
Tidak terasa kehamilan Netta sudah memasuki usia lima bulan, semester yang sudah mulai aman, tiap hari perasaan selalu sangat gembira, Netta selalu terlihat happy di masa ke Hamil nya. Jika kebanyakan wanita hamil akan manja dan ingin di Sayang sama suami, hal itu tidak berlaku, untuk Netta, ia menyebut dirinya hamil kebo entah apa artinya aku tidak tahu.
Tetapi aku jangan tanya ... timbangan tubuhku naik drastis, perutku sama perut Netta sama- sama buncit, kalau Netta peru besar karena hamil, kalau perut besar mirip orang cacingan.
“Hasian anak kita, cowok apa cewek, kamu bilang bulan ini, mau kasih tahu jenis kelaminnya,"bujukku sama Netta.
“Bang, kan cewek sama cowok itu kan sama saja”
“Ya, tapi aku penasaran, anakku cowok apa cewek ya,” ujarku mengarahkan wajahku ke perut buncit Netta.
“Nanti saja biar kejutan”
" Tapi aku tidak sabar lagi
"Ya, sudah coba tebak ....?"
“Tapi kalau merasa tendangannya sepertinya laki-laki, baru lima bulan tapi gerakannya sudah berasa kalau di sentuh, aku yakin dia jagoan”
“Kalau dia tenaganya kuat seperti bounya Arkan bagaimana?” ucap Netta ketawa.
“Ya juga … berarti apa dong?”
“Nanti Bang, sabar”
Kali ini, bukan hanya mamanya yang selalu bikin penasaran, anak juga sudah bikin bapaknya penasaran, sampai saat itu Netta belum memberitahukan jenis kelaminnya.
Karena aku selalu penasaran, akhirnya Arnita dan kakak Eva punya ide mengadakan sebuah party ala-ala kekinian yang biasa di lakukan orang-orang luar negeri.
Hari ini mereka datang ke rumah kami, kami memang selalu berkumpul setiap minggu kadang mereka yang datang ke rumah kami, terkadang kam yang datang ke rumah mami.
“Ya, ampun Ito …! perut buncit bangat, jadi ito yang terlihat hamil,” ujar Arnita.
“Dia makannya Da, gak kira-kira bisa lima kali satu hari, belum lagi cemilan”
“Ih, jelek nanti, baru bapak satu anak badannya sudah kayak om-om pasar,” ujar mami meledek.
“Nanti juga kurus Mi, kalau menantu mu sudah melahirkan, perutku pasti ikut kempes”
“Apa hubungannya … perutmu ya perutmu, dia yang melahirkan kok kamu kurus, lihat papi itu, sudah punya cucu mau lima badannya tetap bagus,” ucapnya lagi.
“Baiklah Nyonya … nanti ku kurangin lagi”
Berdebat dengan mami aku akan selalu kalah, lebih baik aku diam, biar gak panjang urusannya, ku meninggalkan mami yang mengoceh di dapur, aku ke halaman.
“Memang Ito Arkan saat hamil tidak periksa jenis kelamin?”
“Aku periksa, kenapa ito?”
“Edamu gak mau kasih tau”
“Biar jadi kejutan nanti,” jawab Netta.
“Bagaimana kalau kita bikin acara Gender Reveal Party,” ujar Arnita.
“OH … bagus itu Dek, aku padahal pengen bangat dari anak pertama bikin cara begituan, tapi mertuaku, baru dua buan saja sudah nanya jenis kelaminnya sama dokternya langsung”
“Aku juga kak, aku ingin kayak di film-film luar negeri gitu”
“Bagaimana Da?”
“Boleh,” jawab Netta.
“Kapan sekarang saja ya”
Mereka bertiga kompak menyoraki karena tidak sabar, jujur, aku memang tidak sabar, terkadang aku selalu melihat kebiasaan Netta. Kata orang kalau banyak makan daging anaknya laki-laki, Netta lebih sering makan ikan yang di bakar dari pada daging, lalu katanya kalau sering dandan anaknya akan perempuan, Netta seperti biasa, hanya dandan sekedarnya saat mau berangkat kerja, jadi aku tidak menemukan petunjuk yang signifikan.
