CEO-Ku, Suamiku

CEO-Ku, Suamiku
Tembok punya cerita


Ayunda kembali bersama Guna menuju kamar mereka tepat pukul sebelas setelah penampilan Gemal dan Vivian. Ayunda ingin melihat putranya Ghavin karena te Ghavin telah ia tinggal beberapa jam. Dalam perjalanan menuju kamar mereka Ayunda menggandeng lengan Guna dengan erat.


"Mas, besok Ayu jadi pergi sama Adinda, Mbak Karina dan Vivian. Ayu janji nggak lama Mas!" jelas Ayunda.


"Oke, tapi kamu jangan sampai kelahan!" ucap Guna.


"Iya Mas, Mas jadi nemenin Om Raka untuk mengawasi acara peresmian hotel besok?" tanya Ayunda.


"Jadi sekalian besok Mas meminta manajer cabang perusahaan candrma grup di Kota ini untuk rapat" jelas Guna.


Keduanya sampai didepan kamar dan segera masuk, Ayunda segera mencari keberadaan Ghavin yang ternyata belum tidur dan masih bermain didalam box tidur. "Ghavinnya belum tidur ya Mbak?" tanya Adinda kepada salah satu pengasuh Ghavin.


"Belum Mbak Ayu, Ghavin dari tadi ngajakin Main" jelasnya.


Ayunda mengambil Ghavin dari dalam box tidur dan menggendongnya. Ia kemudian melangkahkan kakinya masuk kedalam kamarnya bersama Guna. Guna ternyata telah mengganti pakaiannya dengan celana pendek tanpa baju atasan. Ghavin dengan mata bulatnya segera tertawa saat melihat sang Papa dan ia merentangkan tangannya seolah meminta Guna untuk menggendongnya. Guna segera menggendong Ghavin membuat senyuman Ghavin terlihat sangat menggemaskan.


"Vhin sayang banget ya sama Papa, Mama dicuekin kalau ada Papa" ucap Ayunda.


"Mama kayak saingannya Ghavin ya Vin, rebutan Papa ya nak?" tanya Guna membuat Ayunda memukul lengan Guna.


"Jelas Ghavin kalah karena Papa Ghavin itu sukanya sama Mama kalau nggak suka sama Mama, Papa Ghavin boboknya sendiri aja!" ucap Ayunda membuat Guna terkekeh.


"Hehehe... gitu ya Ma kalau ngambek, papa ditendang keluar kamar?" goda Guna.


"Iya, biar Papa nggak usah bobok sambil peluk Mama!" ucap Ayunda membuat Guna tersenyum mendengar ucapan istri cantiknya. "Tunggu aja ya Pa, nanti anak kedua kita bakalan mirip Mama semuanya!" ucap Ayunda.


"Masih lama Yu, Mas belum mengizinkan kamu hamil lagi Yu!" ucap Guna menatap istrinya itu dengan tatapan sendu.


"Iya Ayu tahu, Mas masih khawatir dan takut melihat proses kelahiran Ghavin. Tapi Mas itulah kebanggaan sejati yang Ayu rasakan sebagai seorang ibu yang melahirkan putranya. Ayu nggak nolak kok kalau dikasih lagi dalam waktu dekat" ucap Ayunda namun ketika melihat wajah suaminya menjadi dingin membuat Ayunda segera memeluk lengan Guna dengan erat.


"Papanya Ghavin makin hari makin manis kalau ngambek nanti gantengnya hilang loh Pa?" ucap Ayunda.


Guna menghela napasnya "Mana bisa saya marah lama sama kamu, Yu!" ucap Guna membuat Ayunda tersenyum.


"Mas, Ghavin udah tidur hehehe" ucap Ayunda melihat Ghavin tertidur pulas dipelukan Guna. "Kalau Mas sukanya tidur sambil meluk Ayu tapi kalau Ghavin sukanya tidur dalam pelukan kamu, Mas!" ucap Ayunda sambil menatap Ghavin.


Guna berdiri sambil menggendong Ghavin membuat Ayunda segera memanggilnya "Loh mau kemana?" tanya Ayunda.


"Ghavin bobok dikamar sebelahnya sama si Mbak, soalnya Papanya Ghavin mau bobok sama istrinya!" ucap Guna membuat Ayunda terkekeh.


"Hehehe, pantesan ya Mas bawa pengasuh dua, ada maunya sih" ucap Ayunda.


"Kita kan butuh waktu berdua Yu" ucap Guna. Ia melangkahkan kakinya menuju kamar Ghavin dan meninggalkan Ayunda yang saat ini sedang mengingat masalalu.


