CEO-Ku, Suamiku

CEO-Ku, Suamiku
farhan adalah sutradaranya.


Raka menatap Adinda dengan tatapan tajamnya namun hanya dibalas Adinda dengan senyum mengejek. Adinda menggandeng lengan Vivian dan mengajak Vivian masuk kedalam resort ini. Adinda mengambil kameranya dan mencoba untuk membuat vlog.


"Gue mau kekinian kayak orang-orang Vian siapa tahu nanti video gue meledak" ucap Adinda membuat Vivian tersenyum. "Lo mesti ikutan kayak gue biar wajah lo nggak sedih terus, punya suami kayak Gemal memang mesti sabar. Diantara Kak Guna, Om Raka dan Gemal memang Kak Guna sih yang waras wajar kalau lo dulu suka sama Kak Guna" ucap Adinda. ia kemudian mulai berbicara dan menjelaskan suasana resort pada camera yang ia pegang. Adinda melihat Vivian menatap Gemal dari kejauhan dan ia tersenyum karena sekarang ia tahu Vivian menyukai Gemal.


"Fotoin gue dong Vi!" ucap Adinda menyerahkan kameranya kepada Vivian membuat Vivian tersentak karena sepertinya Adinda telah melihatnya yang sedang melihat kearah Gemal. Vivian segera memfoto Adinda dengan banyak fose yang lucu dan juga elegan.


Adinda berpose ala-ala model membuat Ayunda tersenyum melihat adik bungsunya sepertinya benar-benar telah sembuh dari sakitnya patah hati. Guna dan Ayunda melangkahkan kakinya ke lobi resort dan dua orang karyawan mendekati mereka.


"Selamat datang Tuan Guna dan Nyonya Ayunda" ucap salah satu dari mereka.


"Terimakasih telah menyambut kami" ucap Guna.


"Saya Ilham manajer resort ini. Tuan Farhan telah meminta kami untuk melayani keluarga beliau selama menginap di resort ini!" jelas Ilham ia kemudian memberikan file kepada Guna. Guna membukanya dan melihat rencana kegiatan yang telah tersusun rapi.


"Ini adalah paket ulang tahun dan beberapa paket hiburan yang akan kita laksanakan Tuan!" ucap Ilham. "Apa menurut Tuan ada yang mesti saya ubah?" tanyanya. Ayunda dan Guna saling berpandangan dan seolah apa yang mereka pikirkan sama mereka memilih untuk tidak mengubah rencana yang telah disetujui Farhan.


"Tidak ada yang perlu diubah!" ucap Guna.


"Kalau begitu ini tuan pengaturan kamar penginapannya!" ucap Ilham menujukan dena resort dan pengaturan kamar. Ayunda menahan tawanya saat melihat kamar Raka dan Adinda berada bersebelahan dan terletak di tempat yang agak jauh dari kamar yang lainnya.


"Mas sepertinya Kakek memang benar-benar mengatur semuanya demi Om Raka hmptt.. hahaha..." Ayunda tertawa membuat Guna tersenyum.


keduanya pun kembali tertawa melihat rencana Kakek mereka yang sepertinya sudah cocok menjadi produser sekaligus sutradara. acara perjodohan. " Hahaha, Kakek benar-benar memikirkan semuanya sayang, Kakek tahu Om Raka tidak akan mau menikah karena dijodohkan makanya Kakek melakukan semua ini agar keduanya jatuh cinta!" ucap Guna.


"Untung aja kita udah nikah ya Mas kalau nggak mungkin Mas juga bakalan dikasi jebakan cinta sama Kakek hehehe" kekeh Ayunda.


"Kita panggil mereka semua kesini, buat bagi-bagi kartu kunci kamar!" ucap Guna.


"Iya Mas" ucap Guna.


Guna mengeraskan suaranya memanggil mereka dan ia juga meminta karyawan untuk membantunya memanggil mereka semua. Setelah mereka berkumpul Guna segera membagikan kunci akses yang berupa kartu kepada mereka semua.


"Jadi Dinda bobok sendiri nih? ya udah nggak apa-apa deh sendirian lebih bebas" ucap Adinda.


"Din, kalau mau sendirian Dinda biar tidur sama kita aja!" ucap Meta. Meta dan Ajeng mendapatkan satu kamar yang berada diarah timur resort ini.


"Nggak usah Mbak biar Dinda bobok sendiri aja sebelum dibobokin kalau udah nikah" ucap Adinda membuat mereka semua tertawa kecuali Raka yang menatap Adinda dengan tatapan horor.


Raka tidak mengerti kenapa Adinda sangat jauh berbeda dengan perempuan yang ia kenal selama ini. Adinda memang tidak ganjen seperti para perempuan yang mencoba mendekatinya, tapi sikap Adinda yang berbeda padanya membuatnya kesal. Apalagi ucapan-ucapan Adinda yang aneh, hebo dan mengesalkan membuatnya ingin sekali menutup mulut Adinda dengan telapak tangannya.