CEO-Ku, Suamiku

CEO-Ku, Suamiku
Ayunda kuat


Raka duduk disamping Adinda, ia melihat kekhawatiran Adinda. Raka menarik kepala Adinda agar menyandarkan kepalanya di bahunya. "Om Dinda takut Om kalau terjadi sesuatu sama Mbak Ayu" ucap Adinda.


"Om yakin Ayu pasti baik-baik saja!" ucap Raka.


Seorang Dokter memanggil Guna dan mengajak Guna berbicara kedalam ruangannya. Saat ini kehamilan Ayu memasuki bulan ke tujuh. Guna melangkahkan kakinya mengikuti Dokter. Jantung Guna berdetak dengan kencang saat menunggu informasi yang akan disampaikan Dokter tentang keadaan istrinya.


"Silahkan duduk Pak!" ucap Dokter.


"Nama saya Gio, saya yang menangani istri Bapak" ucap Gio.


"Bagaimana keadaan istri saya Dokter Gio?" tanya Guna terlihat panik.


"Kondisi istri Bapak saat ini sangat mengkhawatirkan. Istri Bapak harus segera dilakukan tindakan operasi caesar karena ibu telah mengalami kontraksi. Setelah tadi melakukan pemeriksaan ada suatu infeksi yang memicu kontraksi. Apa lagi ibu Ayu sepertinya terlihat kelelahan" jelas Dokter.


Ayunda memang beberapa hari ini terlihat antusias ikut membantu persiapan pernikahan Kakak sulungnya padahal Guna telah meminta Ayu untuk tidak terlalu lelah. Guna yang sibuk juga tidak bisa mengontrol pola makan Ayunda. Ayunda memiliki penyakit asam lambung, Walaupun sibuk Guna selalu menghubungi istrinya itu agar menjaga pola makannya.


"Tapi Dokter kehamilan istri saya baru tujuh bulan" ucap Guna sendu.


"Tidak ada pilihan lain karena tindakan itu yang harus kita lakukan segera saat ini untuk menyelamatkan ibu dan bayinya!" jelas Dokter.


Guna tanpa sadar menitikan air matanya. Ada rasa penyesalan karena merasa tidak bisa menjaga istrinya dengan baik. "Lakukan yang terbaik Dokter saya mohon agar Dokter bisa menyelamatkan istri dan anak saya!" ucap Guna menatap Dokter Gio dengan tatapan memohon.


"Tentu saja Pak, saya akan melakukan yang terbaik!" ucap Gio.


Raka keluar dari ruangan Dokter dengan lunglai, membuat Alfa dan Adinda penasaran dengan kondisi Ayunda. Adinda bisa menduga jika kondisi Ayunda sepertinya terlihat sangat mengkhawatirkan. Guna terduduk sambil memejamkan matanya.


"Bagaimana keadaan Ayunda?" tanya Alfa.


"Ayu harus segera dioperasi caesar" ucap Guna. Alfa memilih untuk tidak bertanya karena ia tahu pasti Guna menyetujui operasi ini untuk keselamatan Ayunda.


"Tapi Kak belum waktunya Mbak Ayu melahirkan" ucap Adinda cemas.


"Ayu mengalami kotraksi dan memang harus segera melahirkan jika tidak... " ucapan Guna terhenti membuat Adinda sudah menduga jika kondisi Kakaknya saat ini pasti sangat berbahaya.


"Guna..." panggil Raka. "Ayo ikut Om!" ajak Raka membuat Guna menganggukkan kepalanya.


Guna mengikuti Raka yang ternyata datang ke masjid yang berada di Rumah sakit ini. Raka tidak mengatakan apapun karena ia yakin Guna tahu maksudnya kenapa mengajaknya ke Masjid ini. Raka dan Guna sholat dan keduanya berdoa agar operasi Ayunda berjalan lancar. Setelah itu keduanya segera kembali ke tempat keluarganya berada. Guna diminta untuk masuk sebelum Ayunda kehilangan kesadarannya karena saat ini obat bius baru saja dimasukan kedalam tubuh Ayunda.


"Mas... doakan Ayu ya Mas!" lirih Ayu.


"Iya sayang" ucap Guna menahan tangisnya. ia memegang tangan Ayunda dengan erat.


"Mas jangan sedih ya!" ucap Ayunda menatap Guna dengan sendu.


"Kamu harus kuat ya Yu, Mas ingin kamu kuat ya!" pinta Guna.


"Ya... Ayu cinta sama Mas, Ayu sayang sama Mas" ucap Ayunda.


"Kalau begitu kamu harus selalu bersama Mas ya Yu!" ucap Guna.


"Iya Mas, doakan Ayu ya Mas!" ucap Ayunda.


Guna menganggukkan kepalanya dan suster mendekati Guna "Kita akan segera masuk. keruang operasi dan bapak silahkan tunggu diluar saja!" ucap Suster.


Guna melepaskan tangannya dan ia segera melangkahkan kakinya keluar dari ruangan ini. Guna kemudian duduk dikursi dengan menundukkan kepalanya dan ia menangis. Tangis seorang suami yang mengkhawatirkan istrinya. Tangis tanpa isakan dan hanya air mata yang keluar dari mata dingin itu. Tak ingin terlihat lemah Guna sengaja menundukkan kepalanya membuat Raka merangkul Guna dan mencoba menguatkan Guna.


Aditya mendekati putranya itu dan ikut merangkulnya. "Dokter yang menangani Ayu adalah salah satu Dokter terbaik dirumah sakit ini. Papa yakin Ayu kuat nak!" ucap Aditya.


Aditya telah menghubungi Gio saat mendapatkan telepon dari Adinda tentang keadaan Ayunda. Aditya mengenal Gio dengan baik karena Gio merupakan rekan kerjanya dan sebagai sesama Dokter Aditya sangat tahu kemampuan Gio.


"Terimakasih Pa" ucap Guna dengan suara seraknya.


tbc...