Pariban Jadi Rokkap

Pariban Jadi Rokkap
Baby Gender Reveal Party


Hari yang di tunggu akhirnya tiba, hari Saptu, Minggu jatah Netta untuk libur minggu itu, jadi, Netta, kakak Eva,Arnita dari hari jumat sudah mendekor halaman rumah kami.  Pot tanaman  itu dipindahkan ke belakan rumah, jadi halaman depan untuk pesta party malam ini.



Bahkan di pojok rumah ada Juga Boy or Girl?


Netta ternyata mengundang tante Ros karena minggunya  yang dapat arisan di rumah Arnita jadi tante datang sekalian di hari saptu pagi.


Lae Rudi juga sama istrinya juga datang, jadi  acara  ini sebenarnya seru-seruan untuk anak muda.


“Ehe ... ngapainlah orang ini bikin-bikin beginian.” Seperti biasa mami itu akan mengomentari segala sesuatunya.


“Sudah Mi, lihat saja nikmati, cantik tidak dekorasinya?” Tanya Arnita, ia orang paling bersemangat untuk melakukannya, bahkan ia meminta tiga orang karyawannya  untuk membantu mereka untuk mendekor taman itu  depan rumah.


“Apa lagi itu?” Tanya mami saat mobil aceream datang, anak-anak berlarian ke mobil.


“Udah, kita orang tua duduk  mennton saja Mi, gak usah ikut mencampuri urusan aak-anak muda ,” ucap papi.


“Ha, dengar Papi  itu Mi, sudah mami duduk saja”


“Mami itu menghalangi  kreavitasku,” ujar Arnita, tadinya ia ingin mendekor halaman depan dengan lampu-lampu berwarna, karena mami banyak komentar ini itu, ia menghiasinya dengan balon saja.


Saat semua selesai di dekor tante melepon tulang kembar agar membawa anak-anak dan melepon tulang Gres untuk datang, tadinya aku pikir kedua tulangku tidak akan mau datang, karena cara ini  hanya untuk seru-seruan.


“Tulang datang, mari tulang duduk”


“Si Gres maksa untuk datang ke sini, karena si Ros, memperlihatkan dekorasinya”


“Ayo sana Gres , ini memang untuk pesta kita semua untuk seru-seruan, tidak ada cara khusus, "pungkasku.


Gadis remaja itu berjalan ke taman depan, dekorasi cantik yang  dibentuk Arnita sukses memanjakan mata.


“Ini cantik bangat, Pak”


“Sudah sanalah gabung sama adik-adikmu,” pungkas tulang meminta adik gadisnya yang pemalu itu untuk bergabung sama yang lain.


Setiap kali ada cara keluarga selalu rame, karena semua keluarga punya anak kecil..


\*


Setelah semua keluarga dan beberapa teman Netta, Arnita datang acarapun di mulai.


“Ito maju ke depan sama Eda,” pinta Arnita sebagai mc.



 Di depan sudah ada kado besar yang di dalamnya aku tidak tahu, lalu kanan kiri dihiasi balon warna pink dan biru, mengambar anak perempuan atau laki-laki.


“Aku ngapain?” Tanyaku saat berdiri dengan Netta di depan semua orang.


“Tunggu To”


“Coba tebak  balon biru atau balon Pink, laki-laki artinya biru duduk di sebelah sini yang milih warna pink di sebelah sini,,” ujar Arnita semua orang berebut balon masing-masing.


Papi tadinya duduk di teras rumah sama tulang, jadi iku memegang balon , tapi papi pegang balon pink.


‘Ah … pink?  Benarkah perempuan kok lebih banyak pilih perempuan, sebenarnya mau cowok atau cowok sama saja, aku hanya penasarn saja.


Suasana sangat ceria dan ramai, anak-anak ikut memegang tapi anehnya Arkan memeng dua balon pink dan biru.


“Arkan … kamu pilih cewek atau Cowok! Pilih satulah” Teriak Arnita.


“Aku mau balonnya dua Te.” Kami semua tertawa ternyata ia hanya ingin balonny dua.


“Aku juga mau balonnya dua juga bilu sama pink.” Deon juga pegang dua.


“Tunggu-tunggu mami juga ikut”


“Eheem ... ikut juga padahal kemarin marah-marah gak jelas,” ledek Arnita sama  mami.


“Sudah siapa semua!?”


“Sudah!” Teriak semua orang.


“Aaaa!” Semua  teriak gembira.


