Pariban Jadi Rokkap

Pariban Jadi Rokkap
Keributan saat subuh


Tante  datang dengan bapa uda dan Edo, sebenarnya aku tidak   mengharapkan mereka datang bertamu subuh- subuh seperti itu.


“Mana dia, Ha!?”


'Nenek lampir pasti akan bikin keributan lagi'aku membatin.


“Tante pelan kan suaramu nanti mami bangun” kataku dengan suara pelan.


“Aku ingin melihat Candra”


“Mama jangan  teriak-teriak, ini masih subuh, orang masih tidur” Edo berdiri di samping tante.


“Harusnya tidak usah datang sekarang Do, aku kan sudah bilang sama si Lasria untuk membawanya ke rumah mami”


“Mama ini yang paksa, aku sudah bilang biar besok datang”


Sementara bapa udah hanya diam, wajahnya  semakin  terlihat tua dan tertekan.


“Dia dimana?”


“Inang nguda  tenang, duduk dulu”


“Bagaimana aku bisa tenang kalau anakku gila”


Mendengar suara-suara ribut Kak Eva juga turun.


“Candra ada di kamar atas Tan, tidak usah suaranya keras-keras!”


“Kamu dari dulu memang tidak ada sopan Ya,  kamu suruh-suruh orang tua diam”


“Tidak tahu ah .”Ia duduk di kursi.


Mendengar suara-suara  yang  ribut, mami juga akhirnya  terbangun , bukan hanya mereka, Arkan anak kakak Eva juga bangun, mereka semua keluar dari kamar masing-masing dan berkumpul di ruang tamu.


“Ada apa?” Papi terlihat bingung.


Netta juga  turun, ia berdiri di sampingku.


“Tanyakan pada mereka berdua kenapa  Candra bisa bersama mereka”


“Hmmm … mulai lagi,” ujar ku kesal.


Ia  tidak tahu aku dan Netta sampai bergadang demi membawa Candra dari tempat hiburan malam.


“Loh … bou, kami yang menyelamatkannya dari sana,” ujar Netta.


“Aku tidak tahu apa yang kalian berdua rencanakan”


Aku sempat  mau emosi, tetapi papi melarang ku,  orang kalau sudah di penuhi kebencian dan kecurigaan pada orang lain,  matanya akan tertutup dengan kebenaran, aku tidak tahu sampai kapan tante akan marah pada kami berdua.


“Aku tidak tahu apa permasalahannya, ada sebenarnya?” Tanya papi.


“Kami membawa Candra dari bar, tante harus senang kami membawanya pulang”


“Kalau kalian benar-benar menolongnya, harusnya membawa dia ke rumah kami, bukan menyembunyikannya di sini”


“Astaga  ini orang benar-benar.” Bapa uda kehilangan kesabaran juga , ia menarik tangan tante dan memintanya duduk.


“Astaga Tan … eda sama ito, sampai tidak tidur demi menjemput si Candra, eda pulang kerja di telepon si Candra lalu mereka menjemputnya, kalau saja  mereka tidak datang  mungkin dia sudah habis di hajar preman”


“Preman apa?” Tante panik.


“Wajah Candra babak belur dia dipukuli orang ,” ujar Kak Eva, seperti biasa kakakku yang selalu maju paling depan jika ada yang mencoba menyakiti perasaan keluarga kami


Mendengar anaknya terluka ia berlari ke kamar atas, di mana Candra berbaring dengan jarum infus tergantung di samping tubuhnya.


Melihat tante naik ke atas yang lain juga  ikut naik.


“Aduh …. Candra kenapa jadi seperti ini Mang, kenapa kamu permalukan mamamu!” Ia menangis.


“Tan, biarkan istirahat, ayo kita bicara tentang kondisinya”


“Siapa yang melakukan ini sama anakku? Siapa?”


“Bohong! Dia tidak pernah masuk ke tempat begituan, aku selalu mengajari  semua anak-anakku agar tidak pernah menginjakkan kaki di tempat terkutuk itu,” ujarnya, omongan tante seolah-olah menyindir kami bertiga . Di masa lalu aku dan Arnita memang sering  ke diskotik, Kami selalu menikmati hiburan itu bila lagi ada beban pikiran dan sebagai gaya hidup.


