CEO-Ku, Suamiku

CEO-Ku, Suamiku
pengangguran?


Ayunda menatap Guna dengan sendu. ternyata Guna benar-benar meninggalkan Candrama Grup. Saat ini Guna sedang tidur terlelap disampingnya. Ayunda meneteskan air matanya karena setiap siang seperti ini biasanya Guna sedang sibuk di Kantor.


*M*as Guna maafin Ayu ya, karena Ayu mas jadi pengangguran begini.


batin Ayunda.


Guna membuka matanya dan melihat Ayunda menatapnya dengan sendu. "Kenapa nangis?" tanya Guna meilihat disudut mata Ayunda yang meneteskan air matanya.


"Nggak apa-apa Mas!" ucap Ayunda.


Guna tersenyum lembut "Jujur sama Mas Ayu!" pinta Guna membuat Ayunda menelan terisak.


"Maafin Ayu Mas, karena Ayu Mas Guna jadi pengangguran hiks...hiks... " tangis Ayunda pecah membuat Guna menggeser tubuhnya lalu memeluk Ayunda dengan erat.


"Akhir-akhir ini kamu kok jadi cengeng ya?" tanya Guna.


"Nggak Ayu nggak cengeng!" kesal Ayunda.


"Kamu juga manja banget," ucap Guna sambil mencium dahi Ayunda dengan lembut.


"Ayu nggak manja!" rengek Ayunda.


Guna tersenyum lembut "Mas nggak pengangguran Ayu, Mas hanya tidak sesibuk dulu," jelas Guna.


"Mas biasanya masih di kantor. kalau Ayu nggak kerja nggak apa-apa tapi kalau Mas Guna kan pinter dan hebat. jadi kemapuan Mas Guna sangat disayangkan kalau jadi pengangguran," jelas Ayunda.


Guna melepaskan pelukannya dan ia segera bangun. ia mengambil ipadnya dan kembali berbaring disebelah Ayunda. Guna membuka ipadanya dan kemudian menujukan beberapa email yang masuk kepada Ayunda.


Ayunda menatap data-data itu dengan terkejut. "Mas masih banyak bisnis yang tidak perlu rapat sana sini setiap hari seperti di Candrama grup. Ada beberapa Ruko, kosan dan juga investasi di beberapa hotel. pendapat dari sana juga besar Ayu, Mas masih bisa menghidupi kamu bahkan Mas juga bisa membelikan beberapa barang mahal untuk kamu!" ucap Guna.


"Ayu nggak terlalu suka berbelaja barang mahal Mas!" ucap Ayunda. Ia memang bukan sosialita yang suka berbelanja tiap hari ataupun tiap minggu. "Ayu takut Mas sedih karena melepaskan Candrama Grup demi Ayu!" jelas Ayunda.


Guna menghela napasnya "Kamu itu anugrah buat Mas, Mas tidak menyesal memilih kamu Ayu. sebenarnya Mas lebih suka merintis bisnis Mas sendiri, dari pada membesarkan perusahaan yang memang sudah besar sayang," jelas Guna.


Ketukan pintu membuat Guna segera bangun lalu ia membuka pintu kamarnya. "Kak dipanggil Papi!" ucap Gemal. "Hmmm Ayu juga Kak!".


Ayunda segera mendekati Guna "Oke" ucap Guna. Gemal segera turun menuju lantai dasar meninggalkan Ayunda dan Guna.


Guna kemudiam menarik tangan Ayunda dengan lembut dan mengajaknya menuju lantai satu. "Kita. olahraga, nggak usah turun pakai lift!" ajak Guna.


"Iya Mas" ucap Ayunda.


Keduanya segera turun menggunakan tangga dan mereka menuju lantai dasar. Saat ini di ruang keluarga Aditya, Elin dan Gemal sedang duduk disofa. Keduanya segera duduk dan Aditya menatap Guna dengan tatapan serius.


"Kamu memilih mundur jadi CEO?" tanya Aditya membuka pembicaraan.


"Iya Pi, sudah satu minggu ini" jelas Guna.


"Kenapa?" tanya Aditya.


Guna menghembuskan napasnya "Karena Kakek meminta Guna memilih istri Guna apa perusahaan. Kakek juga meminta Guna untuk menikahi Vivian," ucap Guna membuat Aditya, Gemal dan Elin terkejut.


tbc...