Pariban Jadi Rokkap

Pariban Jadi Rokkap
Keindahan Alam Ciptaan Tuhan


Jadi pesanku buat laki-laki Batak yang seluruh dunia, sebelum kalian mangalap boru ni raja atau menikah, sebaiknya kalian belajar terlebih dahulu tentang adat ataupun tarombo.


Jangan seperti aku yang di marahin, bahkan di sebut Batak Dalle karena tidak tahu tentang tarombo atau silsila adat Batak.


“Abang mau ngapain?” Tanya Netta saat aku mengambil kertas dan pena dari mobil.


“Mau catatlah, gak enak bangat dikatain dalle dan tidak punya adat sama bapa uda itu,” ujarku, Netta tertawa yang melihatku kesal.


“Abang jangan marah, anggap saja pengalaman saat ini,  jadi pelajaran ke depannya, maka itulah kalau orang Batak setiap kali berkenalan menyebut marga, itu  menunjukkan silsilah kita   dari mana. Karena marga adalah identitas diri kita dalam suku Batak,” ujar Netta.


Aku sangat beruntung Netta mengerti banyak  tentang adat Batak dan tarambo, tidak seperti aku yang tidak tahu apa-apa. Netta menjelaskan dengan cara yang lembut dan halus, membuat hatiku yang tadi sempat panas jadi adem.


“Baiklah, mulai sekarang aku akan belajar banyak tentang adat Batak, biar bisa jadi raja parhata  di pesta ,” ujarku Netta tertawa lepas.


(Raja Parhata> Orang yang mengerti tentang adat Batak


Perjalanan kedua kami, mobil putar arah dari Palipi menuju Harian karena Netta dan tante Ros mau lihat Tugu Lumban Raja  karena oppung doli dari mami Nainggolan Lumbanraja oppu Datu Parulas Harian



Inilah tugu Lumban Raja yang ada di Harian.


Setelah dari sana, kami  ke si Pinggan, mau menunggu kapal Ferry yang akan membawa kami menyebrangi danau lanjut  ke Tiga Ras menuju Tomok, singkat cerita setelah beberapa lama. perjalanan kami tiba di Tomok.



Tomok


Benar kata Netta wisata yang ada di danau toba bagai kepingan surga, tidak kalah indah  dari wisata di Eropa.


Ternyata perjalanan kami  mengelilingi wisata di Toba tidak cukup satu hari, kami menginap di salah satu hotel di Parapat agar bisa melanjutkan perjalanan wisata berikutnya.



Inilah wisata yang kami jelajahi berikutnya keindahan Danau Toba sangat kuar biasa.


Memandang dari Bukit Panatapan   Danau Toba sangat indah. Begitu indah ciptaan Tuhan sejuk dan asri. Jadi kalau ingin liburan datanglah ke Danau Toba aku sangat merekomendasikannya


Karena Netta bilang aku tidak menghargai wisata Danau Toba, terpaksalah aku posting di sosial mediaku.


“Bagaimana Bang, tidak kalah bagus kan dengan luar negeri?” Tanya Netta.


“Ya, sangat bagus."


“Makanya itu Bang,  di media sosial abang promosikan wisata daerah kita,” ujarnya


“Uda ... aku posting liburan dengan istriku,” ujarku bersefie ria dengannya.


“Gak usah pun ikut aku abang posting, cukup wisata- wisata alamnya, agar semakin banyak wisata yang datang ke Danau toba ini. Agar tambah maju Danau Toba.”


“Ikutlah orangnya biar tambah cantik pemandangan ini,” bujukku.


“Nanti dipikir orang abang itu pamer kemesraan, cukup alamnya saja. Orang bule saja banyak yang  datang ke Toba, masa orang kita tidak,” ujarnya lagi.


Terkadang apa yang dikatakan boru Nainggolan ini ada benar juga, banyak orang Batak kurang menghargai wisata alam di kampungnya. Tidak usah jauh-jauh Mami dan aku juga jarang wisata ke Danau Toba, lebih banyak  menghabiskan liburan di kota lain  bahkan di luar negeri.


