CEO-Ku, Suamiku

CEO-Ku, Suamiku
Tuti


Adinda mempercepat langkahnya membuat Raka menghela napasnya melihat Adinda yang terlihat sangat senang. Ia memilih mengikuti Adinda yang saat ini menggandeng tangannya. Adinda melihat Ayunda, Vivian, Karina dan Guna yang sedang duduk bersantai sambil melihat di panggung beberapa musisi muda sedang bernyanyi. Gemal sedang meminta karyawan hotel memanggang daging untuknya.


Adinda mendekati Gemal menatap Gemal dengan kesal "Mana Oppaku?" tanya Adinda


"Di Korea Din ngapain dia kesini? ngehibur lo? rugi amat dia ngehibur pengantin baru yang nggak mau keluar kamar dan suka dibobokin kayak kamu" ucap Gemal membuat Adinda memutar bola matanya.


"Dasar tukang tipu!" teriak Adinda kesal.


"Itu super juniornya Din!" ucap Gemal menunjuk Band yang seang bernyayi di panggung.


"Lo dasar Tuti beda banget sama Oppaku Gem itu orang lokal bukanya Oppa" kesal Adinda.


"Itu Oppa coba lihat rambut mereka warna-warni gitu dan kulitnya tuh... yang itu putih juga. Lo tinggal panggil Oppa kan beres Din" goda Gemal membuat Adinda murka.


"Kak, Gemal jahat banget nipu kita Kak!" kesal Dinda.


"Ye... jangan salahkan gue ya Din? harusnya lo pikir suami lo ini mana mau lo suka sama cowok lain. Mana mau dia keluarin uang buat datangin laki-laki pujaan hati lo" ejek Gemal.


"Kak, Kakak mau kan temenin Dinda ketemu mereka. Kita nonton konsernya gitu Kak!" ucap Adinda.


Raka menggelengkan kepalanya "Tidak" ucap Raka membuat Adinda menyebikkan bibirnya karena kesal. "Jadi mereka yang mau kamu peluk?" ucap Raka menunjuk pada seorang penyanyi yang saat ini sedang menyanyi depan.


"Bukan, dari pada peluk dia mending Dinda peluk Kakanda sayang yang udah halal!" ucap Dinda membuat Raka tersenyum dan mengelus rambut Dinda.


"Sana duduk ngeliatin kalian berdua bikin kesal saja!" ucap Gemal.


"Ayo Kak jangan mau dekat-dekat sama tuti makanya dia kalau malam kedinginan karena istrinya mana mau meluk dia!" ejek Dinda.


"Mana ada nggak percaya wek..." ucap Adinda membuat Raka terkekeh.


"Dek, sini dong udah ketemu sama Oppanya?" goda Ayunda.


"Udah ini!" ucap Adinda menggandeng tangan Raka dan mengajak Raka duduk bergambung dengan yang lain.


"Ini acara apa sih Kak?" tanya Adinda.


"Acara malam aja di hotel, jadi kalau mau ikutan acara ini ada penambahan biyaya buat nongkrong disini dengan memakan makanan yang dihidangkan sepuasnya sambil melihat grup band atau pengunjung juga bisa bernyanyi disini diiringi home bandnya" jelas Raka.


Adinda tersenyum manis karena Raka begitu mengagumkan baginya "Pinter banget sih Ayah Felisa cari uang, jadi makin cinta deh" ucap Adinda membuat Ayunda menatap sinis Adinda.


"Dasar mata duitan lo dek" ejek Adinda.


"Baru tahu kalau adikmu sukanya sama uang?" ejek Alfa.


"Semua perempuan suka uang apalagi kalau diberi ikhlas sama suami! " ucap Adinda. "Tapi setidaknya Dinda nggak seboros mbak Ayu!" ejek Dinda.


"Wah... mana ada Ayu boros, mertua Ayu yang belikan sepatu, baju dan perhiasan!" ucap Ayunda membuat Adinda sedikit iri. Hubunganya dengan Lastri tidak begitu baik meski Lastri datang keacara pernikahaannya bersama Raka.


Raka bisa melihat ekspresi Adinda yang tiba-tiba berubah. "Habiskan uang yang saya berikan tidak akan membuat saya bangkrut!" bisik Raka namun Adinda menatap mata Raka dengan dalam.


"Dinda nggak perlu banyak uang Kak, yang penting Kakak selalu ada buat Dinda" ucap Adinda.


Maafkan saya karena tidak bisa memberikan keluarga yang sempurna untuk kamu. Batin Raka.