
Guna dan Ayunda sedang sarapan di restauran hotel bersama keluarga besar mereka yang ternyata juga menginap di hotel dihotel ini. Ayunda kesal dengan suaminya karena ternyata alasan Elin Mami mertuanya membawa Ghavin tidur bersama mereka adalah atas permintaan Guna.
"Ayu jangan ngambek dong!" ucap Guna menatap Ayunda sambil tersenyum.
"Tega banget misahin aku sama Ghavin gara-gara itu," ucap Ayunda.
Guna ingin tertawa ketika melihat istrinya itu kesal. "Kalau ngambek gini kita nggak usah ikut ke Bali!" ancam Guna membuat Ayunda menyebikan bibirnya.
"Ikut... massa nggak ikut!" kesal Ayunda. "Memang berapa hari Mas?" tanya Ayunda.
"Tiga hari karena Mas dan Om Raka masih banyak yang harus kita kerjakan di perusahaan," jelas Guna.
"Gemal nggak ikut?" Ayunda tidak melihat keberadaan Gemal dan Vivian.
"Kayaknya nggak," ucap Guna. "Mau makan apa?" tanya Guna.
"Nasi goreng Pa tapi Ayunya disuapin!" ucap Ayunda membuat Guna menganggukkan kepalanya. Panggilan Papa membuat Guna tidak bisa menolak keinginan istrinya. Guna segera berdiri dan mengambil nasi goreng yang ada di meja prasmanan. Setelah itu ia mendekati Ayunda dan segera duduk disamping Ayunda.
"Ayu mau pergi, tapi Ghavin diajak Pa!" pinta Ayunda.
"Iya, kita kan bawa dua pengasuh untuk Ghavin," ucap Guna.
Guna menyuapkan Ayunda nasi goreng membuat Ayunda tersenyum. "Pa, Ayu pengen kerja lagi ya!" ucap Ayunda.
"Nggak usah!" ucap Guna.
"Kalau Ayu kerja lagi, Ayu bisa ke kantor tiap hari nemeni kamu Pa!" rayu Adinda.
"Kamu bisa datang menemani saya setiap hari Ayu!" ucap Guna tidak ingin dibantah. Ia tidak mau Istrinya kelelahan, apalagi putra mereka Ghavin masih sangat membutuhkan perhatian Ayunda.
Ayunda melihat Ghavin bersama mertuanya dan ketika melihatnya, Ghavin seperti mengenalnya dan segera menangis. "Ya ampun nak mirip banget sama Papa kamu, kau ya nak, nggak bisa jauh dari Mama. Ngelihat Mama langsung nangis ya nak!" ucap Ayunda segera mengambil Ghavin dari pelukan Elin membuat Ghavin langsung diam dipelukan hangatnya.
Guna menggeser tempat duduknya agar bisa berada didekat Ayunda dan melihat putra sulungnya itu menatap Ayunda dengan mata bulatnya. "Anak Mama atau anak Papa kamu nak? kayaknya anak Papa ya Avin. Mukanya muka Papa semua ya nak," ucap Ayunda menatap Guna lalu menatap Ghavin dengan tatapan penuh cinta.
"Kalau cewek pasti mirip kamu!" ucap Guna mengelus pipi Ayunda. Elin tersenyum melihat kemesraan putra sulungnya dan istrinya berbeda dengan anak bungsunya yang terlihat selalu bertengkar.
Elin yang duduk dihadapan Guna dan Ayunda lalu ia tersenyum lembut. "Kalau mau bulan madu lagi nggak apa-apa, Ghavin ditinggal sama Mami. Kalau Ghavin bisa ngomomong mungkin dia akan bilang sama kalian kayak Felisa minta oleh-oleh adek sama Raka dan Adinda," ucap Elin.
"Nggak Mi bagi Guna satu aja cukup," ucap Guna membuat Ayunda tersenyum karena Guna memiliki alasan mengatakan hal itu.
