
Mohon Maaf ya kakak semua, kemarin ada pesta saudara jadi ga update Bab.
Tadi nyampe rumah, laptopnya erorr lagi, saat menulis tiba-tiba langsung ke posting padahal baru setengah Bab
Sekali lagi mohon maaf ya ….
Oke lanjut bacanya.
Tanah Lot Tabanan Bali
Aku masih duduk dengan Candra di luar, ada beban berat yang Candra pikul, wajahnya terlihat lebih kurus dan matanya terlihat berkantong.
“Apa bapa uda semakin pulih?”
“Tidak, bapak karena masih duduk di kurdi roda, dia memutuskan pensiun dini”
“Bukannya beberapa tahun lagi?”
“Harusnya Bang, karena bapak baru lima puluh empat tahun”
Kenapa hidup kami begitu hancur ya Bang”
“Itu bukan hancur Can, apa yang terjadi pada kalian saat ini, tidak ada apa-apanya dari yang kami lalui dulu, apa kamu ingat aku jadi pemakai barang haram itu.
Arnita hamil diluar nikah, lalu mami membeli seorang suami untuk menutupi aib keluarga, tetapi bukan menutupi malah Arnita mengalami penderitaan, dia pukuli sama lelaki yang menikahinya.”
“Memang, ada kejadian seperti itu Bang?” Tanya Candra.
“Ya, kamu tidak tahu kalau Arnita sudah pernah menikah dengan lelaki bayaran mami?"
“Mama pernah bilang, tetapi aku tidak tahu kalau Arnita sampai dipukuli saat hamil”
“Lagian mana ada laki-laki yang mau menerima wanita yang sudah hamil, mami saja yang gila membayar laki-laki untuk menutupi kebusukan keluarganya”
“Abang benar. Tidak perawan saja tidak dapat kita terima, apa lagi yang sudah hamil,” ujar Candra ia tertawa ketir seolah - olah menertawakan dirinya sendiri.
"Ayolah Bro, beri dia kesempatan, dia sudah berusaha keras untuk menerima keluarga kita"
"Ujian hidupku sangat berat"
“Tetapi dengan semua proses itu, hidup kita akan lebih baik Can”
"Kamu sudah lihat kan Arnita dan Mami, setelah mereka melewati semua rintangan hidup mereka lebih baik"
“Aku benci dengan sikap mama belakangan ini, dia tidak perduli dengan bapak saat dia sakit”
“Padahal bapak itu sudah cukup sabar mendampingi mama”
“Suatu saat dia akan berubah Can,” ujar ku.
“Aku tidak yakin Bang, aku malu melihat postingan-postingan dia di media sosial, dia pamer ini itu padahal itu punya orang lain, beberapa minggu lalu ia memaksa Tivani meminjamkan mobil sportnya dia, bertingkah seperti sosialita kaya, padahal mami tidak bisa nyetir, dia memaksa Tivani menemaninya, Vani menolak karena dia memang lagi mengurus berkas-berkas miliknya. Mami malah menyewa supir”
“Percayalah dia akan bosan nantinya dan berubah sendiri, mungkin dia hanya balas dendam pada keinginannnya yang selama ini tidak bisa tante wujudkan”
“Ini parah, sebagai anak aku malu melihat postingannya, banyak yang menghujat mami dia malah ajak gelud”
“ Memangnya separah apa?’
Candra merogoh kantong celananya, megambil ponselnya dan mengetik nama tante si pencarian. Ia memperlihatkan tante yang selalu rajin posting kegiatan sosialitanya di akun miliknya.
‘Astaga! Ini norak, ini lebih memalukan dari mami dulu’ ucapku dalam hati.
Jangankan Candra, aku saja yang melihatnya malu terkadang;
‘Menjadi orang apa adanya mungkin sulit bagi beberapa orang
Tapi lebih sulit lagi berpura-pura menjadi orang kaya yang
Mengada-adakan harta yang tak nyata’
“Bagaimana bang Norak kan”
“Ya, jawabku apa adanya”
“Mama inilah yang sering dibilang orang Batak, sipanggaron, patasso bilak,” ujar Candra.
