
Kehancuran suatu hubungan rumah tangga biasanya karena orang ketiga, apa lagi rumah tangga yang baru dibangun dan pondasinya belum kokoh, maka itu, jika sudah menikah sebaiknya jangan berhubungan lagi dengan mantan.
Walau dengan alasan di jadikan jadi teman. Jangan pernah menjadikan mantan kekasih jadi teman, lebih baik lupakan dan jauhi, seseorang yang menjadikan mantan kekasih jadi teman itu ibarat kita meletakkan bibit bunga di belakang rumah, walaupun kita tidak menyiram dan menumpuk tanaman tersebut, akan tetapi seiring berjalannya waktu ia akan bertumbuh dan berbunga, keindahannya bunganya akan menarik perhatian kita.
Begitu juga dengan Candra, aku percaya ia tidak ada niat untuk selingkuh, tetapi jika ia sering bertemu wanita itu , rasa di hatinya akan mulai bertumbuh. Apalagi dengan kondisi mereka saat itu di jodohkan tanpa cinta.
Candra tidak punya pilihan lain, ia akan membawa kak Eva dan Netta bertemu dengan mantan kekasihnya. Kakak bertindak sebagai.
“Mi, pegang si butet dulu ya kami mau temui wanita itu”
“Ho, kadang balga do rimas mu, so di lobongho boru ni jolma, so di polisihon kita,denggan dokkon”
“Kau, terkadang emosimu tidak bisa dikontrol, jangan sampai kamu gebuk anak perempuan orang, nanti kita dipolisikan ngomong baik-baik) ujar mami menasihati kakak Eva.
“Bila perlu di tarik rambutnya Mi, biar gak kebiasaan”
Mendengar hal itu Candra langsung panik, ia takut kakak Eva menganiaya mantan kekasihnya tersebut.
“Eda, sotung di janggola ho da”
(Eda, jangan sampai kau jambak ya) Netta ikut menasihati kak Eva, Kami semua sudah tahu seperti apa Kak Eva kalau marah preman saja takut padanya.
“LIhat situasi Eda, kalau dia melawan nanti aku tarik bibirnya sampai monyong,” ucapnya lagi.
"Haduh"Netta memegangi bibirnya
“Dia baik Kok Kak, aku janji tidak akan menemuinya lagi deh”
“Ya, tetapi antarkan aku menemuinya, begini saja, aku bawa si Tivani menemuinya agar dia paham”
Bagaimana pun cara Candra mengelak dan menolak kakak Eva punya cara untuk bisa bertemu dengan mantan kekasihnya Candra. Kami duduk di luar sementara Kakak Eva mereka pergi sebentar
“Bagaimana Bang, aku gak enak sama dia nanti,” bisik Candra padaku.
“Turuti saja, kamu ngapain takut kalau tidak salah”
“Bukannya takut, sebenarnya aku yang mengajak dia duduk di tepi pantai itu … sebenarnya aku yang merindukannya Bang, bersamanya aku merasa tenang, aku hanya curhat tentang masalahku keluargaku padanya, aku butuh seseorang yang baik hanya itu saja, ujarnya mengakui semuanya.
“Justru itu Can, kamu curhat dan dia juga curhat masalahnya padamu, lalu kalian selalu merasa nyaman lama-lama kalian berdua kabur. Jangan lakukan itu lagi. Tolonglah hargai Tivani dia sudah berusaha melakukan yang terbaik”
“Aku juga berpikir seperti itu Bang, aku merasa dia sudah membantu keluargaku, aku padanya tidak ada rasa
Apa lagi kalau keluarganya menyebutku menantu kere dan hanya memanfaatkan uang Tivani, aku merasa sakit hati Bang”
“Tetapi bukan Tivani kan yang melakukannya, itu keluarganya yang melakukannya. Apa Tivani mengetahui kalau papinya mengatakan itu padamu?” Tanyaku penasaran.
“Tidak, aku tidak ingin dia membenci papinya, apapun yang dikatakan papinya aku hanya diam saja, dia bilang keluarga kami hanya parasit, aku diam, Jika dipikir-pikir benar juga.
