Pariban Jadi Rokkap

Pariban Jadi Rokkap
Cerita Masa Lalu Tante dan Papi


Rahasia Papi Dan Tante.


Malam itu setelah bercerita panjang lebar tentang tante, kami semua  mengerti kalau keluarga itu tidak memiliki apa-apa lagi.


Biaya pernikahan Candra yang memakan biaya  banyak, karena gaya tante yang sok orang kaya,  setelah itu biaya operasi  bapa uda yang besar, belum lagi biaya kuliah  dua adik Candra lagi.


Jadi saat ini, harta kekayaan tante yang selalu ia pamerkan tidak ada lagi, sudah habis terjual untuk biaya pesta mewah  untuk Candra.


“Tante malu jadi orang miskin, harusnya, yang mesti malu itu Uda miskin tapi berlagak dok kaya” ujar kak Eva


“Hidup sederhana tanpa hutang, lebih mendamaikan dari pada kelihatan kaya tapi banyak hutang,” ujar mami, ia sudah merasa bagaimana pahitnya meminjam uang sama orang demi pengobatan ku dan punya hutang karena kelakuan Brayen.


Sebenarnya, jauh dari dalam hati mami ia ingin mengakhiri konflik mereka berdua, menurut pengakuan Netta mereka dari kecil sampai tua, katanya dulu tidak pernah akur dan selalu bersaing  dalam segala hal.


“Mami, sebenarnya apa yang membuat kalian berdua selalu bersaing? Bukannya kalian berdua kembar?”


“Apa? Kembar?” Kak Eva dan Arnita kaget”


“Aku tidak mau dibilang kembar dari dia, dari mana kamu tau?” Mami menatapku dengan wajah datar , benar kata Netta mereka berdua tidak mau dibilang kembar.


“Tapi beda, gak mungkin kembar, mami jauh lebih cantik,” ujar Arnita.


“Karena mami sudah menolak takdir wajah indentik mereka”


“Maksudnya?”


Akhirnya kebenaran itu terungkap juga,  mami ternyata sudah pernah mengubah bentuk wajahnya, memotong tulang rahang agar wajahnya lebih tirus, itu yang membuat wajah mereka berdua tidak sama, dan kami semua tidak menyadarinya.


Kaget, itu yang terjadi pada kami, kami semua tidak tahu kalau mami pernah melakukan oplas demi menghilangkan kesan mirip dengan kembarannya.


Sebenarnya ada rasa kecewa dalam hati, walau oplas sudah hal yang lajim untuk zaman saat ini, tetapi melakukan oplas menurutku menolak pemberian sang Pencipta.


“Mami melakukan itu  bukan untuk sekedar cantik, tetapi agar orang tidak salah mengenali kami  berdua, terkadang orang memanggilku dengan Rita padahal aku Rini, aku hanya tidak ingin sama dengannya”


‘Wah se benci itukah mami bencinya sama tante?’


“Memang  mami sama tante mirip bangat ya?”


“Mirip bangat soal wajah, seperti penang di belah kampak, hanya sifat keduanya sangat berbeda,” ucap papi.


“Wajah  boleh mirip, tetapi belum tentu  satu hati,” ujar mami


“Itu benar Mi, tidak semua orang berpikiran yang sama, rambut boleh sama hitam, tetapi hati seseorang siapa yang tahu.” Papi ikut prihatin mendengar masalah rumah tangga tante Candra.


Niat kami semua karena besok acara baptis,  semua keluarga pasti akan hadir karena pulang gereja akan ada acara adat juga.


Papi akan  merundingkan  biaya  untuk pengobatan bapa uda. Namun tante  semakin jauh dari keluarga


“Papi sudah undang dia kan untuk acara besok?” tanya mami.


“Sudah aku telepon aku WA gak dibalas, memang sudah stresnya adikmu itu,” ujar papi.


“Bukan hanya adikku tetapi di mantanmu,” ujar mami keceplosan.


“Haaa? Mantan?” Suara Arnita yang serempak.


Mereka berdua tiba-tiba panik.


“Mami, apa-apaan ? dia salah bicara,” ujar papi merasa malu.


“Sebenarnya aku sudah lama ingin mendengar kebenaran ini,  tante sudah mengatakan itu Beberapa kali,” ujar kak Eva, mulai  mengintrogasi keduanya.


“Ceritakan Pi,” bujuk Arnita mulai merayu.


“Sebenarnya bukan hanya kami yang penasaran,  ito juga dan eda pasti bertanya juga,” ujar Kak Eva melirik aku.


“Tidak ada apa-apa.” Papi enggan menceritakan masa lalu mereka pada kami.