Tetapi mulai sekarang sepertinya, kebiasaan itu aku harus ubah,  berlibur bersama Netta membuka mataku kalau  wisata di Danau Toba sangat indah.


Liburan kami berlanjut kembali ke wisata yang baru di bagun.



Bukit Sibea-bea.


Ini dia wisata kami yang terakhir.


“Aku berharap pembangunannya semakin di percepat, hanya begini saja, pengunjungnya sudah luar biasa,” ujar Netta.


Sebagai kontraktor aku mengomentari pembangunan jalan bukit si Bea-bea.


“Harusnya jalan itu jangan buntu Ta, bikin saja akses  ke danaunya, sayang rasanya jika jalannya buntu seperti itu,” ujarku.


“Kita tunggu saja Bang, ini, kan, belum selesai, mungkin setelah rampung baru terlihat hasilnya.”


Saat aku mengambil foto,  Netta hanya tersenyum kecil  dan mengalihkan wajahnya.


Jika tante Ros dan ibu-ibu yang lain  setiap menit  ingin di foto, rupanya berbeda dengan Netta, ia tidak begitu  suka di foto, hanya sekedarnya.


“Ta … kamu tidak mau aku foto seperti mereka?” Aku menunjuk anak-anak gadis  dan ibu- ibu yang berfoto ria dengan banyak pose bahkan sampai kehabisan gaya.


“Tidak terlalu suka di foto Bang,” ujar Netta.


“Kenapa ? Kayak orang-orang yang selalu posting si sosial setiap kali liburan.”


“Kan sifat orang-orang berbeda-beda Bang, aku hanya tidak suka posting saja.”


Netta tidak mau posting apa-apa di sosial medianya. Dulu,  aku pikir karena dia belum percaya diri, aku pikir, setelah ia kuliah di Jerman akan aktif di sosial media, ternyata dugaanku salah.


Netta hanya  memposting hal-hal yang penting di media sosialnya, dari dulu sampai saat sekarang, isinya sama saja, tidak ada foto liburan tidak ada foto-foto alay. JIka yang liburan saat ini ….  Kak EVa, Arnita dan  mami, sampai penuh galeri ponselnya dengan foto  mereka di setiap segala sudut. Lalu pamer liburan di facebook, tidak untuk istriku, ia menggunakan media sosialnya sekedarnya saja.


Aku semakin  mengenal pribadi nya, semakin aku jatuh cinta, pantaslah  ia  di sebut Boru ni raja. Boru Nainggolan na tobok, jala na malo marroha,  burju marnatua-tua.


“ Ta, sini foto dulu sama namboru biar ada  kenang-kenangan kita,” ujar tante Ros.


“Ayo Ma.” Netta memegang tangan mertuaku lalu berfoto.


“Kamu di sini Dek, biar aku foto,” ujarku mengarahkan camera yang tergantung di leherku.


“Bareng-bareng semua ya Bang, sama adik-adik juga,” ujarnya lagi.


“Pelit kalilah borneng ini di ambil gambarnya,” gumamku pelan.


Hampir dua hari menjelajahi wisata alam di Danau Toba dan Samosir, rasanya sangat memuaskan, walau tidak semuanya bisa kami kunjungi, mungkin suatu saat nanti kami akan pulang kampung dan liburan bersama keluarga aku berharap  saat kami berlibur nanti  kami sudah ada anggota baru.


Kami kembali ke rumah oppung dan bersiap pulang ke Jakarta.


Bersambung ….


KAKAK  JANGAN LUPA KASIH KOMENTAR DAN PENDAPAT KALIAN DI SETIAP BAB DAN JANGAN LUPA JUGA.


Bantu share ya Kakak.


Fb Pribadi: Betaria sona Nainggolan


FB Menulis; Nata


Ig. Sonat.ha


LIKE,  VOTE DAN KASIH  HADIAH


Baca juga  karyaku yang lain


-Aresya(TERBARU)


-The Cured King(TERBARU)


-Cinta untuk Sang Pelakor (Tamat)


-Menikah dengan Brondong (Tamat)


-Menjadi tawanan bos  Mafia (ongoing)


Bintang kecil untuk Faila (tamat)