Mama bapak, Lasria di biaya sama Tivani. AKu malu Bang, aku tidak berdaya, aku frustasi”
“Justru dengan Tivani melakukan itu, kamu bersikap baiklah padanya”
“Apa aku harus bersikap seperti penjilat?”
“Ya, untuk saat ini, jika harus diperlukan, lakukan, karena kondisi yang memaksamu seperti itu"
“Kalau bukan karena bapa aku sudah melarikan diri dari semua ini. Tadinya aku pikir aku bisa bertahan, ternyata … susah Bang”
“Kamu bisa melewati Can, cobalah kamu untuk percaya pada istrimu sendiri, sejauh yang aku lihat, kamu belum bisa menerimanya”
Belakangan kami tahu, rahasia apa yang digunakan tante makanya terjadi pernikahan, tante menggunakan perselingkuhan itu untuk menekan papi Tivani, tetapi sekarang semuanya sudah terungkap Tivani mengetahui perselingkuhan itu saat Candra mabuk.
Saat ini kabar yang kami dengar mami Tivani pergi keluar negeri. Karena hal itulah papi Tivani sangat marah ia bahkan meminta Tivani untuk bercerai dari Candra.
Sungguh tante dan papi Tivani dua orang yang sama-sama haus akan harta dunia, mereka berdua mempermainkan hidup anak-anak mereka, setelah mendengar hal itu aku kasihan sama Candra.
“Can, bukan hanya kamu yang terluka, tetapi Tivani juga”
Saat kami duduk tadi, Netta meminta kunci mobil ternyata ia menyetir ke rumah Candra, ia dan kakak Eva menjemput Tivani ke rumah mereka, ia juga membawa bapa uda, Lasria ke rumah kami.
“Apa yang mereka lakukan?” Tanya Candra panik.
“Tenanglah jangan katakan pada Tivani kalau kamu menemui, wanita itu kasihan dia, sudah mengurus bapa uda dengan baik kamu hadiahi dengan perselingkuhan”
“Aku bukan selingkuh Bang,” bisik Candra.
“Sama saja bertemu dengan wanita lain, itu sudah selingkuh,” ujar ku lagi.
Mereka semua mendekat.
“Bapa uda sama si Las, di sini dulu ya, kami mau ada urusan penting,” ujar kakak Eva.
“Ya Kakak”
Mami mendekat dan tampak berbisik pada kak Eva“ Kamu nanti jangan pakai emosi ya,” ujarnya lagi.
“Baiklah Nyonya”
Tivani masih terlihat bingung, karena kakak Eva membawanya tanpa menjelaskan alasan membawa.
“Ayo,” Ia mengajak kami pergi.
“Aku tidak usah ikut ya Kak”
“Ayo. Ito bapak Paima juga ikut”
Dalam mobil barulah di jelaskan kakak Eva tujuan mereka membawa Tivani, aku yang memegang kemudi, sementara Candra duduk di sampingku.
“Jangan salah paham ya, kami membawa Eda agar ke depannya tidak ada masalah”
“Maksudnya?”
“Oh, ada wanita dari masa lalu Candra dia ingin mengembalikan barang -barang Candra dulu, aku ingin wanita itu memberikan pada kamu, jadi ke depannya jika niat ingin bertemu atau memberikan sesuatu akan melalui kamu itulah pasangan suami istri”
Mendengar hal itu Tivani tampak terkejut, ia tidak menduga kalau kakak Eva akan mendukungnya.
Setelah mendapatkan nomor wanita itu , mereka minta bertemu di dekat rumah sakit.
“Kalian berdua di sini saja,” pintanya tegas.
“Baiklah,” jawabku.
Candra tidak bisa melakukan apa-apa ia pasrah, mereka bertiga menemui wanita tersebut, kami tidak tahu apa yang akan mereka lakukan tetapi kalau kakak Eva yang sudah bertindak, aku yakin wanita itu, akan berpikir seribu kali untuk berniat mendekati Candra lagi.
Bersambung
Jangan lupa like dan share ya Kakak, agar Pariban Jadi Rokkap bisa Masuk Rank Terimakasih banyak