
Dalam traktiran ulang tahun lae Rudi, ada satu hal yang menyentuh hati, tentu merasa bangga padanya kerena ia lae kandungku.
Saat memberi ucapan ulang tahun untuk lae.
Nantulang Gres, mengucapkan selamat ulang tahun untuk lae Rudi, tetapi membuat hati kami semua tersentuh. Mulai dari pendidikan polisi Lae Rudi memang memilih tinggal di rumah tulang Gres, keluarga yang kurang beruntung dalam ekonomi, bahkan untuk tempat mereka tinggal juga kurang nyaman, tetapi bagi lae Rudi itu bukan masalah, karena dia di kampung juga mengalami hal yang seperti itu, bahkan jauh lebih buruk. Itu malah membuat mentalnya semakin tidak lemah malah semakin kuat.
Walau jaraknya lumayan jauh dari tempat, ia bekerja ia memilih tetap di sana.
“Selamat ulang tahun ma amang, terimakasih lah karena kamu mau tinggal di rumah kami, tadinya inang nguda pikir setelah kamu ditugaskan dan sudah dapat gaji kamu akan pindah dari rumah kami, ternyata tidak…. kehadiranmu di rumah kami mengubah hidup kami, terlebih adik-adikmu.
Dulu mereka selalu di jauhi teman temannya di sekitar rumah, di anggap rendah, di buli di sekolah, tetapi sekarang setelah tema-temannya tahu kalau abangnya polisi, mereka tidak memusuhinya lagi,” ujar nantulang.
Jadilah berkat bagi saudaramu, bagi orang sekitarmu.
Lae Rudi melakukan itu keluarga tulang ku tidak lagi di kucilkan tetangga, karena lae Rudi mengaku ke tetangga kalau dia anak pertama tulangku.
“Ya, tidak ada lagi preman yang berani memalak bengkel bapa uda,” ujar tulang.
Lae Rudi hanya mengangguk , ia tadinya tidak mau orang mengetahui ulang tahunya.
“Jadi Bapak Rudi lah ito di panggil bukan bapak Gres?” Tanya tante Ros tertawa.
“Ya, semua tetangga kami yang baru, tahunya dialah anak pertama,” ujar nantulang.
Sebenarnya aku salut sama lae Rudi, biasanya kalau sudah polisi gengsinya tinggi, seperti kebanyakan teman yang aku kenal, kalau sudah memakai seragam polisi sombongnya selangit.
Lae Rudi tidak, ia tidak seperti kacang yang lupa akan kulitnya, bisa saja ia mengontrak sendiri yang lebih dekat, Tidak harus cape cape jauh jauh untuk berangkat tugas.
Namun, ia sadar keluarga bapa udanya membutuhkannya, pulang dari bertugas ia akan ke bengkel, pagi-pagi ia akan mengantar adik-adiknya ke sekolah.
Jadi, anak-anak tulang semuanya jadi penurut belajar dari lae Rudi.
“Gres … senangnya kamu ada Rudi di rumah?” Tanya mami sama paribanku Gres , ia anak remaja yang duduk di bangku kelas tiga SMP, wajahnya mirip Netta dia juga anak satu-satunya.
“Senang bangat Bou,” ujarnya dengan mata berkaca-kaca.
“Jangan nangis kamu Nang … katakanlah apa yang ingin kamu katakan sama Abang mu,” ujar bapa uda,
“Terimakasih Abang, sudah tinggal di rumah kami, terimakasih sudah menjadi abang yang baik untuk kami. Hidupku berubah setelah ada abang di rumah kami, dulu tetangga sering menghina mama , bapa, kami juga tetapi sekarang mereka takut,” ujarnya sesenggukan
Ucapan Gres sukses membuat Netta berurai air mata, bagaimana tidak, apa yang dialami Gres begitulah dialami mereka di kampung.
Sering sekali mendapat perlakuan yang semena mena dari orang orang, sadar akan ketidakmampuan melawan, akhirnya cuma bisa mengalah dan bersabar. Kadang hatinya sangat sakit saat di buat seperti itu.