Tidak lama kemudian menyusul warna pink suasa langsung hening.


“Maksudnya apa? Ini Cewek atau cowok?” tanyaku bigung.


“Dua-duanya,” jawab Netta.


“HAAA KEMBAR CEWEK COWOK!?”


“Iya,” jawab Netta santai.


“Aku terduduk karena kaget”


“Anakku kembar!” Teriakku lari-larian seperti orang gila, di ikuti milon yang memaki kostum aneh setengah pink dan setengah biru dan wajah milon juga di bagi dua sebelah seperti laki-laki dan setengah perempuan yang dipakai bulu mata. Itu semua sudah pasti kerjaan Kak Eva, karena dia yang membawa hewan malang itu tadi ke kamar, hilang Sudah harga dirinya sebagai pejantan, karena ia dipakaikan gaun pink.


Melihat penampilan milon semua tamu yang datang tertawa ngakak, saat aku lari, ia juga ikut lari-larian dan bercanda.


“Milon, kita akan kedatangan dua tamu laki-laki dan perempuan.” Aku memeluk si milon dengan gemas.


Karena selama kehamilan Netta, ia selalu manja sama Netta selalu di tidur di pangkuan Netta dan mengendus-endus perutnya, sepertinya ia sudah tahu kalau rumah kami akan kedatangan anggota kelurga baru.


Tulang ketawa  melihat mami .


“Mereka mengikuti oppungnya Mama Candra  sama mami, sama-sama kembar,” ujar tante.


Ini kejutan yang luar biasa bahkan di luar dugaanku, memang kami ada riyawat kembar mami dan tante kembar, namun, aku tidak pernah menduga kalau aku jug akan memiliki anak kembar, terharu bahagi itulah yang aku rasakan, kesabaran aku dan Netta membuahkan hasil yang luar biasa,  kami langsung mendapatkan sepasang anak laki-laki dan perempuan.


Aku jadi ingat nasihat almarhum tulang Netta saat aku mau menikah dengan Neta waktu itu, beliau bilang begini:


‘Lakukan pekerjaanmu dengan baik, menolong orang, membantu orang yag membutuhkan uluran tanganmu,  maka Tuhan akan melakukan pekerjaannya untuk hidupmu’


Bantuan yang aku lakukan pada orang memang tidk seberapa, tetapi Netta, ia akan selalu membantu orang lain tanpa pandang bulu,  rekan kerjanya pernah bilang padaku, Netta beberapa kali menanggung biaya pengobatan keluarga yang kurang mampu dengan gajinya, Nettalah yang mengundang pasu-pasu ( berkat) datang ke keluarga kami.


Di depan semua orang bahkan di depan tulangku, orang yang seharusnya aku segani, aku menunjukkan perasaan bahagia pada Netta.


Aku memeluknya dan  mengecup keningnya dengan penuh sayang.


“Makasi ya, Hasian”


“Jangan berterimakasih padaku Bang, berterimakasih pada  Pemilik Hidup, Dia yang menitipkan anak ini untuk kita rawat,” bisik Netta mengusap air  yang mengalir di pipiku.


“Ya, Terimakasih Tuhan,” bisikku pelan masih memeluk tubuh Netta, aku tidak perduli dengan camera ponsel yang merekam dan mengambil gambar kami, aku tahu, kakak Eva pasti sudah memposting itu di sosial medianya, tetapi tidak apa-apa, kegembiraan terkadang perlu di perlihatkan, agar orang yag melihat dan menonton, ikut gembira dan ikut mendoakan.


Acara party berlanjut dan sangat meriah, bahkan aku mengundang anak-anak kantor datang ke rumah, untuk  merayakan karena  kebetuln hari Saptu dan kantor akan libur saat minggu.


Semua akan indah Pada Waktunya, jika kita percayakan semuanya pada Pemilik Hidup.


Bersambung


KAKAK  JANGAN LUPA KASIH KOMENTAR DAN PENDAPAT KALIAN DI SETIAP BAB DAN JANGAN LUPA JUGA


LIKE,  VOTE DAN KASIH  HADIAH


Terimakasih untuk tips ya


Baca juga  karyaku yang lain


-Aresya(TERBARU)


-The Cured King(TERBARU)


-Cinta untuk Sang Pelakor (Tamat)


-Menikah dengan Brondong (Tamat)


-Menjadi tawanan bos  (Tamat)


Bintang kecil untuk Faila (tamat)