Keduanya menatap pemandangan kolam renang yang berada di luar kamarnya. "Waktu itu kita di Bali karena kamu menyusul saya Yu dan kamu nggak terus terang kalau mau berduaan sama saya Yu!" ucap Guna.


"Gimana mau terus terang kalau Mas Guna aja sombong banget sama Ayu" ucap Ayunda.


"Sombong gimana?" tanya Guna.


"Sombong mentang-mentang Ceonya Ayu jadi seenaknya aja ninggalin istri. Ceoku suamiku yang membuat aku kesal dulu karena Mas Guna nggak cinta aku" ucap Ayunda.


"Sebenarnya udah cinta Yu tapi kan malu minta jatah langsung dimalam pertama!" ucap Guna.


"Coba mintanya ngerayu kayak gini, peluk Ayu dan ngomongnya lembut pasti Ayu mau hehehe" kekeh Ayunda membuat Guna gemas dan mengecup pipi istrinya itu berkali-kali membuat Ayunda tertawa.


"Mas...nakal banget sih hahaha" tawa Ayunda "Mas Guna nakal hahaha" teriak Ayunda. "Ampun Mas...Hahaha" tawa Ayunda karena Guna memeluknya dengan erat.


Sementara itu Ayunda dan Raka yang sedang melangkahkan kakinya di koridor hotel, Adinda terkejut mendengar suara teriakan Ayunda. "Kak harusnya kamar hotel dibuat kedap suara demi kenyamanan tamu. Kasihan kalau tamunya jomblo" ucap Adinda membuat Raka menaikan satu alisnya.


"Masukan buat hotel kita ya Din!" ucap Raka membuat Adinda menganggukkan kepalanya.


"Iya Kak kasihan kalau tembok sebelah dengar suara gituan" ucap Adinda membuat Raka tertawa.


"Hahaha... kamu ini ada-ada aja!" tawa Raka.


Mereka kembali terdengar suara Ayunda yang sedang tertawa "Kak, ketawanya Mbak Ayu kayak nenek lampir. Seram banget padahal tembok udah tebel benget suaranya masih kedengaran. Kasihan Ghavin pasti kebangun karena suara dasyat Mamanya yang luar biasa itu" ucap Adinda.


"Ayunda cantik Din walau suaranya tawanya mungkin seram tapi kalau yang cocok jadi kunti kayaknya lebih cocok kamu Din. Pengalaman pertama saya jadi suami tidur didekat kunti" goda Raka mengingat kejadian beberapa hari yang lalu saat ia ingin mencium istrinya, ia dikejutkan dengan sosok kunti yang lupa menghapus makeupnya yang luntur.


"Maaf ya suamiku! sebagai permintaan maaf suamiku mau apa?" tanya Adinda.


Raka mengacak-acak rambut Adinda "Beneran nggak nyesel katanya capek!" ucap Raka.


"Nggak nyesal, kayaknya memang harus dibiasakan ngadepin Kakak yang maunya yah... itu" ucap Adinda membuat Raka tersenyum dan segera menarik Adinda masuk kedalam kamar mereka.


Raka menarik Adinda kedalam pelukannya sambil tersenyum nakal membuat Adinda terkekeh. "Dasar Kakanda kalau ada maunya manis banget!" ucap Adinda meletakan kedua tangannya dileher Raka. Raka mengangkat tubuh Adinda agar kedua kaki Adinda bergelung di pinggangnya.


"Nyonya Raka Candrama sangat cantik hari ini" bisik Raka membuat Adinda tersenyum senang. Raka mencium bibir Adinda dengan lembut hingga tanpa sadar keduanya saat ini telah berada diatas ranjang. Raka membaringkan Adinda diatas ranjang.


Pergulatan panaspun terjadi diantara keduanya. Seperti dunia hanya milik mereka berdua, Raka segera melepaskan semua pakaiannya dan pakaian istrinya. Raka mengajak istri tercintanya kembali menyatukan cinta mereka. Penyatuan yang tidak akan pernah merasa puas bagi Raka, wanita yang berada dibawahnya ini adalah wanita yang sangat ia cintai dan selalu bisa membuat jantungnya berdetak dengan kencang.


Kedua kamar yang berada bersebelahan itu menyajikan kemesraan di antara mereka. Sama halnya dengan pasangan Karina dan Alfa yang telah mengalami banyak cobaan diantara keduanya hingga sampai saat ini Karina masih belum merasa aman dengan kehdupan rumah tangganya bersama Alfa. Namun keduanya telah berjanji akan menghadapinya dengan saling percaya. Jika ketiga pasangan itu sedang dimabuk asmara berbeda dengan pasangan Vivian dan Gemal yang masih terlihat dingin.


jangan lupa jempol, komentar dan votenya ya. Terimakasih 🙏