CEO-Ku, Suamiku

CEO-Ku, Suamiku
Penyesalan Raka


Adinda mencari keberadaan Raka ke ruangan vip ia yakin orang yang dikunjungi Raka berada disana. Adinda melihat seorang perempuan menangis membuat Ayunda merasa hatinya sakit. Apalagi perempuan itu terlihat memegang tangan Raka. Adinda memundurkan langkahnya air matanya menetes namun segera ia hapus. Adinda menggelengkan kepalanya takut jika Raka memiliki wanita lain selain dirinya.


Adinda lalu melihat seorang pria yang Adinda kenal yang ternyata adalah Adam adik tiri Raka. Bugh... Raka terlihat memukul Adam membuat Adinda menutup mulutnya karena bingung dengan apa yang terjadi. "Kak tenang dulu!" teriak Adam.


"Tenang? keluarga kalian itu tidak becus hanya bisa membuat Radina menderita. kalau kau tidak bisa melindungi Radina biarkan saya melindunginya. Apa kau tahu yang dilakukan wanita itu? mana ada ibu yang tega menjual anaknya sendiri demi uang hanya wanita itu yang tidak punya hati, yang tega merusak kehidupan putrinya sendiri" ucap Raka dengan amarah yang memuncak.


Tak lama kemudian terlihat Akmal yang datang bersama Lastri dan keduanya terlihat cemas. Raka dengan gerakan cepat memukul wajah Akmal hingga membuat Akmal terkejut dan meringis kesakitan karena pukulan Raka mengenai wajahnya. Akmal adalah anak sulung Lastri dari suami keduanya. Kehadiran Akmal didunia inilah yang bagi Raka membuat hidupnya hancur. Akmal hasil perselingkuhan Maminya dengan suami keduanya. Akmal dan Raka hanya berbeda beberapa tahun, saat ini umur Akmal tiga puluh satu tahun.


"Raka kenapa kau memukul adikmu!" teriak Lastri.


"Karena dia bodoh tidak bisa melindungi adik kandungnya sendiri dari Maminya yang gila harta!" teriak Raka dan plak... wajah Raka ditampar Lastri membuat Adinda terkejut karena mendengar pembicaraan mereka akhirnya Adinda tahu jika ia hanya salah paham pada Raka. Perempuan yang menangis itu adalah sahabat Radina adik tiri Raka.


Adinda melangkahkan kakinya mendekati Raka dengan cepat dan ia memegang tangan Raka membuat Raka terkejut melihat kehadiran Adinda. "Jangan marah aku hanya ingin selalu mendampingimu dalam keadaan apapun!" jelas Adinda membuat Raka menganggukkan kepalanya.


"Batalkan pernikahan Radina!" ucap Raka.


"Tidak Raka, kau yang menolak membantu perusahaan kami, aku terpaksa menjodohkannya! kau lebih memilih perempuan ini hingga membuat keluluarga Luna hampir bangkrut. Kondisi perusahaan kita makin memburuk ini semua karena kamu Raka!" ucap Lastri. "Brian laki-laki yang baik, dia bisa membuat Radina bahagia dan membantu perusahan kami!" ucapan Lastri membuat Adinda terkejut karena ia sama sekali tidak mengetahui jika Raka telah membuat perusahaan keluarga Luna hampir bangkrut demi dirinya.


"Tidak Tante, maaf kalau Alana ikut campur. Radina tidak suka Brian, Radina takut sama Kak Brian makanya waktu itu Radina menemui Kak Raka dan meminta bantuan agar bisa membantu Radina agar membatalkan rencana pernikahannya!" ucap Alana sahabat Radina.


"Mau tidak mau suka atau tidak suka Radina harus tetap menikah dengan Brian!" ucap Lastri.


Alana menggelengkan kepalanya. "Radina tidak mau menikah dengan Brian karena... hiks...hiks... " ucap Alana terhenti ia menangis karena kasihan dengan Radina. "Brian adalah orang yang memperkosa Radina dua bulan yang lalu, Radina memilih bunuh diri jika kalian semua memaksanya untuk menikah dengan Brian. Pagi ini Radina memotong pergelangan tangannya hiks... hiks... makanya Alana menghubungi Kak Raka, Kak Adam dan Kak Akmal!" ucap Alana membuat Raka memejamkan matanya.


Raka merasa bersalah karena mengacuhkan Radina adik perempuan satu-satunya yang ia miliki. Adinda meneteskan air matanya dan memeluk Raka. "Apa kamu bilang Radina bunuh diri?" tanya Lastri. Alana menganggukkan kepalanya.


"Kondisi Radina kritis saat ini, saya menghubungi Kak Raka lebih dulu karena kemungkinan hanya darah Kak Raka yang cocok dengan Radina. Radina pernah mengatakan jika Kak Akmal dan kak Adam golongan darahnya berbeda karena menuruti Om. Hanya Kak Raka satu-satunya harapan yang bisa menolong Radina karena mungkin darah Kak Raka sama dengan Radina. Maaf Tante saya tidak ingin menghubungi Tante karena saya takut Tante tidak ingin menolong Radina" ucap Alana membuat wajah Lastri memucat. Ia pasti akan menolong putrinya sendiri dan tidak akan membiarkan Radina kekuranga darah.