“Bukan sekarang ito, nanti saja hari Sabtu, biar aku yang mengurus semuanya, nanti aku akan undang semua teman-temanku.” Arnita sangat bersemangat.
“Kita akan adakan pesta meriah.” Kak Eva ikut bersemangat.
Papi dan Lae Arkan hanya tersenyum, tidak mengatakan apa-apa saat mereka merencanakan semuanya.
“Kita undang semua keluarga juga bisa”
“Jangan, gak usah banyak keluarga yang ada nanti pada nyinyir, aku paling malas dengan pemikiran yang kuno, pasti mamak tua Bekasi bilang begini; Ngapain pala bikin-bikin begini … ini bukan budaya kita … ah repot gak usah,” ujar Arnita
Papi tidak mengatakan apa-apa, ia hanya mendengar dan menyimak dulu, tetapi giliran mami datang dari rumah, langsung rusak suasana.
“Mau bikin apa tadi kalian bilang?”
“Gak usah ada party party an,” ujar mami.
“Eee … mami langsung norak kan”
“Lagian mana ada acara kek gitu-gituan, nantinya ada acara mambosuri( tujuh Bulanan) tidak ada pala party”
“Aku, kakak , Eva itu yang akan melaksanakan. Mami hanya duduk manis saja menikmati,” ujar Arnita.
“Kalian itu buang-buang saja”
“Mami jangan mengukur semuanya dengan uang, ini hanya ungkapkan rasa senang keluarga kita”
“Begini ya Mi, mami penasaran gak cucu mami jenis kelaminnya apa?”
“Pasti laki-laki”
“Dari mana mami tau?”
“Melihat wajah Edamu, mami bisa tau”
“Salah,” ujar Arnita.
“Maka itu Mi, ito penasaran dengan jenis kelaminnya, maka itu , kita ingin kasih tunjuk nanti hari Sabtu”
“Tinggal kasih lihat saja hasil usg nya ngapain harus di tahan-tahan sampai Sabtu”
“Ah … malas menjelaskan panjang lebar sama mami,” ujar Kak Eva.
“Namanya juga bikin party Mi.” Arnita juga cemberut melihat sikap mami yang selalu banyak protes.
“Lalu ito mu Mau?”
“Ya maulah, ya kan To?” Arnita menatapku.
“Maulah, apalagi ada pesta, pasti banyak makanan”
“Makanan saja yang dipikirkan, dasar rakus,” celetuk Netta.
Disambut tawa Kakak Eva dan Arnita, senang melihat mereka bertiga kompak bahkan seperti tiga sahabat, setiap kali mereka datang ke rumah kami, sudah pasti habis tanaman bunga Netta yang jadi korban
Arkan sangat aktif, apa lagi kalau sudah bertemu dengan Deon, dua-duanya sama-sama lasak. Saat pot bunga pecah Netta hanya tertawa melihatnya.
“Eh … tidak ada yang terluka kan?” Tanya Netta memeriksa tubuh Arkan.
“Maaf nantulang pot bunganya pecah,” ucapnya merasa bersalah.
“Tidak apa-apa, itu hanya pot yang terpenting kalian tidak terluka,” sambung Netta lagi.
“Nantulang tidak marah?” Tanya Arkan melirik emaknya yang memasang wajah bringas.
“Tidak, kan, abang sudah minta maaf, kalau ada yang ingin minta maaf
‘Wanita yang sabar, coba itu mama Arkan sudah di kurung di kamar si Arkan’ ucap papi.
Hari itu Arnita sibuk menelepon temannya yang pernah mengadakan party yang begitu juga, aku berharap acara yang mereka rencanakan bisa terlaksana dengan baik
Bersambung
KAKAK JANGAN LUPA KASIH KOMENTAR DAN PENDAPAT KALIAN DI SETIAP BAB DAN JANGAN LUPA JUGA
LIKE, VOTE DAN KASIH HADIAH
Terimakasih untuk tips ya
Baca juga karyaku yang lain
-Aresya(TERBARU)
-The Cured King(TERBARU)
-Cinta untuk Sang Pelakor (Tamat)
-Menikah dengan Brondong (Tamat)
-Menjadi tawanan bos (Tamat)
Bintang kecil untuk Faila (tamat)