CEO-Ku, Suamiku

CEO-Ku, Suamiku
Rasa


Ayunda mengaduk-aduk makanannya. saat ini ia memilih makan siang sendiri disebuah cafe yang tidak jauh dari kantor dibadingkan harus makan bersama teman sekantornya karena berkumpul bersama mereka akan membuat hatinya sakit mendengar ejekan mereka. bunyi ponselnya membuatnya segera mengangkatnya.


"Halo Assalamualikum" ucap Ayunda.


"Waalikumsalam, kamu dimana?" tanya Guna.


"Tumben telepon" ketus Ayunda.


"Kalau suami nanya itu dijawab Ayu!" kesal Guna.


"Lagi di Cafe."


"Sama siapa?" tanya Guna


"Sendiri, kenapa?"Ayunda bisa mendengar helaan napas Guna yang sepertinya kesal padanya.


"Harusnya kamu makan siang bersama kita!"


"Sama siapa aja?" tanya Guna


"Kakek, Vivian dan aku."


"Tidak terimakasih" ucap Ayunda dengan wajah sendu menahan air matanya agar tidak menetes.


"Kakek ingin berbicara sama kamu. beliau menanyakan kamu tadi!"


"Salam sama Kakek maaf tadi aku sangat lapar dan memutuskan untuk makan diluar sendirian"


"Apa kamu benar-benat sendirian?"


"Tidak aku bersama kekasihku" kesal Ayunda.


klik... Guna mematikan teleponnya membuat Ayunda menghela napasnya dan mencoba menyantap makanannya meskipum lidahnya terasa kelu. air mata Ayunda menetes dan ia segera menghapusnya dengan cepat.


**** banget sih gue... kenapa gue yang mesti cinta duluan sama Mas Guna... kenapa sih hati gue rasanya sakit banget kalau lihat Mas Guna dekat sama Vivian.


apa lagi Kakek sepertinya tidak menyukaiku...


setelah selesai makan siang Ayunda segera membayar makanannya dikasir dan kemudian melangkahkan kakinya menuju kantor namun saat ia ingin menyebrang jalan tiba-tiba sebuah motor dengan kecepatan tinggi menyenggol tubuhnya hingga ia terjatuh. beberapa orang yang melihat kejadian itu segera mendekati Ayunda dan membantu Ayunda sedangkan orang yang menabrak Ayunda telah pergi.


"Mbak mari saya bantu!" ucap salah satu laki-laki yang memapah Ayunda.


"Kak Gara kayaknya lengan Mbak ini luka deh!" ucap seorang perempuan cantik yang berada disebelah laki-laki yang saat ini sedang membantu Ayunda.


laki-laki itu mencoba memeriksa lengan Ayunda "Aduh sakit Mas" teriak Ayunda.


"Sepertinya kamu harus dibawa ke rumah sakit!" ucapnya.


"Saya tidak apa-apa Mas!" tolak Ayunda.


"Mbak Kakak saya ini seorang Dokter jadi Mbak tenang aja, kita bakalan temanin Mbak ke rumah sakit sampai keluarga mbak datang!" ucap perempuan cantik itu.


"Kak Gara ambil mobil dulu Ra!"ucap laki-laki yang bernama Gara dan ia segera melangkahkan kakinya mendekati mobilnya dan kemudian masuk kedalam mobilnya. ia segera menghidupkan mesinya dan menjalankanya lalu berhenti tepat didepan Ayunda dan Terra"


Ayunda dan Terra masuk kedalam mobil dan menuju rumah sakit terdekat. "Terimakasih" ucap Ayunda. Ia menahan rasa perih dilutut dan juga lengannya yang terasa sakit.


"Sama-sama Mbak, nama Mbak siapa?" tanya perempuan cantik itu.


"Ayunda" ucap Ayunda.


"Saya Terra Mbak dan yang itu Gara" ucapnya.


"Mbak udah hubungi keluarga mbak?" tanya Gara


"Nggak usah hanya luka kecil" ucap Ayunda.


Raga menghembuskan napasnya "Mbak itu korban tabrak lari dan lengan mbak sepertinya terkilir atau mungkin bisa saja bergeser jadi mbak perlu menghubungi keluarga Mbak!" jelas Gara


"Kak, manggil Mbak ini Mbak aja. Perasaan Terra tuan Kakak deh dari pada Mbak ini. eh... Mbak udah punya pacar belum? Kakak saya ini masih jomblo loh" goda Terra.


"Saya sudah menikah" jujur Ayunda membuat Terra tertawa terbahak-bahak


"Hahaha... tadinya mbak aku pikir bisa jadi pacar Dokter Gara ini tahunya mbak udah nikah" tawa Terra membuat Ayunda tersenyum.


"Makanya jangan jahil jadi orang Ra. jangan suka jodohin orang!" ejek Gara


tbc...


pemeran pembantu sekali lewat 😆😆😆.


kalau yang tahu novel2 ku pasti tahu Terra Alexsander dan Gara Dirgantara.