengan tinggal di rumah tulang Gres.


Dari semua saudara Mami yang paling miskin tulang Gres, tapi ia memilih di sana dan menganggap tulang itu sebagai bapak,  dan mengaku pada teman-teman polisinya kalau tulang Gres lah bapaknya, tidak ada gengsi dan tidak merasa malu, pekerjaaan tulang hanya penambal ban, dan istrinya jualan sayur di pasar.


Lae Rudi pulang tugas akan membantu tulang kerja, dan sebelum berangkat tugas, ia mengantar belanjaan ke pasar, salut padanya, ia anak yang tidak lupa diri. Hidup  keras dan dan mendapat didikan dari keluarga menempa laeku adik Netta jadi pribadi yang kuat.


Aku dan Netta masih tahap menunggu dengan sabar, menunggu hal yang paling besar dalam rumah tangga kami, aku percaya tidak ada yang mustahil bagi Tuhan, asal kita percaya dan berusaha.


Lelah pasti ada, karena aku melakukan banyak pengobatan, bahkan ke Negeri Tirai Bambu China kami juga lakukan, tapi belum ada hasil, tapi tidak mengapa, aku akan tetap kuat dan sabar dalam menunggu, karena cinta Netta dan dukungannya yang selalu membuatku bersemangat.


Saat duduk santai di luar Netta ikut duduk, pipinya saat ini makin sedikit berisi, karena ia makan banyak vitamin dan minum obat penyubur, obat-obatan yang ia minum mempengaruhi berat badannya, jadilah pipinya saat ini seperti bakpao.


“Bang, kita ke rumah Mami iya besok , kita diminta datang,” ujar Netta malam itu.


“Untuk apa?” Tanyaku.


“Entalah, tadi eda Eva  bilang tentang ada tamu yang akan datang ke rumah mami,” ujar Netta.


“Iya, boleh tapi-“


“Sudah, tidak apa -apa Bang, kuatkan hatimu apapun kata Mami,” ujar  Netta mengedipkan matanya.


Sebenarnya  bukan diriku yang aku khawatirkan, justru dirinya yang aku khawatirkan, aku tidak ingin Netta sakit hati  mendengar permintaan mami dan keluarga yang lain, walau mami  sudah  banyak berubah tetapi masih ada sifat lama itu juga.


“Baiklah,” jawabku pasrah.


Besok harinya,


Tapi saat kami ingin ke rumah Mami, di jalan ada pemandangan yang membuat kami saling menatap dengan bingung, tidak tahu mereka kapan memulainya.


Arnita tampak terlihat bersama Putranya bersama seorang lelaki yang membuat kami bingung, sosok lelaki itu tak lain adalah lelaki yang pernah aku hajar, bahkan aku penjarakan, tak lain adalah Arjuna, ayah dari anaknya lelaki yang dulu pernah merusaknya.


“Apa yang terjadi?” Tanyaku menatap tidak percaya.


“Kapan mereka  mulai menjalin hubungan lagi?” Tanya Netta.


“Gak tau ….” Kami menghentikan mobil dan memperhatikan mereka bertiga. Ayah, ibu, anak.


“Mereka sepertinya sangat dekat Bang.”


“Takdir seseorang tidak ada yang tahu Dek, kalau aku tahu dia akan jadi Jodoh Arnita, aku tidak akan merusak burungnya, aku tidak tahu apa itu sudah sembuh apa belum, kasihan Arnita kalau burung Arjuna tidak hidup lagi,” ujarku.


Saat kami tiba di rumah, ternyata keluarga Arjuna sudah ada terlebih dulu di rumah Mami, ingin melamar Arnita untuk yang kedua kalinya dengan situasi yang berbeda, Mami dan Papi terlihat sudah dapat menerima Juna.


“Jonathan… keluarga dari Arjun datang lagi nak,” kata Papi  merasa tidak enak melihatku , biar bagaimanapun pasti ada hubungannya denganku dan masa laluku, karena Arjuna  pernah berusaha menghancurkan hidupku.


Bahkan aku pernah memasukkannya ke penjara dan bukan hanya itu, aku juga memberinya pelajaran  meminta Jimmy merusak aset, miliknya tetapi apa ini?


Sekarang aku serba salah, saat ini siapa yang akan memaafkan siapa? Aku masih diam, Netta menyenggol tanganku .


“Jawab saja Bang,” bisik Netta.


“Tidak apa-apa Pi, kalau dia bisa menjaga Nita dengan baik dan Papi, mami, Nita juga sudah bisa menerimanya kenapa tidak, aku hanya bisa mendukung,” ucapku kemudian.


Tidak berapa lama mereka bertiga datang ayah ibu dan anak.


“Tan” ucap Juna, ia datang dan merangkulku dan juga minta maaf, tidak di duga Arnita  melakukan hal yang sama membuat aku kaget degan sikapnya  dewasa mereka.


‘Apa nanti tidak ada masalah lagi? Bagaimana dengan Mikha?’ tanyaku dalam hati.


“Abang tolong beri restu, Nita minta maaf sama abang dan eda juga.” Juna dan Nita melakukannya padaku dan Netta, aku bukan penghalang kebahagian orang lain, aku merestuinya, dan Netta juga sudah memaafkan mereka.


Arjuna anak satu-satunya di keluarganya, saat pertama aku menolak. Ia berubah dan meminta maaf pada Arnita, lalu meminta maaf pada mami dan papi, lalu setelah mendapat lampu hijau dari papi Arjuna meminta orang tuanya melamar Arnita, maka kedatangan mereka saat ini ke ruma kami bertujuan melamar Arnita jadi istri Juna, lelaki yang menjadikannya  jadi seorang ibu di usianya yang masih belia.


Sebenarnya hal yang baik karena anak semata wayangnya mendapatkan bapak biologisnya.


“Walau anak  kami ini bukan anak gadis lagi, tetapi kami ingin dia dipestakan dengan adat Batak, apa ibu dan bapak setuju?” Tanya Papi saat acara berlangsung.


“Kami setuju Pak, apapun yang  terbaik akan kami terima,” jawab  orang tua Juna dengan sopan.


Ternyata  Juna dan Arnita kembali menjali hubungan di belakang kami, menurut cerita, Arnita tadinya ia selalu menolak Juna, karena lelaki itulah yang telah menghancurkan hidupnya, tetapi lelaki itu tidak menyerah, ia selalu datang walau sudah di tolak bolak balik, terakhir ia datang  ke rumah meminta maaf pada  mami dan papi, semua itu Juna lakukan demi putranya, setelah berapa lama berjuang mengejar  Arnita, pada akhirnya  ibu satu anak itu luluh juga, ia menantang Juna membawa keluarganya menemui orang tuaku.


Takdir hidup dan takdir cinta seseorang sepertinya rahasia  Tuhan, kalau aku tahu mereka akan berjodoh aku tidak akan memukulinya saat itu.


Bersambung ….


KAKAK  JANGAN LUPA KASIH KOMENTAR DAN PENDAPAT KALIAN DI SETIAP BAB DAN JANGAN LUPA JUGA


LIKE,  VOTE DAN KASIH  HADIAH


Terimakasi untuk tips ya


Baca juga  karyaku yang lain


-Aresya(TERBARU)


-The Cured King(TERBARU)


-Cinta untuk Sang Pelakor (Tamat)