"Dua Guna, coba lagi siapa tahu dapat cewek," ucap Elin.
Ayunda tersenyum mendengar ucapan Guna. Setelah ia melahirkan kemarin Guna terlihat sangat memperhatikannya dan khawatir dengan kesehatannya. Guna bahkan memperkerjakan dua orang pengasuh yang bersetifikat untuk membantu menjaga Ghavin.
"Guna, Almira udah selesai kuliah dan dia ingin berkerja diperusahaan kamu. Mami nggak setuju tapi dia tiap hari datang kerumah membuat Mami pusing!" ucap Elin.
Almira adalah salah satu kerabat jauh Candrama yang dari dulu menyukai Guna dan mengejar Guna hingga mengikuti Guna di universitas tempat Guna kuliah. Guna tidak membencinya karena dia masih kerabat keluarganya namun kedatangn Almira pasti akan menjadi suatu hal yang tidak baik bagi keluarga Kecilnya.
"Ayu, Mami dari dulu udah kasih tahu kamu kan soal Almira?" tanya Elin.
"Udah Mi," ucap Ayunda membuat Guna terkejut.
"Nggak usah terkejut gitu Guna dalam hal perperangan cinta, Ayu harus tahu musuh utamanya yang selalu membuat kamu pusing karena tingkahnya hahaha... Dia nangis saat tahu kamu udah nikah dan bodohnya dia kira istri kamu itu Vivian!" ucap Elin.
"Jangan pernah kamu izinkan dia mendekati kamu Ayu, saya tidak suka! Mami tidak tahu siapa Almira Mi dia itu licik. Dulu saja dia mampu melakukan apapun agar berada didekat Guna dan sekarang Guna rasa dia tidak berubah, dia pasti datang untuk mengganggu rumah tangan Guna Mi!" kesal Guna.
Entah mengapa Ayunda merasa kesal mendengar nama Almira, meskipun dia tahu Guna tidak akan menghianatinya namun ketika tahu ada sosok perempuan mengilai suaminya membuat Ayunda merasa kesal.
Raka terlihat datang bersama Adinda membuat semua keluarga bertepuk tangan menyambut kehadiran mereka
Adinda terlihat malu-malu sambil memegang tangan Raka. Hari pertama setelah menikah membuat Adinda meresa lega karena semua acara telah selesai. Felisah berlari mendekati Adinda dan memeluk kaki Adinda membuat Raka segera menggendong Felisa.
"Bunda capek nak, kamu Ayah aja yang gendong!" ucap Raka membuat Adinda menatap Raka dengan sinis.
"Ini semua kan capeknya karena kamu Kak!" bisik Adinda. Karena Raka ia harus menutupi jejak perbuatan Raka ditubuhnya dengan foundation matte. Jika tidak ia pasti akan menjadi bahan godaan keluarga besar mereka.
"Ayo kita duduk!" ajak Raka mengajak Adinda duduk didekat Guna, Elin dan Ayunda. Orang tua Adinda terlihat sibuk berbicara dengan Farhan dan keluarga mereka yang lainnya.
Adinda tersenyum melihat semua keluarganya ternyata juga menginap disini. Kebahagiaannya sangat lengkap dengan menjadi istri dari Raka Candrama. Apalagi Raka terlihat sangat dewasa dengan sikapnya yang terlihat kebapakan dengan mengurus Felisa selama ini.
"Nggak usah nunda anak ya Din, kasihan suami kamu udah tua soalnya!" goda Elin.
"Usaha aja tiap hari Din" goda Ayunda membuat Adinda melototkan matanya hingga membuat Ayunda dan Elin tertawa terbahak-bahak.
"Hahahaha... " tawa keduanya membuat semua orang menatap mereka dengan penasaran.
"Mami sama menantu sama aja!" kesal Adinda. Ia belum terbiasa dengan topik seperti ini tentu saja membuatnya sangat malu jika membahasnya.
tbc...
jangan lupa like dan vote ya! terimakasih 🙏