Tetapi itu dimasa lalu aku sekarang sudah berubah dan Arnita juga sudah berubah, Kami sudah menjalani bagaiman hidup yang beradap,bagaimana menjaga kehormatan keluarga,bagaimana memperlakukan sesama, bagaiman cara berterima kasih pada orang yang telah mensupport kita. Kami belajar dari kesalahan, kesalahan di masa lalu adalah pelajaran yang ber harga kami jadikan.


“Terserah Tante kalau tidak percaya”


“Dia memakai narkoba!” Ujar Netta.


Seketika ruangan itu  hening, semua  mata menatap Netta dengan tatapan tidak percaya.


“Bohong!” Tante menggeleng tidak percaya.


“Eda dokter tante, jadi dia bertanggung jawab dengan apa yang dia ucapkan”


“Kebetulan alat -alatku tidak di sini, aku sudah mengirim sempel darahnya ke rumah sakit melalui ojek, untuk memastikan kita tunggu saja hasilnya. Ini hasil pemeriksaan yang aku dapatkan.” Netta memberikan catatan pemeriksaan pada tante, entah apapun yang di tulis si borneng dalam kertas itu  … aku tidak bisa membacanya, tetapi Kak Eva dan  tante sebagai tenaga medis tahu. Tante menutup  mulutnya dan menangis hancur.


“Puas kamu, jika terjadi sesuatu pada Candra, aku tidak akan tinggal diam”


“Apa! Kamu ingin menyalahkan ku lagi? Teriaknya marah”


“Ya, aku akan pergi jika kamu bersikap seperti ini lagi,” ujar Bapa uda mereka bertengkar hebat di rumah kami.


“Edo, hanya diam, ia tidak ingin membela mamanya ataupun membela bapaknya


“Aku hanya ingin memberikan  yang terbaik untuk anak-anakku”


“Hentikan omong kosong mu aku muak mendengarnya,” balas bapa udah, ia keluar dari kamar meninggalkan inang uda.


“Sudah duduklah dulu tidak ada gunanya saling menyalahkan,” ujar papi, ia meminta Bi Atun bikin kopi, seisi rumah jadi bangun mendengar suara tante yang teriak-teriak.


“Bapa uda, kata Netta sepertinya dia baru beberapa kali mengkonsumsinya, aku menduga di paksa sama berandalan itu”


“Apa kita bisa ke tempat itu lagi Bang?” Edo emosi.


“Mau ngapain Do? Sama saja kamu masuk ke kandang macan”


“Bagaimana kalau mereka  mencari bang Candra lagi”


“Kalau dia tidak nongol lagi di tempat itu, tidak akan  ada masalah”


“Netta bilang sebelum terlambat sebaiknya langsung dapat penangangan, sebelum tubuhnya ketergantungan,dalam tahap ini masih besar kemungkinan bisa memulihkan dia dengan cara terapi pikiran,makanya dia jangan terlalu di tekan dengan membebani dia, memaksa menjawab pertanyaan kalian dulu.


Sebisa mungkin harus di kasih semangat hidup, saling mendoakan lah kita biar segala yang terbaik untuk dia ”


Bersambung....


KAKAK  JANGAN LUPA KASIH KOMENTAR DAN PENDAPAT KALIAN DI SETIAP BAB DAN JANGAN LUPA JUGA Untuk share ke media sosial kalian, kakak juga bisa mampir ke akun Facebookku


Fb Pribadi: Betaria sona Nainggolan


FB Menulis; Nata


Ig. Sonat.ha


Selalu LIKE,  VOTE DAN KASIH  HADIAH


Baca juga  karyaku yang lain


-Aresya(TERBARU)


-The Cured King(TERBARU)


-Cinta untuk Sang Pelakor (Tamat)


-Menikah dengan Brondong (Tamat)


-Menjadi tawanan bos  Mafia (ongoing)


Bintang kecil untuk Faila (tamat)