
Bersambung …
Wanita kalau sudah marah memang terkadang menakutkan, mami sangat marah sama Mikha, makanya ia mempermalukan wanita di depan banyak orang ternyata ada hal yang lebih menakutkan dari kemarahan seorang wanita.
Setelah menabrak seorang petugas kebersihan wanita, Mikha dengan panik melarikan diri, sebelum kelualr dari bandara rupanya, seorang polisi sudah mencegatnya di pintu masuk, aku juga melihat berita di media online, kalau ia terpaksa di borgol karena melawan sama polisi.
‘Kok … bisa semuanya kebetulan begitu, seperti sudah direncanakan apa yang terjadi?’ tanyaku dalam hati saat pulang dari bandara, kakak Eva dan mami juga menolak pulang bersama kami, menurutku ada seseorang mengendalikannya.
Tadi, saat kejadian Kak Eva, terus saja merekam Mikha dan mengajak orang-orang yang berkerumun itu untuk memprokasi Mikha dengan dengan teriakan dan hinaan, hingga Mikha marah, lalu menabrak seseorang, kecurigaanku yang lain, karena petugas medis sudah datang dalam hitungan menit untuk menolong orang yang ditabrak Mikha.
Setelah beberapa jam, sampai di kantor aku akhirnya mengetahui semuanya.
Ternyata semua itu rencana kakak Eva dan gengnya yang ingin memasukkan Mikha ke penjara. Aku tahu, saat menelepon Netta, tadinya ingin mengabari yang terjadi, hari itu pada Netta, bukannya Netta yang terkejut, malah aku yang dibuat shock, rupanya si borneng ada dalam rencana tersebut.
“Dek, apa kamu tahu kalu Mikha-”
“Aku tahu Bang,” potong Netta.
“Oh, kak Eva sudah memberitahukanmu?”
“Bukan, karena aku juga ikut di sana tadi”
“APAAA!?”
“ Aku dan eda ingin, memberinya pelajaran”
“Astaga, jadi apa yang terjadi di bandara sudah direncanakan sama kalian?”
“Ya … karena pak Beny bilang, pria yang menjadi kekasih Mikha seorang pejabat dari kepolosian tidak akan di proses aduan yang kita buat, karena dia simpanan yang pangkatnya lebih tinggi. Jadi, kami menyusun rencana itu”
“Maksudnya … ka-kamu ikut menyksikn kejadian di bandara tadi?” Tanyaku panik.
“Ya, orang yang membawa wanita yang ditabrak itu aku, Tivani, sama Candra”
“Astaga Netta! Kamu di mana sekarang?” Aku panik.
Ternyata semua yang terjadi di bandara skenario yang di susun Tivani, Kak Eva, Netta, Arnita. Pantas saja tiba-tiba banyak orang berkerumun meneriaki dan melempari Mikha untuk membuatnya panik.
“Jadi Bagaimana dengan wanita yang ditabrak itu?” Tanyaku lagi.
“Tidaka apa-apa, kita sudah mengantipasinya, agar tidak mengalami luka serius”
“Itu juga team kalian juga?”
“Tivani memberinya uang”
“Astaga Netta, itu berbahaya sama saja kamu berbohong padaku, kamu di mana?”
“Di rumah kita”
“Apaaa?”
Setelah mengantar papi ke rumah, tadi, aku kembali ke kantor, mendenngar Netta ada di rumah kami, aku pulang dan langsung ke rumah, ternyata di sana sudah ada Tivani, Candra, Arnita,Kak Eva dan Netta.
Memang selama beberapa hari ini aku tinggal d rumah mami sama si Milon, karena Netta berangkat duluan ke Bali, ternbyata Netta sama Tivani kembali lagi dan merencanakn semuanya, saat kejadian itu Netta dan Tivani ada di Bandara.
“Astaga Can, kalian itu sudah layak mendapat piala oskar karena akting kalian semua bagus,” ucapku .
Antra marah, takut dan terkejut bercampur jadi satu, karena aku dan Juna tidak mengetahui sedikitpun rencan mereka, menurutku itu sangat berbahaya.
“Papi tidak tahu kalau itu rencana kakak Eva?”
“Tidak tahu, kalau papi dan ito tahu yang ada berantakan semuanya, aku hanya tidak ingin wanita jahat itu merusak rumah tangga adik-adiku, apa lagi sampai beberapa kali memberi ancaman sama Arnita. Juna tidak cerita, kan, kalau rumah mereka di lempari kotoran sama orang yang tidak di kenal,” ujar Kakak Eva.
