
Andinda membuka mulutnya mendengar ucapan Raka yang mengejeknya cepat tua. "Kak Guna bilang sama si Om, nggak usah deket-dekat sama Dinda lagi, sana pergi sama mak lampir biar Dinda cari pacar baru yang lebih sayang sama Dinda dan nggak ngebelain si Mak lampir!" ucap Adinda.
"Memang si Mak lampir siapa?" tanya guna bingung.
"Luna" ucap Adinda dan Raka bersamaan membuat Guna tertawa terbahak-bahak.
"Hahaha... kalian ini kayak bocah, marahan tapi masih aja kompak" ucap Guna tertawa renyah melihat dua pasangan aneh yang terlihat sering bertengkar namun sebenarnya saling menyayangi.
"Kak Guna bilang sama dia Kak, Dinda nggak mau jadi asisten dia lagi!" ucap Adinda.
"Om, kata Dinda dia nggak mau jadi asisten Om lagi!" ucap Guna menahan tawanya.
Ayunda mendekati mereka sambil membawa setoples kripik kentang. Ia duduk disebelah Guna. "Udah mabarnya?" tanya Ayunda.
"Udah" ucap Guna mencium dahi Ayunda membuat Adinda memutar bola matanya melihat kemesraan mereka.
mesra banget dan romantis nggak kayak kita tiap hari mesti ribut mulu.
"Duduk sini Dek bareng kita!" ucap Ayunda menarik tangan Adinda agar duduk disampingnya. "Mukanya kok cemberut gitu Din? senyum dong!" goda Ayunda.
Si Mbak kayaknya mau balas dendam deh sama gue.
Adinda dulu sering sekali menggoda Ayunda dan saat ini Ayunda sengaja ingin mengoda Adinda hingga mati kutu didepan Raka. "Katanya mau jalan dia Om sama teman-temannya sore ini" jelas Ayunda.
"Apaan sih mbak, ngapain pakek acara ngelapor sama dia segala" kesal Adinda membuat Raka mengangkat kedua alisnya.
"Kemana?" tanya Raka namun Adinda memilih untuk tidak menjawab.
"Din ditanya tu sama Om Raka!" ucap Ayunda saat melihat ekspresi Raka terlihat kesal pada Adinda.
"Bilang sama dia si Om-om yang nggak sayang sama tunangannya, Dinda mau pergi kemana pun bukan urusan dia!" ucap Adinda berdiri dan melangkahkan kakinya dengan cepat meninggalkan Raka yang saat ini menatap punggunng Adinda dengan kesal.
"Dinda marahnya lama ya Yu?" tanya Guna.
"Dia memang nggak peka, sudah saya bilang saya mencintai dia tapi dia nggak ngerti!" ucap Raka membuat Ayunda dan Guna terkejut.
"Memang Om seromantis itu bilang cinta ke Adinda?" tanya Ayunda penasaran karena dari ia dengar dari Adinda, Raka tidak pernah mengatakan cinta padanya.
"Memang saya nggak romantis?" tanya Raka menatap Ayunda dan juga Guna dengan tatapan penasaran. Guna dan Ayunda saling berpandangan. Keduanya pun menggeleangkan kepalanya karena prilaku Raka tidak ada yang romantis menurut mereka berdua.
"Saya nggak romantis? kalian yakin?" tanya Raka membuat Guna tertawa terbahak-bahak sedangkan Ayunda menatap Raka dengan tatapan aneh.
"Hahaha... Om... om... ada-ada aja" tawa Guna.
"Romantis dari Hongkong Om, tiap hari kerjaannya ribut terus" ucap Ayunda.
"Saya romantis loh, kalian aja yang nggak tahu. Karena keromantisan saya itu bukan untuk konsumsi publik!" ucap Raka.
Adinda menghela napasnya "Ini nih kalau kutu buku sok-sokan romantis. Asal Om Raka tahu ya... Mas Guna ini romantisnya ketika kita sudah menikah" jelas Ayunda.
"Sayang memang sebelumnya kita pacaran? kita kan langsung nikah tanpa pacaran" ucap Guna karena proses kedekatan mereka itu dimulai setelah mereka menikah. Saat belum menikah Guna dan Ayunda juga sering cekcok karena sika dingin Guna.
"Nggak, kita kan nggak pacaran Mas. Jadi setelah Ayu pikir ternyata semua pria di keluarga Candrama ini memang nggak ada yang romantis" ucap Ayunda membuat Raka dan Guna saling menatap.
Guna menghela napasnya "Memang mesti laki-laki ya yang romantis? kalian perempuan cobah deh bersikap romantis sama kita para laki-laki!" ucap Guna membuat Ayunda melototkan matanya.
"Mas tega, masa Ayu yang kasih Mas bunga di hari peringatan pernikahan kita hiks...hiks... terus masa Ayu yang kasih coklat dan menyiapkan kejutan romantis di hari ulang tahun Ayu sendiri hiks...hiks... " kesal Ayunda membuat Guna membuka mulutnya.
"Om, istri Guna nangis gara-gara Om nih!" Ucap Guna.
"Itu semua karena kamu Guna coba kamu ulangi ucapan kamu yang tadi!" ucap Raka membuat Ayunda semakin kesal.
"Mas, Ayu tidur sendiri aja malam ini!" teriak Ayunda.
Guna lupa jika istrinya yang sedang hamil saat ini memang sangat berbeda dari istrinya sebelum hamil. Ayunda sangat sensitif dan mudah tersinggung jika ia merasa kesal. Guna hanya bisa mengela napasnya karena ulah Adinda dan Raka ia akan tidur diluar kamar malam ini.