CEO-Ku, Suamiku

CEO-Ku, Suamiku
Mandi pagi demi Kakanda


Adinda tersenyum sambil menatap pemandangan yang ada di balkon kamarnya. Pagi ini setelah ia bangun tidur, ia merasa sangat bahagia karena mengingat ucapan Raka tadi malam. Adinda saat ini sedang duduk dibalkon sambil meminum teh dan sepotong cake buatan istri Alfa. Walapun cakenya sedikit gosong, tapi bagi Adinda masih terasa enak, karena dibuat dengan penuh cinta. Cake pertama yang dibuat Kakak iparnya bersama Mamanya. Dinda bisa maklum karena Kakak iparnya itu baru saja belajar memasak dari Mamanya dan Kakak iparnya itu tidak terlalu terbiasa dengan urusan dapur.


Clek... pintu kamarnya terbuka terlihat sosok perempuan cantik dengan perutnya yang membuncit sedang memakan cake dan ia melangkahkan kakinya mendekati Adinda. "Dek, pasti belum mandi ya kamu?" tanya Ayunda


"Wah... pagi-pagi buta udah datang ke rumah orang, nggak malu banget sih Mbak," ejek Adinda.


"Ini rumahnya Mbak tahu, kamu itu kalau sudah nikah Mbak tendang dari sini!" ucap Ayunda kesal. "Bantuin Mama sana! malah enak-enakan disini, mikirin apa hayo?".


"Mikirin Kakanda," ucap Adinda.


"Kakanda? hahaha... jadi Om Raka itu Kakandamu hahaha..." tawa Ayunda membuat Adinda tersenyum senang.


"Keren kan nama panggilan sayang kita, Mas... udah basi tahu Mbak. Itu panggilan udah sering didengar dan nggak populer lagi!" ucap Adinda sambil meminum tehnya dan menatap Ayunda dengan tatapan penuh kemenangan.


"Dek, jangan sok romantis, keromantisan itu nggak perlu diumbar!" ucap Ayunda kesal mendengar ucapan Adinda.


"Mbak ganti aja jangan Mas dong! Kaisarku, Rajaku, kekasihku, Ayank bebep, bojoku pokoknya yang lain dari pada orang kebanyakan deh!" ucap Adinda.


Hahaha... keren kan Mbak, hayo iri kan lo. Asal tahu aja Kakanda gue itu diam-diam biar kayak patung es dia mah hangat hatinya.


batin Adinda.


"Lebay, kita nggak perlu panggilan menggelikan seperti itu!" ucap Ayunda sinis. "Lo Dek, kemarin kenapa berantem sama si Om?" tanya Ayunda penasaran karena Raka hanya mengatakkan jika ia cemburu.


"Om cemburu gara-gara Dinda ketemu sama Kak Adam kakak kelas SMA Dinda dulu Mbak. Sebenarnya secara tidak langsung Mbak juga ada hubungannya kenapa Om Raka bisa cemburu!" jelas Dinda.


"Jelas ada, semua berawal dari ikan teri Mbak. Pagi itu kan harusnya Dinda sarapan pagi dirumah, tapi karena Mbak mencuri ikan teri Dinda jadinya Dinda nggak jadi sarapan. Setelah itu Dinda sarapannya di hotel dan disana Dinda ketemu Kak Adam. Om cemburu sama Kak Adam, padahal Kak Adam itu adik tirinya" jelas Adinda.


"Wah...kok bisa? kebetulan banget ya Din" ucap Ayunda.


"Iya makanya hebo tadi malam, Om Raka jadi lucu banget... dia itu pangeran yang turun dari surga bagi Dinda mbak," ucap Dinda sambil mengangkat tangannya lalu memeluk tubuhnya seolah-olah Raka sedang memeluknya membuat Ayunda menatap Adinda dengan sinis.


"Jangan gatel ya Din jadi cewek!" ucap Ayunda mencubit lengan Adinda.


"Wah Dinda nggak segitunya kayak Mbak yang cium-cium Kak Guna, Kalau Dinda jadi cewek kalem maunya dicium duluan dari pada mencium duluan kayak Mbak," ejek Adinda membuat Ayunda ingin sekali memukul Adinda saat ini juga. Guna bisa dibilang jatuh cinta dengan Ayunda karena aksi nekat Ayunda yang menciumnya lebih dulu saat itu.


Adinda melihat mobil Raka masuk kedalam perkarang rumah dan kemudian terparkir disana. "Ada kakandaku ya ampun Mbak, Dinda belum mandi. Dinda mandi dulu ya!" ucap Adinda bergegas segera masuk kedalam kamar mandi.


"Biasanya nggak mandi juga nggak masalah ya Din. Tumben kamu jadi malu kalau belum mandi?" teriak Ayunda.


"Malu mbak Dinda kan mau dipeluk manja sama Kakanda!" teriak Adinda.


"Awas ya Din, Mbak bilangi Om Raka baru tahu rasa kamu! belum nikah udah norak kayak suami istri aja," ejek Ayunda.


"Kasih tahu aja mbak biar kita dipercepat nikahnya!" teriak Adinda membuat Ayunda memutar bola matanya jengah dengan kenorakkan adiknya.


tbc...