“Baiklah kalau papi tidak mau menceritakan, aku yang akan ke rumah tante,” ujar Kak Eva .


“Ceritakan saja, biar anak-anak tidak penasaran.” Mami berdiri berjalan ke dapur.


“Papi tidak bisa mengelak, akhirnya menceritakan semuanya.


“Papi mengenal tante kalian dalam punguan naposo di Gereja di Medan, kalian tahu kan oppung doli sittua, mami aktif di gereja dan Rita juga aktif di sana”


“Oppung  boru kalian menjodohkan mereka,” ujar mami datang lagi dari dapur.


“Bukan dijodohkan sebenarnya, Rita yang sering datang ke rumah,’ balas papi.


“Tante kalian sering bertamu ke rumah oppung, oppung bilang dari pada omongan orang, sudah kalian nikah saja, tapi papi merasa belum begitu cocok, menolak, lalu merantau ke Jakarta.


Memulai bisnis  jual beli mobil, mami datang sebagai pembeli, karena wajah mami sama tante sangat mirip waktu itu, aku kabur, aku pikir dia mengikuti sampai Ke Jakarta”


“Lalu ….?” Arnita semakin serius.


“Kita bertemu  untuk ke dua kalinya, dan sadar kalau mereka punya sikap dan perilaku yang berbeda, hanya wajah yang mirip


Singkat cerita aku  menjalin hubungan dengan mami”


“Mami tahu  kalau papi sudah kenal duluan sama tante”


“Mami tidak tahu sama sekali, tetapi papi sudah tahu kalau kami kakak beradik”


“Wah … papi nih pemain juga, masa kakak beradik di embat juga,” ujar Kak Eva  menggeleng


“Papi tidak saka sama tantemu, karena tantemu terlihat matrealistis dan ambisius. Rita sering datang ke rumah mendekati oppung kalian, setelah dia tahu kalau oppung itu orang berada, padahal sebelumnya dia menjauhi papi”


“Lalu mami?” Tanya  Arnita.


“Mami pekerja keras dan galak”


Akhirnya papi menceritakan semuanya, lega sudah pikiranku, tadinya aku berpikir kalau papi itu sudah menjalin hubungan dengan tante, lalu mami merebut dari tante. Karena  yang kami tangkap dari penjelasan tante selama ini seperti itu ternyata bukan.


Tante lah yang sebenarnya yang terlalu terobsesi pada papi, sampai- sampai sering datang bertamu ke rumah mamanya papi, tante  sering melakukan itu karena tahu kalau keluarga papi dulu orang terpandang di kampung .


Kalau biasanya lelaki yang datang bertamu ke rumah cewek, kalau tante Candra  …. ia yang datang ke rumah papi.


Papi ke Jakarta, sedangkan tante masih di medan, tidak berhasil mendapatkan papi, ia  mendakati teman papi ya itu bapa uda yang keluarganya PNS,  yang bisa memasukkan dia masuk ke pegawai negeri.


Karena jaman papi, untuk PNS kalau ada orang dalam sudah bisa lolos. Tante berhasil masuk PNS dan dipindahkan ke  puskemas Bogor sementara mami  bisnis.


Jadi itu artinya apa yang  diucapkan tante tentang mami semuanya salah, papi yang meninggalkan tante karena tidak ada perasaan.


“Akhirnya aku lega Pi,  aku sudah sempat berpikir salah selama ini sama papi,” ujar Kak Eva


“ Aku juga merasa tenang,” ujar ku lagi.


“Jadi Pi,  bapa udah itu teman papi masih muda”


“Ya, teman satu satu kampung, satu Gereja,  satu kampus”


“Oh. Prinsip tante seram juga tidak dapat papi, temannya juga tidak apa-apa”


“Tapi tante sama mami itu, saat muda  cantik, sekarang saja mereka  sudah jadi langsung,” ucap papi


 Akhirnya terjawab pertanyaan yang terganjal selama ini dalam hati.


Bersambung ..


KAKAK  JANGAN LUPA KASIH KOMENTAR DAN PENDAPAT KALIAN DI SETIAP BAB DAN JANGAN LUPA JUGA


LIKE,  VOTE DAN KASIH  HADIAH SEBANYAK-BANYAKNYA IYA


Terimakasih untuk tipsnya semoga rezekinya semakin bertambah untuk kakak semua.


ILove All.


Baca juga  karya  terbaruku iya kakak;


-Menikah Dengan Abang Ipar


-Aresya(TERBARU)


-The Cured King(TERBARU)


-Cinta untuk Sang Pelakor (Tamat)


                       *