
Hari ini akan diadakan rapat besar bersama semua divisi karena perusahaan ini berncana untuk membuat produk kosmetik yang baru dengan brand baru yang bekerja bersama beberapa ahli dokter kencantikan dan juga famarsi. Gunadarma memang merupakan pengusaha muda yang sangat cerdas dan hebat. baru saja ia menjadi CEO dan telah mendapatkan popularitas yang sangat luar biasa di dunia bisnis karena mampu meningkatkan pendapatan perusahaan menjadi tiga puluh persen dalam waktu singkat.
Heri dan Melan sejak kemarin selalu menatap Ayunda dengan tatapan berbeda sejak mereka kembali dari Bali. Ayunda menyadari perubahan Heri dan Melan padanya namun ia mencoba untuk mengabaikannya karena keduanya tidak bertanya. walaupun sebenarnya ia kesal melihat Melan yang terlihat ketus padanya.
"Di rapat besar siapa tahu kita bisa kenalan sama yang tampan-tampan disana!" ucap Ratih.
"Dan Ayunda bisa cari mangsa baru dari pada gangguin calon tunangan orang ya nggak Yu?" ucap Melan membuat Ayunda mengerutkan dahinya.
"Maksud lo apaan Mel?" kesal Ayunda.
"Nggak ada maksud apa-apa" ucap Melan.
"Kalau lo mau tanya sesatu sama gue ya tanya ke gue. jangan asal nuduh!" kesal Ayunda.
"Kalian ini kenapa sih dan lo Melan kok ngomong gitu sama Ayu?" tanya Ratih kesal.
"Asal lo tahu ya Ratih, perempuan ini tidak sebaik yang lo kira!" ucap Melan membuat Ayunda mengepalkan tangannya.
"Terserah apa yang lo pikirin tentang gue. kalau lo memang teman gue lo pasti tahu bagaimana gue yang sebenarnya. apa gue seburuk itu bagi lo Mel dan hmmm Heri gue tahu lo juga tidak bersikap seperti biasa sama gue" ucap Ayunda menahan air matanya biar tidak menetes.
"Gue saranin ya Rat, sebaiknya lo ngejauh sama ini perempuan karena dia tidak pantas menjadi teman kita. lo tahu kan gue paling benci wanita yang merebut kebahagian orang lain apalagi ternyata wanita itu hanyalah seorang simpanan!" ucap Melan membuat Ayunda meneteskan air matanya. ia kecewa dengan Melan karena sejak ia bekerja di perusahaan Melan sudah ia anggap sebagai sahabatnya.
"Jadi lo benar-benar tidak mau dengar penjelasan gue dan menganggap gue simpanan?" tanya Ayunda terisak.
"Iya, dan kau memanfaatkan tubuhmu untuk mendapatkan hal yang kau inginkan, kau" ucap Melan terhenti saat Beni berteriak kesal.
"Sudah cukup, kau jangan berbicara tentang Ayunda seperti itu Melan. kita adalah rekan kerja dan sebaiknya masalah pribadi jangan dibicarakan di kantor!" ucap Beni.
"Masalah pribadi?" sinis Melan.
"Iya, aku tahu kau kecewa dengan ayahmu yang lebih memilih wanita simpanannya dibandingkan ibumu tapi kau tidak bisa mengatakan Ayunda seperti itu walaupun itu mungkin adalah benar. ini kantor dan pertengkaran kalian akan mengganggu tim kita untuk bekerja sama!" ucap Beni.
Ayunda menatap mereka dengan sendu. ia sangat kecewa dengan teman-teman satu devisinya. Ayunda mengambil berkasnya dan segera melangkahkan kakinya menuju lift. ia menghapus air matanya dan ia tidak meyadari jika seseorang saat ini penasaran dengan apa yang terjadi kepada Ayunda.
lift terbuka Ayunda segera menuju toilet dan merapikan makeupnya agar matanya tidak terlihat habis menangis. beberapa menit kemudian setelah selesai merapikan makeupnya Ayunda segera menuju aula tempat rapat besat diadakan. ia duduk disamping Ratih yang saat ini sedang menatapnya dengan tatapan penasaran. Ratih telah mendengar cerita mengenai Ayunda yang berada di Bali saat Heri dan Melan ikut acara reward.