
Farhan menceritakan semuanya kepada Adinda tentang kehidupan rumah tangganya. Lastri adalah istri keduanya. Istri pertama Farhan ibu kandung Aditya telah meninggal karena sakit. Setelah Adit dewasa dan mulai menjauh darinya, membuat Farhan berpikir jika Adit memiliki seorang adik, mungkin Adit akan betah dirumah. Kehadiran seorang adik untuk Adit, sebenarnya karena Farhan memikirkan anak sulungnya itu yang terlihat kesepian dan mulai membangkang keinginannya, termasuk memilih jurusan kuliahnya. Farhan tidak mendukung Adit menjadi seorang Dokter, karena Farhan ingin Adit menjadi pewarisnya Farhan sangat marah saat Adit memilih menikah muda dengan kekasihnya dan pergi meninggalkannya.
Farhan sangat benci kepada Elin karena Elin mengambil putranya dan ia akhirnya memutuskan menikah dengan sahabat putranya sendiri bernama Lastri yang menjadi asistennya di kantor. Pernikahan Farhan dan Lastri ditentang Aditnya karena Adit tahu siapa Lastri. Lastri merupakan wanita yang menyukainya dan bahkan ingin mengganggu hubungannya dengan Elin tapi ternyata Farhan Papinya sendiri yang menikahi Lastri membuat Adit sangat kecewa dengan sikap Farhan.
Saat itu Adit dan Elin memilih untuk mandiri dan tidak bergantung kepada Farhan hingga akhirnya keduanya mendengar kabar jika Lastri telah melahirkan seorang putra bernama Raka Candrama. Farhan yang terlalu sibuk membuat Lastri menyibukkan diri dengan bisnis Fahsion. Farhan memang memberikan sejumlah yang cukup besar untuk Lastri agar dia betah dirumah dan menjaga putra mereka. Saat itu Farhan sadar rentang umur ia dan istri keduanya ini cukup jauh sekitar dua puluh satu tahun.
Setelah umur Raka tiga tahun kepercayaan Farhan pun akhirnya disalahgunakan Lastri. Lastri memakai uang perusahaan Fashion yang diberikan Farhan untuk dikelola hingga mengalami kerugian. Farhan juga meminta orang suruhannya menyelidiki apa yang dilakukan istrinya itu dan sebuah fakta membuat Farhan benar-benar kecewa. Putra kecilnya Raka ternyata sama sekali tidak dibesarkan dengan kasih sayang seorang ibu tapi dibesarkan oleh pengasuh karena kesibukan Lastri.
Farhan tidak bisa memaafkan Lastri saat mengetahui jika Lastri juga telah berselingkuh dan hamil anak laki-laki lain. Farhan dengan berat hati menceraikan Lastri karena ia tidak ingin membesarkan putra orang lain di rumah ini sedangkan putranya sendiri ternyata tidak dipedulikan sama sekali oleh istrinya.
Pertengkaran hebat pun terjadi, Lastri meminta harta gono gini dan meminta hak asuh Raka. Tentu saja Farhan menolak memberikan Raka kepada Lastri, karena Raka adalah bagian dari dirinya. Alasan ia bertahan saat itu karena Raka masih membutuhkannya. Farhan berhasil mengumpulkan bukti perseingkuhan Lastri dan ia akhirnya mendapatkan hak asuh anak. Farhan merelakan salah satu bisnisnya kepada Lastri yaitu perusahaan Fashion dengan syarat Lastri berjanji tidak akan bertemu Raka lagi. Tentu saja Lastri setuju karena ia sebenarnya tidak mencintai Farhan karena ia hanya ingin hidup nyaman dengan harta belimpah, sekaligus bisa membuat Farhan menjauhi Aditya. Lastri sangat membenci Adit karena Adit menolak cintanya.
Saat ini Raka mengajak Lastri berbicara di lantai dasar tepatnya di ruang tamu. Raka duduk dan menatap Lastri dengan tajam. "Kamu mau apa datang ke rumahku?" tanya Raka dingin.
Lastri menunjukkan senyum ramahnya "Mami merindukanmu nak!" ucap Lastri.
"Rindu? bukannya kedatanganmu ke rumah ini, ingin meminta Papi membantumu untuk berinvestasi di perusahaan yang hampir bangkrut itu?" tanya Raka sinis namun membuat Lastri terkejut.
"Apa kau mau membantu Mami nak? Mami dengar dari Papimu kalau saat ini kamu telah menjadi Ceo. Mami butuh bantuanmu nak! kasihan Om Heri suami Mami, nak. Kalau perusahaan bangkrut bagaimana Mami bisa menyekolahkan kedua adikmu. Om Heri dan adikmu Akmal sudah bersusah payah mencari bantuan kesana-kemari untuk menutupi hutang nak" ucap Lastri. kedua adik Raka yang lainnya saat ini sedang berkuliah dan membutuhkan banyak biyaya. Lastri memiliki dua orang anak laki-laki dan satu orang anak perempuan.
