
Ayunda tersenyum saat mengingat pesta resepsi pernikahaannya yang sangat meriah dan luar biasa. Ia tidak akan melupakan kejutan demi kejutan yang diberikan suaminya. saat ini keluarga Candrama sedang berkumpul dikediaman Candrama karena Farhan tidak mengizinkan mereka kembali kerumah mereka.
Saat ini hanya Santi, Bagas, Aditya dan Elin yang kembali pulang ke rumah mereka. Alfa dan Adinda tidak diperbolehkan pulang walaupun keduanya telah memohon kepada Farhan karena Alfa harus bekerja dan Adinda harus kuliah. Farhan meminta keduanya untuk tinggal sementara dikediamannya dan mereka bisa tetap bekerja dan kuliah dari kediamannya. Farhan ingin di kediamannya itu terasa ramai. Bertahun-tahun ia kesepian dan hanya Vivian yang menemaninya dengan para pembantu.
Sebenarnya Farhan telah berencana untuk melakukan operasi secara diam-diam ditemani putra sulungnya dan juga menantunya. ia tidak ingin anak bungsunya dan kedua cucunya berserta cucu menantu khawatir padanya. Saat ini mereka semua sedang duduk di ruang keluarga kecuali Alfa yang belum kembali karena sedang bertugas.
"Din Mbak haus tolong buatin Mbak mix jus ya!" pinta Ayunda.
"Oke mbak, ini siapa lagi yang mau pesan minuman?" tawar Adinda.
"Kopi Din, dua untuk bujangan tampan kita ini!" ucap Gemal.
"Kakek mau apa?" tanya Adinda.
"Tidak usah Din," tolak Farhan.
"Dinda buatin jus tanpa gula aja ya Kek!" ucap Dinda dan Farhan tersenyum lalu menganggukkan kepalanya.
"Vian ayo ikut gue!" ajak Dinda. Vivian mengikuti Ayunda menuju dapur.
Hubungan Vivian dengan Adinda dan Ayunda telah membaik. ketiganya bahkan sering bercerita tentang aktivitas mereka bahkan mereka menoton film yang selalu menceritakan tentang istri kedua yang membuat ketiganya kesal.
"Hehehe... dasar drama lo dek," ejek Ayunda.
Farhan meminum jusnya dan terseyum karena perhatian Adinda padanya membuatnya merasa haru. Dulu sebelum kuliah Vivian selalu memperhatikannya namun ketika ia dihadapkan dengan ambisinya bahwa Vivian harus memiliki nilai sempurna, Farhan memberikan banyak les untuk Vivian.
Farhan menghela napasnya ia sangat takut menghadapi kematian karena sejujurnya ia belum siap meninggalkan keluarganya. Farhan masih ingin melihat bayi Ayunda lahir dan juga ingin melihat Raka bahagia. keinginan terbesar Farhan adalah melihat Raka menikah dan nemiliki keluarga kecil. Namun penyakitnya saat ini sangat beresiko termasuk operasi yang akan ia jalani.
"Guna Kakek mau ke ruang kerja kakek dan kakek mau berbicara denganmu tentang perusahaan!" ucap Farhan. Guna segera berdiri dan melangkahkan kakinya mendekati Farhan lalu memapah Farhan menuju ruang kerjanya.
keduanya melangkahkan kakinya menuju ruang kerja Farhan. Ayunda, Adinda dan Vivian saling berpandangan. sedangkan Raka dan Gemal sibuk dengan ipad mereka. Ayunda menghela napasnya karena ia menduga ada sesuatu yang sangat penting yang akan dibicarakan Guna dan Farhan. Farhan terlihat menyimpan sesuatu dari ekspresinya tadi.
"Kayaknya ada sesuatu yang bukan mengenai perusahaan yang ingin dibicarakan Kakek!" bisik Adinda. Ayunda menganggukkan kepalanya setuju dengan apa yang diucapkan Adinda.
"Kakek yang sekarang sangat berbeda dengan yang dulu. Kakek sangat perasa dan terlihat rapuh," ucap Vivian.
Beberapa hari yang lalu Vivain menemui Farhan di kamarnya dan Vivian ingin meminta bantuan Farhan agar ia bisa berpisah dari Gemal karena Gemal tidak mencintainya. Namun Farhan murka dan kecewa dengan permintaan Vivian. Biasanya Farhan selalu memenuhi segala keinginanya. Bahkan saat Vivian meminta Farhan agar ia bisa bekerja di perusahaan lain Farhan terlihat sangat kecewa dan memintanya untuk intropeksi diri.
Vivian sangat ingat apa yang diucapkan Farhan saat itu "Hanya Gemal yang mampu mengimbangimu dalam segala hal. Hanya dia yang bisa membahagiakan kamu nanti. mungkin bukan sekarang karena ada hal yang harus kamu mengerti Vivian. Selama ini Kakek salah karena tidak memperhatikanmu. sikapmu dimasalalu harus segera diubah, karena tidak semua apa yang kamu inginkan bisa kamu dapatkan! terlebih lagi cara yang kamu lakukan selama ini salah!" ucap Farhan.