Persediaan darah untuk golongan darah B sedang habis sedangkan Radina harus segera mendapatkan transfusi darah segera. Pagi tadi saat Raka sedang sarapan ia menerima telepon dari Alana jika Radinda berada dirumah sakit karena mencoba bunuh diri. Raka yang panik segera pergi tanpa pamit kepada Farhan. Ponsel Raka tidak aktif karena setelah mendapatkan telepon dari Alana ponselnya tiba-tiba mati kehabisan batrai. Raka segera mendonorkan darahnya untuk Radina saat Alana mengatakan jika Radina membutuhkan darahnya saat ini.


"Kau tidak pantas menjadi seorang ibu Nyonya Lastri dan kalian berdua adalah Kakak yang bodoh!" ucap Raka dingin


"Lalu kau apa? Kau sama sekali tidak membantunya ketika dia meminta bantuanmu!" ucap Akmal.


"Kak Akmal, Kak Akmal yang mengatakan akan membantu Radina membatalkan pernikahannya, jika Radina berhasil membujuk Kak Raka untuk berinvestasi di perusahaan Kakak!" ucap Alana membuat Raka menatap sinis Akmal.


Adinda menghela napasnya "Kalau kalian ribut seperti ini tidak akan menyelesaikan masalah!" ucap Adinda. Ia mencoba meredam kemarahan Raka dengan memegang lengan Raka dan menatap Raka dengan sendu. Adinda menggelengkan kepalanya dan meminta Raka agar tidak terpancing emosinya hingga memperumit permasalahan ini.


"Jangan ikut campur! kau bukan bagian dari keluarga ini!" ucap Akmal membentak Adinda membuat Adinda terkejut.


"Jangan membentaknya! dia calon istriku dan jika kalian menyinggung perasaannya akan kupastikan perusahan kalian akan segera bangkrut!" ancam Raka menatap Akmal dengan tajam.


"Dengan keluarga Radina?" tanya seorang suster yang baru saja menghampiri mereka.


"Iya saya Kakaknya!" ucap Raka segera mendekati suster.


"Dokter Keanu ingin bertemu dengan anda di ruangannya, silahkan ikut dengan saya!" ucap Suster.


Raka melangkahkan kakinya sambil memegang tangan Adinda agar mengikutinya menuju ruangan Dokter. Raka masuk kedalam ruangan Dokter bersama Adinda. Keduanya mendengar penjelasan Dokter mengenai Radina.


"Saat ini Nona Radina telah melewati masa kritisnya dan hanya perlu istirahat untuk pemulihan fisiknya. pasien juga mengalami keguguran karena kandungannya lemah. Pergelangan tangannya sudah berhasil kita atasi hanya saja diperlukan bantuan keluarga untuk menyembuhkan pikirannya karena percobaan bunuh diri seperti ini membutuhkan penanganan khusus!" ucap Dokter Kanu. ia menyarankan agar Radina menemui pskiater karena Radina bisa saja melakukan hal ini lagi.


"Dibagian perut Radinda terdapat banyak bekas sayatan, saya menduga jika sayatan itu dia yang melakukanya sendiri!" ucap Dokter membuat Raka merasa benar-benar bersalah karena mengabaikan Radina.


Setelah mendengar penjelasan dari Dokter mengenai keadaan Radina membuat Raka teremenung disamping Adinda. Saat ini Raka duduk disamping Adinda di ruang tunggu didekat ruang perawaran Radina. Adinda membuka sebotol air mineral dan memberikannya kepada Raka. Raka segera meminumnya.


"Bantu Radina Kak" ucap Adinda membuat Raka terkejut karena mendengar Adinda memanggilnya Kakak. "Walau bagaimanapun kamu Kakaknya" ucap Adinda membuat Raka menarik Adinda kedalam pelukannya.


"Jika menurutmu aku harus membantunya aku akan menghilangkan egoku Dinda!" ucap Raka.


"Aku sayang kamu Kak dan aku tahu kamu adalah Kakak yang baik untuk adik-adikmu, kamu juga Ayah yang baik untuk Feli dan anak-anak kita nanti" ucap Adinda. "Kamu bagi seorang Adinda adalah laki-laki yang sangat hebat dan Dinda tidak menyesal. menerima uang untuk membeli ponsel waktu itu jika itu semua membuat Dinda bisa mendekati seoarang Raka yang membuat Dinda jatuh cinta!" ucap Adinda. "Hiks....hiks... " Adinda meneteskan air matanya membuat Raka bingung.


"Kenapa menangis?" tanya Raka mencubit pipi Adinda.


"Dinda tadi cemburu melihat Kakak berduaan sama temannya Radina!" lirih Adinda membuat Raka terkekeh. "Hp Kakak juga nggak aktif" ucap Adinda.


"Hp saya mati Dinda habis batrai" ucap Raka mengeluarkan ponselnya dan menyerahkannya kepada Adinda. "Kamu mengkhawatirkan saya?" tanya Raka membuat Adinda menganggukan kepalanya sambil meneteskan air matanya. "Hehehe terimakasih sayang!" bisik Raka membuat Adinda menghapus air matanya dan ia segera mencium pipi Raka cup.. cup..


"Saranghae Oppa" ucap Adinda membuat seulas senyum kembali terbit diwajah yang selalu tampak dingin itu.


"Ich liebe dich" ucap Raka membuat Adinda bingung.


"Apa artinya? tanya Adinda penasaran.


"Kamu jelek kalau nangis kaya gini!" bohong Raka membuat Adinda mengkerucutkan bibirnya karena kesal.


tbc...


Jangan lupa vote dan komentarnya! terimakasih semua 🙏🙏🙏