“Itulah Bang, karena ada artis, makin pamer lah mama ini, karena banyak yang komentar dan like di postingan nya dan bilang iri, makin heppot sampai nyewa tas bermerek kata si Lasria,” ujar Candra terlihat putus asa
“Jangan marah Can sama tante, dari sini aku bisa baca kalau tante itu hanya ingin pengakuan dari orang lain”
“Itulah yang aku bilang Bang, Ngapain mama malu miskin, yang mesti malu itu, sudah miskin, tapi berlagak sok kaya dan banyak gaya kayak mama ini”
“Dulu tante tidak separah ini Can …”
“Maka itu bang, saat pesta kami itu kata si Lasria, postingan mama banyak yang hujat, ya, mungkin benar kata abang mama hanya ingin mendapat pengakuan dari orang-orang kalau dia tidak miskin,” ujar Candra.
“Siapa yang membawa tante ke sini?”
“Maminya Tivani pernah mengajak mami sekali, tetapi belakangan mami jadi ikut-ikutan, malah maminya Tivani yang gak ikut, mungkin dia malu melihat besannya yang bersikap sok kaya,” ujar Candra.
“Bagaimana hubunganmu dengan keluarga Tivani?”
“Tivani berjanji akan membantu biaya pengobatan bapak dan biaya kuliah Lasria”
“Lalu … maksudnya?” tanyaku penasaran arti dari ucapannya.
Sudah lupakanlah Bang,” ujarnya mengalihkan wajahnya.
‘Apa dia ingin bilang kalau pernikahannya dengan Tivani hanya sekedar karena uang’ pikirku dalam hati
Tetapi Candra enggan membahas, tetapi dari raut wajahnya aku bisa menebak kalau masih kecewa.
“Can, dalam adat Batak dalam pernikahan di larang ‘Mardua holong’ ambillah pelajaran yang aku lakukan di masa lalu, aku menasihatimu karena kamu adikku”
“Menyatukan dua hati yang berbeda tidak semudah membalikkan telapak tangan Bang”
“Aku tahu, tetapi Apa yang dipersatukan Tuhan janganlah kiranya di rusak oleh keinginan daging dan kemarahan hati”
Aku mengatakan itu karena saat melihat ponselnya tadi tidak sengaja aku melihat pesan masuk dari mantan kekasihnya yang boru Sitanggang.
“Bahkan sekarang aku tidak tahu aku harus berbuat apa dalam hidupku, aku hanya mengikuti apa yang ada depan mata. Vani memberi usulan pindah ke sini, dan ia bersedia merawat Bapak maka itu yang aku ikut”
“Tapi coba kamu jujur pada hatimu, apa kamu tidak punya rasa suka sedikitpun pada istrimu?”
“Kami tidak bercerai Bang, aku berjanji”
“Can, aku tidak bertanya kamu akan bercerai, aku tanya apa kamu tidak ada rasa pada Tivani”
Candra diam, mencintai seseorang memang tidak bisa dipaksakan dan butuh proses, aku pikir ia sudah mulai mencintai istrinya setelah apa yang di lakukan Tivani melakukan banyak hal baik.
‘Benarkah dia bertahan karena terpaksa dan karena uang?’ Batinku bertanya.
Candra dan Tivani akhirnya memutuskan tinggal di Bali, alasan Candra menuruti permintaan Tivani karena kelakuan tante yang memanfaatkan keluarga
Bersambung ..
KAKAK JANGAN LUPA KASIH KOMENTAR DAN PENDAPAT KALIAN DI SETIAP BAB DAN JANGAN LUPA JUGA
LIKE, VOTE DAN KASIH HADIAH SEBANYAK-BANYAKNYA IYA
Terimakasi untuk tipsnya semoga rezekinya semakin bertambah untuk kakak semua.
ILove All.
Baca juga karya terbaruku iya kakak;
-Menikah Dengan Abang Ipar
-Aresya(TERBARU)
-The Cured King(TERBARU)
-Cinta untuk Sang Pelakor (Tamat)
-Menikah dengan Brondong (Tamata)
- Menjadi Tawanan Bos Mafia( Tamat)
-Bintang kecil untuk Faila (Tamat)
“Pariban Jadi Rokkap( ongoing)