"Jadi tujuanmu hanya itu, apalagi yang kamu inginkan?" tanya Raka dingin.
"Mami mau kamu menikah dengan Luna anak sahabat suami Mami. Dia mengenalmu katanya kalian sama-sama mengajar dikampus!" ucap Lastri.
"Kenapa mesti saya yang menikahi Luna, putra sulung anda Akamal rasanya lebih pantas bersamanya!" ucap Raka.
"Kamu putra sulung Mama nak, bukan Akmal!" ucap Lastri.
"Saya? hah? jangan bercanda, saya tidak memiliki ibu lalu bagimana anda mengakui saya sebagai anak anda setelah anda pernah mengusir saya saat saya mencari anda!" ucap Raka dingin.
Adinda turun dari tangga membawa piring kotor ditangannya. Sebenarnya Farhan yang meminta Adinda untuk melihat Raka dan Lastri. Adinda bisa melihat betapa Raka saat ini terlihat begitu marah.
"Walau bagaimanapun Mami mempertaruhkan nyawa Mami untuk melahirkan kamu Raka. Jika tidak ada Mami kamu tidak akan menjadi anak seorang Farhan Candrama!" teriak Lastri membuat Adinda meneteskan air matanya.
"Sudah berapa tahun saat kita berbicara seperti ini?" tanya Raka sinis "Kau tidak pernah berubah, pantas saja Kakakku lebih memilih Mbak Elin dari pada harus hidup bersama wanita ular sepertimu. Kisah cintamu yang menjijikan itu membuatku muak!" ucap Raka membuat Lastri ingin sekali memukul Raka namun ia tahan karena ia masih membutuhkan investasi dari Keluarga ini.
Lastri melihat kehadiran Adinda. "Wanita seperti dia tidak cocok untukmu. Kamu harus cari yang sepadan nak agar kamu bahagia!" ucap Lastri sambil menunjuk Adinda.
Raka melangkahkan kakinya mendekati Adinda lalu ia menarik Adinda agar mengikutinya mendekati Lastri. "Kebahagianku bukanlah urusan anda. Bagiku dia perempuan yang jauh lebih baik dari pada perempuan manapun! Lebih baik kamu pergi!" usir Raka.
Lastri menghela napasnya, Raka putranya ini sangat sulit dibujuk tidak seperti mantan suaminya. Lastri akan kembali beberapa hari lagi untuk membujuk Farhan agar mau membantu perusahaanya.
"Mami akan terus kemari karena walau bagaimanapun Mami adalah ibu kandungmu Raka. Mami masih punya hak atas dirimu!" Ucap Lstri.
"Saya tidak peduli, jangan mencoba mengganggu saya dan Adinda jika kau melakukannya saya akan menghancurkan perusahaanmu itu!" ucap Raka dingin.
Lastri melangkahkan kakinya keluar dari kediaman Candrama. Adinda memeluk lengan Raka dan meminta Raka untuk duduk bersamanya.
"Om, makan es krim yuk! katanya sih Es krim bisa meredakan rasa amarah lo, Om!" ucap Adinda namun Raka hanya diam membuat Adinda segera menuju dapur. Ia ingat, Ayunda menyimpan es krim didalam kulkas dan ternyata es krim dikulkas itu masih ada. Adinda mengambilnya dan meletakan es krim itu ke dalam gelas.
Adinda mendekati Raka dan kembali duduk disamping Raka. "Om, buka mulutnya dong!" ucap Adinda namun Raka hanya diam tidak menanggapi ucapannya.
Adinda menginjak kaki Raka hingga Raka mengadu kesakitan dan ia segera menyuapkan es krim kedalam mulut Raka. "Aduh anak bunda pintar ya!" ucap Adinda membuat ekspresi dingin Raka segera berubah dan ia mengelus kepala Adinda dengan lembut.
"Lagi ya Om!" ucap Adinda dan Raka menjauhkan kedua kakinya membuat Adinda tertawa terbahak-bahak. "Hahaha...Om lucu banget sih... hahaha Dinda nggak bakalan nginjak kaki Om, kalau Om buka mulutnya!" ucap Adinda.
Raka membuka mulutnya dengan canggung dan Adinda segera memasukan es krim kedalam mulut Raka. "Aduh anak Bunda ngegemesin deh" ucap Adinda mencubit pipi Raka. "Om jangan marah ya nanti cepat tua!" ejek Adinda namun ditanggapi Raka dengan kerutan dahinya tanpa membalas ucapan Adinda seperi biasa.
Adina memeluk Raka "Dinda mengerti perasaan Om" ucap Adinda.
tbc...
**Nama ibunya Raka itu Lastri dan cewek yang disukai Raka dulu waktu SMA itu Andara. sudah ku revisi. Terkadang aku sering typo maafkan ya karena aku langsung update tanpa baca ulang. apalagi mendekati lebaran aku sempatkan buat menulis disela-sela masak kue.
aku bakalan grazy up besok tiga part kalau posisi rangking ceo ku suamiku naik 😆😆😆 kalau nggak seperti biasa aja ya. satu atau dua part**.