CEO-Ku, Suamiku

CEO-Ku, Suamiku
Adinda menantu Papi?


Ayunda, Guna, Vivian, Gemal, Raka, Adinda dan Alfa sampai di Bandara. Ternyata para orang tua mereka ikut mengantar ke Bandara termasuk Kakek Farhan. mereka semua berpamitan dan ternyata Alfa mengajak ketiga temannya sesama polisi untuk ikut bersama mereka dan Ayunda mengajak kedua sahabatnya Meta dan Ajeng. Keduanya telah mengenal Guna saat di Club. Mereka terkejut saat mengetahui Guna dan Ayunda telah menikah ketika Guna memberikan undangan resepsinya bersama Ayunda waktu itu.


"Kenalin ini teman-teman saya yang ikut ke Bali!" ucap Alfa menegankan Riskan, Tama dan Tegar".


"Ini kedua teman Ayu, Ajeng dan Meta"


Mereka semua saling berkenalan. Farhan memang meminta teman-teman Alfa untuk ikut sekalian untuk menjaga keamanan keluarganya. Sebenarnya Farhan ingin Raka memiliki banyak teman dan juga Guna, Raka dan Gemal bisa menghabiskan waktu bersama. Dulu Farhan selalu memaksa ketigannya untuk belajar dan berkumpul bersama keluarga bagi Farhan waktu itu hanya membuang waktu saja.


Tegar dan Riskan terlihat tertarik pada Adinda. keduanya bahkan sejak tadi tersenyum dan mencoba menarik perhatian Adinda. Sebenarnya masih ada sisa dua buat tiket untuk dua temannya Guna yang merupakan pengusaha muda seperti Guna tapi ternyata keduanya berhalangan hadir.


Sementara itu Farhan memeluk Guna dan membisikan sesuatu di telinga Guna "Terimakasih Guna, habiskan waktu bersama keluarga di hari ulang tahunmu dan ini adalah permintaan Kakek dan harus kamu ingat bahwa keluarga adalah hal utama yang harus kamu pikirkan bukan bisnis seperti kakek selama ini!" ucap Farhan membuat Guna tersenyum dan menganggukkan kepalanya.


Ayunda mencium punggung tangan Farhan "Ayu ingat pesan kakek!" pinta Farhan. Ayunda tersenyum lalu ia menganggukkan kepalanya.


Farhan kemudian memeluk Raka "Berbahagilah nak, kamu tidak sendirian lagi!" ucap Farhan membuat sesuatu didada Raka tersentuh.


"Papi harus ingat setelah Raka pulang kita pergi ke Rumah sakit dan Papi ikuti prosedur demi kesehatan Papi!" ucap Raka membuat air mata Farhan menetes. Aditya memeluk keduanya dengan erat membuat Elin meneteskan air matanya.


Jika nanti Papi tidak selamat Raka kamu harus tetap bersama keluargamu yang lain. Kakakmu Aditya berjanji akan memperhatikanmu dan menjagamu. Semoga kamu kelak mendapatkan kebahagianmu nak.


Farhan mencari informasi tentang apa yang dilakukan Raka selama Raka pergi dari rumah dan Farhan sangat terpukul karena ternyata apa yang dilalui Raka membuatnya menyesal. Raka berjuang sendiri untuk hidupnya untung saja ada keluarga sahabatnya yang mau menampungnya. selama ini Farhan hidup bergelimang harta tapi ia tak mampu memberikan kebahagiaan kepada keluargannya.


Elin merasa jika saat ini adalah hal yang paling membahagiakan bagi Aditya suaminya. Raka dan Aditya dua saudara berbeda ibu itu akhirnya bisa memeluk Papi mereka bersamaan. Mereka melepaskan pelukannya dan Aditya menatap Raka dengan tatapan bangga. "Adik sudah besar Pi, dia bisa menjaga dirinya dengan sangat membanggakan!" ucap Aditya.


"Kak, titip Papi. Jika bukan karena ini juga keinginan Papi agar Raka ikut liburan bersama Guna, Raka tidak akan pergi meninggalkan Papi walau ini hanya beberapa hari" jujur Raka membuat Farhan terkekeh.


Aditya menghela napasnya jika adiknya dan kedua anaknya tahu Kakek mereka harus segera dioperasi mungkin mereka tidak akan menuruti permintaam Farhan untuk pergi liburan bersama.


"Dinda!" panggil Farhan membuat Adinda bergegas mendekati Farhan.


"Siap Kek" ucap Dinda.


"Papi pengen kamu dan Raka akur. jangan suka ribut ya!" ucap Farhan membuat Adinda bingung kenapa Farhan masih saja menyebutnya Papi ketika keduanya berbicara.


"Iya Kek" ucap Adinda tersenyum.


"Panggil Papi dong jangan Kakek biar Papi awet muda" goda Farhan membuat mereka semua tertawa.


"Masa aku harus panggil Papi, jadi aku adiknya Papi Adit dan adiknya Om Raka gitu kek?" ucap Adinda membuat Farhan tersenyum geli.


"Kamu itu cocoknya jadi menantu Papi. istrinya Raka!" ucap Farhan membuat Adinda menelan ludahnya. Sedangkan Vivian dan Ayunda tersenyum mendengar ucapan Farhan.


"Kek, Dinda kesana dulu sama teman-temanya Kak Ayu. pokoknya Kakek nggak boleh bandel minum obat dan jangan makan makanan sembarangan!" ucap Adinda.


"Kalau Papi nanti sembuh dan sehat bugar, Dinda mau ya jadi menantu Papi nanti Rumah besar Papi, Papi kasih ke Dinda!" ucap Farhan membuat Adinda membuka mulutnya.


"Kok serem banget kedengarannya" ucap Adinda sambil menatap sinis Raka.


ini kok Kakek ngebet banget gue jadi menantunya Sih...Gue nggak mau rumah tangga gue bakalan banyak barang-barang yang berterbangan seperti ufo nanti ketika gue dan Raka perang dunia ke tiga. semua piring mahal dirumah Kakek pada pecah karena gue kesel sama Raka.