“Jangan menangis Nang, bapa uda jadi ikut sedih ,” ujar tulang dari Bandung.
“Memang apa yang dilakukan teman-temanmu di sekolah, kamu di buli?”
“Dulu bapa uda, tetapi sekarang tidak lagi,” ucapnya polos.
“Memang apa yang dilakukan abang mu di sekolah Maxel, kenapa temanmu jadi takut samamu?”
“Abang menghajar mereka semua.”
“Haaa?” Netta kaget. Ia melotot pada Lae Rudi.
“Badan mereka besar- besar To, aku ajak mereka bertanding sepak bola, kalau kalah akan ku hajar. Mereka kalah dan aku hajar.”
“Kok bapa tidak tahu,” ujar bapa uda ikut kaget.
Lae Rudi sadar kalau ia pernah di posisi mereka, karena itulah ia memilih tinggal di sana, kalau Gres dan ketiga adiknya tidak diajak ke rumah kami. Keluarga tidak akan tahu kalau keluarga tulang pernah mengalami hal seperti itu.
Tulang itu bukan tipe orang yang mau meminta-minta pada saudaranya, dan ia juga tidak mau mengeluh pada keluarga. Karena itulah kita semua tidak tahu kalau ada hal seperti itu dulu di keluarga tulang Gres.
“Kamu adalah berkat untuk adik-adikmu Mang, jangan pernah berhenti berbuat kebaikan,” ujar bapa uda.
Mendengar cerita tentang Gres , aku merasa kasihan, aku memang tidak pernah merasakan apa yang dirasakan Gres, karena dari kecil aku tidak pernah merasa kekurangan, hidupku selalu berkecukupan, tetapi dari keluarga Gres terlihat jelas ada ketimpangan dari saudara-saudara mami.
“Aku ingin membeli ponsel baru nanti untuk Gres, mau model apa?” tanyaku.
Matanya menatapku dengan kaget, karena selama ini ia tidak diperbolehkan pegang ponsel sama tulang.
“Boleh gak Ma?”
“Boleh … asal kamu ingat melakukan pekerjaan rumah,” ujar nantlaung.
Mereka ber empat dapat hadiah dan bantuan dari keluarga kami yang hadir saat itu, beruntung lae Rudi mengajak mere ber empat ke rumah kami, semua keluarga mengenal mereka.
Tuhan selalu menolong setiap hambaNya dengan caranya, bukan keinginan kita yes … itu benar.
Dia akhir acara kami mendapat banyak doa dari keluarga, saat berbincang santai menjelang sore, bapa uda Candra menelepon papi kalau si Candra pergi dari rumah usai pesta.
Bapa udah mencarinya dan menelepon papi. “Kok jadi pengantin pria yang kabur bukan wanita,” ujar Kak Eva.
“Begitulah kalau dipaksakan, aku juga sudah bilang sama si Rita, pikirkan lagi, ngotot dia rasakan lah.
Terkadang satu suku saja di jodohkan belum tentu cocok, apa lagi dengan beda suku, kecuali kalau mereka yang saling mengenal,” ujar mak tua dari oppung kakak beradik.
Kalau biasanya di sinetron ikan terbang, pengantin wanitanya yang kabur sebelum malam pengantin, tetapi ini beda, prianya yang kabur, entah apa yang akan terjadi selanjutnya, hanya perlu mendengar kabar selanjutnya.
Bersambung ….
KAKAK JANGAN LUPA KASIH KOMENTAR DAN PENDAPAT KALIAN DI SETIAP BAB DAN JANGAN LUPA JUGA.
Bantu share ya Kakak.
Fb Pribadi: Betaria sona Nainggolan
FB Menulis; Nata
Ig. Sonat.ha
LIKE, VOTE DAN KASIH HADIAH
Baca juga karyaku yang lain
-Aresya(TERBARU)
-The Cured King(TERBARU)
-Cinta untuk Sang Pelakor (Tamat)
-Menikah dengan Brondong (Tamat)
-Menjadi tawanan bos Mafia (ongoing)
Bintang kecil untuk Faila (tamat)