CEO-Ku, Suamiku

CEO-Ku, Suamiku
Oborolan Raka dan Guna


Kedatangan Raka hari ini ke kediaman Bagas adalah untuk mengatakan jika ia ingin mempercepat pernikahannya bersama Adinda. Menuggu satu tahun setengah rasanya begitu lama dan Raka tidak bisa membiarkan laki-laki lain berusaha merebut Adinda darinya, hanya karena ia dan Adinda belum menikah. Apalagi ia menceritakan semuanya kepada Guna tadi malam setelah mengantar Adinda pulang ke rumahnya dan akhirnya Raka memutuskan akan membicarakannya kepada Bagas.


flashback.


Raka melangkahkan kakinya masuk kedalam rumahnya, ia melihat Guna yang sedang duduk sendirian didekat kolam renang sambil menghisap sebatang rokok. Raka baru tahu jika Guna merokok. Raka mendekati Guna dan duduk disamping Guna.


"Tumben merokok Gun?" tanya Raka.


"Lagi pengen, ini paling sebulan sekali Om. Dulu ikutan teman ngerokok saat kuliah" ucap Guna. "Om nggak ngerokok?" tanya Guna.


"Dulu sempat coba tapi yah...nggak terlalu sering sih. Mungkin udah lima tahunan udah nggak nyetuh rokok" ucap Raka.


"Sebenarnya tadi iseng coba lagi, soalnya sekarang malah suka makan yang asem semenjak Ayu hamil. Kayak ikutan ngidam juga om hahaha... pada hal sebenarnya itu pikiran kita doang kali ya Om" ucap Guna. "Ini Om" ucap Guna menyerahkan kotak rokok kepada Guna.


"Ini kan rokok yang sahamnya kamu beli kan Gun?" tanya Raka membuat Guna menganggukkan kepalanya dan tersenyum.


"Dasar otak bisnis, ini pasti kamu mau ngerasai produk yang juga bakalan membuat uangmu tambah banyak!" ucap Raka.


"Ya gitu Om, sengaja nyoba saat Ayu lagi tidur kalau dia bangun dia suka rewel. Jam dua biasanya bangun dan minta diambilin minum kalau nggak mau makan sesuatu karena lapar" ucap Guna hapal dengan kebiasaan istrinya sejak hamil. "Gimana udah damai sama Dinda?" tanya Guna.


Raka menganggukan kepalanya, ia kemudian menghidupkan sebatang rokok dan ikut mengisapnya. "Dia sebenarnya mudah dibujuk Gun dan ngambeknya juga nggak lama kalau saya mengatakan sejujurnya apa yang saya pikirkan. Adinda memang terlihat kekanak-kanakan tapi sebenarnya dia sangat dewasa" jelas Raka.


Guna menyetujui ucapan Raka karena Adinda memang lebih dewasa dari Ayunda yang jelas lebih tua darinya. "Dia juga lebih dewasa dari Ayu Om" jelas Guna.


"Saya yang kekanak-kanakan karena saya terlalu cemburu. Saya tidak suka dia didekati laki-laki lain. Entah mengapa saya seakan menjadi orang lain yang tidak terkontrol Guna" ucap Raka.


"Om itu namanya Om mesti menghalalkan dia segera!" ucap Guna.


"Iya, saya memang ingin segera menikahinya tapi sebenarnya dia ingin pernikahan kita dilakukan setelah dia selesai kuliah" jelas Raka.


"Hati perempuan itu bagaikan buku ya Om, kita mesti mempelajarinya dan memahaminya" ucap Guna.


"Iya, jika saya memilih bersama wanita lain yang sifatnya tidak seperti Dinda mungkin hidup saya akan terasa sepi. Saya tidak butuh istri yang mirip tingkahnya dengan saya Raka sama halnya kamu memilih Ayunda. Perbedaan itu sebenarnya bagaimana cara saling memahami dan akhirnya menjadi pelengkap pasangan masing-masing" ucap Raka.


"Waktu itu jika saya menikahi Vian, Om pasti tidak lama kemudian kita akan segera bercerai. Karena Vian tidak menyadari perasaannya dan hanya mengejar kenyamanan. Sedangkan saya membutuhkan Ayunda karena dia perempuan yang membuat saya harus berprilaku berbeda dari saya yang sebelumnya. Banyak hal yang dapat kita pelajari saat kita mulai merasakan jika dia adalah orang yang kita inginkan menjadi pendamping hidup" ucap Guna.


"Ya, seperti itu juga dengan apa yang saya pikirkan Guna. Saya merasakan sepi ketika saya tidak bisa bertemu dengannya. Saya juga terbiasa dengan sikapnya yang lucu dan menggemaskan itu walau terkadang sikapnya membuat saya malu" ucap Raka.


"Jadi apa yang akan Om lakukan, Om yakin menunggu selama itu?" tanya Guna.


"Tidak, saya ingin hubungan kami dijalani dengan ikatan pernikahan buka pertunangan seperti ini. Awalnya saya ingin langsung menikahinya sejak saya tahu jika hanya dia yang bisa mengubah hidup saya hanya dengan kehadirannya disisi saya tapi Papanya meminta saya untuk menunggu hingga saya pantas untuk menjadi menantunya" jelas Raka.


"Apa yang bisa saya bantu?" tanya Guna tersenyum melihat Om rasa sahabat yang saat ini sepertinya membutuhkan bantuanya.


"Kirim foto ini ke Alfa!" ucap Raka membuat Guna melototkan matanya saat melihat foto Raka memeluk Adinda yang sedang terlelap diatas ranjang.


tbc...


**Ceritaku ini memang jalan ceritanya lambat dan santai. Aku bukan bermaksud memperlambat cerita tapi memang beginilah caraku menulis.


cerita Adinda, Ayunda, Raka dan Guna memang sengaja aku letakkan dalam satu novel karena itu judulnya Ceo ku suamiku. Makanya tokoh utamanya mereka berempat.


Kalau Vivian dan Gemal disini mereka sebagai tokoh pembantu yang memang tidak akan banyak aku tampilkan disini karena nanti mereka punya lapak sendiri alias novelnya sendiri. kalaupun aku langsung menulis tentang mereka disini sebenarnya nggak cucok karena judulnya bukan Ceo 😅😅😅


jadi yang bosan sama Raka, Adinda, Guna dan Ayunda mohon maaf 🙏🙏🙏 memang ceritanya seputaran mereka**.