“Lalu bagaiman dengan mami …. Apa dia tahu rencana kalian?”
“OH … mami aktris pemeran utamanya,” ujar Arnita tertawa.
“Astaga … kalian.” Aku sangat kaget.
“Kalau kami tidak melakukan itu, dia akan berkeliaran, jadi mahluk jahat seperti dia harus dikurung,” ujar Kakak Eva.
“Aku memang sengaja, agar tuntutan hukumnya semakin berat,”ujar Kak Eva.
“Ya, mpun Kak, kalau kakak dan mami sampai ditabrak benaran bagaimana?” Tanyaku tidak habis pikir dengan ide nekat mereka.
“Semua itu sudah kami perhitungkan, maka itu aku menjauh dari mami dan meminta orang untuk menjaga mami”
“Abang tidak menyadari kami berdua , padahal aku dan Tivani, datang sebagai petugas medis,” ujar Netta.
Aku merasa seperti orang bego, ketika mereka bercerita kalau yang terjadi sudah direncanakan Kakak Eva, mereka ingin menyingkirkan pelakor dengan cara yang ektrem.
Aku menelepon Juna, papi dan mami meminta mereka datang, karena apa yang mereka lakukan sudah sangat berbahaya menurutku.
Beny ternyata ikut membantu mereka jadi polisi yang menangkap Tivani di bandara anak buah Beny.
Tivani masih menyembunyikn petugas kebersihan yang Mikha tabrak, dala surat laporan yang di lakukan Tivani pada polisi ia mengalami patah tulang dan geger otak, dan bukti itu sudah dilihat anak buah Bany, ternyata tidak parah, darah yang menetes dari kepalanya ternyata darah yang sudah dipersiapkan sebelumnya.
‘Astaga … astaga’ ucapku dalam hati.
Aku masih tidak percaya dengan apa aku dengar dari mereka semua.
Semua itu tidak terjadi kalau saja Mikha di periksa polisi saat kami melaporkan atas ancaman yang d lakukan pada Arnita, ternyata setelah kami buat laporan, Beny melihat berkas laporan itu dia ambil seorang polisi atas perintah seseorang, itu artinya aduan kami tidak akan di proses.
“Astaga, ini membuatku shock, aku tidak percaya kalian membahayakan nyawa kalian,” ujarku.
*
“Aduh Mi, kamu nekat bangat … bagaimana kalau wanita itu menabrak kalian,” ujar papi, ia lebih panik dari aku.
“Mami kan sudah diajari mereka sebelumnya, makanya saat Mikha masuk ke dalam mobil, saat mereka meneriaki dengan sebutan palakor, mami kan menjauh”
“Kenapa Mi, kenapa mau?” Tanyaku lagi”
“Dengar ya … aku tidak mau lagi wanita itu menghancurkan hidup anak-anakku, dia pantas di penjara lagi,” ujar mami.
“Kakak Eva layak mendapat julukan pembasm pelakor paling berani sejagat raya,” ucapku kesal.
“Ya, nanti kami akan buka layanan pembasmi pelakor,” balasnya lagi.
Apa yang di lakukan Kak Eva berhasil, kejadian di bandara menjadi viral di media sosial, melihat kabarnya sudah menjadi tranding pejabat yang tadinya mash melindungin Mikha akhirnya cuci tangan ia tidak mau terlibat, maka kasus tabrak lari yang dilakukan Tivani dan pesan ancaman itu, akan diproses secara hukum dan akan dilimpahkan kekeJaksaan.
Bersambung ….
KAKAK JANGAN LUPA KASIH KOMENTAR DAN PENDAPAT KALIAN DI SETIAP BAB DAN JANGAN LUPA JUGA.
Bantu share ya Kakak.
Fb Pribadi: Betaria sona Nainggolan
FB Menulis; Nata
Ig. Sonat.ha
LIKE, VOTE DAN KASIH HADIAH
Baca juga karyaku yang lain
-Aresya(TERBARU)
-The Cured King(TERBARU)
-Cinta untuk Sang Pelakor (Tamat)
-Menikah dengan Brondong (Tamat)
-Menjadi tawanan bos Mafia (Tamat)
Bintang kecil untuk Faila (tamat)