CEO-Ku, Suamiku

CEO-Ku, Suamiku
Permintaan Farhan


Raka memikirkan ucapan Papinya tentang Adinda. Saat ini ia menatap perempuan yang sejak ia mengenalnya selalu saja menarik perhatiannya. Adinda mahasiswi S2 yang memilik wajah cantik dan tubuh seksi. setiap ia mendengar para mahasiswa laki-laki yang tertarik kepada Adinda, pasti mengatakan jika Adinda itu lucu, cantik, pintar dan seksi. Awalnya Raka tidak peduli pada sosok Adinda, namun ketika mengenalnya membuat hidup tenang Raka hancur seketika. Adinda meneror hari-harinya seolah terbiasa dengan perdebatan kecil yang sering mereka lakukan. Adinda dengan prilakunya yang manja dan suka berbicara seenaknya.


Raka bahkan dengan bodohnya mengingat kebiasaan Adinda yang menyukai warna kuning mencolok dan juga memakai anting panjang dengan poni rapinya itu. Entah mengapa sosok cantik itu melekat di pikirannya, apalagi saat Papinya menyebut namanya seolah mengatakan jika Adinds adalah perempuan yang bisa mengubah rasa kesepiaanya.


Kenapa Papi bisa menyukaimu dan menginginkanmu menjadi menantunya? Dulu bahkan Ayunda yang cantik dan memiliki pesona jauh diatasmu saja pernah ditolak Papi untuk menjadi cucu menantunya.


flashback


Guna, Adit, Gemal dan Raka bergantian menjaga Farhan namun ketika malam hari, Raka yang akan bermalam di Rumah sakit menjaga Papinya itu. Karena dari mereka berempat, hanya Raka yang masih jomblo alias belum menikah. lagi pula Raka ingin sekali menebus kesalahannya karena pernah meninggakan Papinya karena egonya. Kalau ia pikirkan lagi, mana ada orang tua yang tega benar-benar mengusir anaknya. kalau saja Raka tahu saat itu Papinya mencarinya, ia pasti akan segera pulang.


Raka merasa sangat mengantuk dan ia tertidur didepan ruangan ICU tempat Farhan dirawat. Raka terbangun saat mendengar suster melangkahkan kakinya dengan cepat bersama seorang dokter masuk kedalam ruang perawaran Papinya disusul dengan Kakak sulungnya yang berlari masuk ke ICU.


Tubuh Raka menegang, ia belum sanggup ditinggalkan Farhan. Tanpa terasa air mata yang telah lama tidak menetes dimatanya itu akhirnya menetes, tak kala memikirkan jika Farhan benar-benar meninggalkannya. Raka tidak sanggup membayangkannya dan dengan wajah memucat ia mendekati ICU dan melihat keadaan Farhan dari balik kaca.


Raka mengucek kedua matanya seolah hampir tak percaya melihat Farhan. Ia tersenyum saat melihat Farhan ternyata telah sadar. air matanya menetes begitu banyaknya, membuatnya segera menghapusnya dengan kasar. Adit keluar dari ICU dan mendekati Raka lalu memeluk Raka. "Papi sudah sadar Ka, ingat apa kata Kakak dek, kamu harus menuruti keinginan Papi dan jangan membantahnya agar kondisi fisiknya tidak menurun dalam masa penyembuhan ini!" pinta Aditya. Ia bisa melihat jejak air mata dari wajah tampan adiknya. Dulu bahkan Farhan pernah memukul Raka didepannya, namun Raka tidak menangis seolah tidak merasakan sakit.


"Iya Kak" ucap Raka.


Guna dan Gemal terlihat melangkahkan kakinya dengan cepat dan mendekati mereka. Baru saja Adit mengirimkan pesan kepada mereka dan mereka segera datang ke Rumah sakit. "Bagaimana keadaan Kakek Om, Pa?" tanya Guna.


"Alhamdulilah Kakek kalian sudah sadar!" ucap Aditya membuat Guna terseyum lega.


Gemal melangkahkan kakinya dengan cepat masuk kedalam ruang perawatan Kakeknya dan ia memegang tangan Kakeknya itu sambil menangis dan terseyum bahagia. "Vivian mana Gem?" tanya Farhan pelan.


"Dirumah Pi" lirih Gemal. Mengingat keadaan istrinya saat ini membuat Gemal terluka. Viannya tidak ingin menemuinya dan mengatakan jika saat ini ia tidak memiliki apapun untuk dibicarakan dengannya.


Vivian ikut menghukumnya dengan mengacuhkan kehadirannya. Vian hanya mengizinkan Raka untuk menemaninya karena sejak dulu mesikipun Raka terlihat tidak menyukainya tapi Raka tidak pernah menyakitinya. Raka seperti Kakak yang melindunginya dalam diam sama seperti Guna yang selalu menghiburnya ketika ia merasa kesepian. Gemal? Vivian mencintainya sejak dulu tapi Gemal seolah buta dan mengacuhkannya bahkan berkata kasar kepadanya.


"Jaga dia baik-baik, di dunia ini hanya kita keluargannya!" ucap Farhan.


"Iya Kek" ucap Gemal sendu.


"Raka dan Guna mana?" tanya Farhan mencari sosok Raka dan juga Guna.


"Didepan, Gemal panggil mereka Kek!" ucap Gemal dan Farhan menganggukkan kepalanya sambil tersenyum.


Gemal melangkahkan kakinya keluar dari ruang ICU dan meminta Raka dan Guna segera masuk kedalam ruang ICU tempat Farhan dirawat. keduanya segera masuk dan mendekati ranjang Farhan. Farhan tersenyum melihat dua pemimpin kerjaaan bisnisnya telah hadir dihadapannya. Farhan melihat raut wajah khawatir dari putra bungsunya membuatnya tidak tega.


"Raka" panggil Farhan


Raka mendekatkan wajahnya agar Farhan bisa memegang pipinya. "Kenapa kamu kehilangan berat badanmu? kamu sakit nak?" tanya Farhan.


"Tidak Pi" ucap Raka. Suara mesin detak jantung Farhan membuat Raka sangat kahwatir.


"Harusnya ada sesorang yang mengurusmu nak, yang bisa mengingatkanmu dan memperhatikanmu. Papi..." ucap Farhan kemudian meneteskan air matanya membuat Guna segera memegang tangan Kakeknya dan menggelengkan kepalanya agar Farhan tidak bersedih.


"Kek..." panggil Guna.


"Guna kamu pasti setuju sama Kakek kalau Dinda adik ipar kamu menikah dengan Raka" ucap Farhan membuat Raka terkejut.


"Iya Kek" ucap Guna.


"Raka, Dinda adalah perempuan yang baik, Kakek telah menyelidikinya. Dia anak yang tulus, cantik dan lucu pasti kamu sudah merasakan jika Dinda cocok untuk kamu meski kalian sering bertengkar. Dinda mirip dengan mendiang ibunya Adit. Wanita yang sangat Papi cintai Raka. Sikapmu sangat mirip dengan Papi, Papi tidak mau kamu menyia-nyiakan hidupmu dengan merasa kesepian seperti Papi. Banyak wanita yang ada diluar sana tapi hanya sedikit yang bisa bersikap tulus nak!" ucap Farhan.


"Kakek jangan banyak bicara dulu!" ucap Guna membantu Raka untuk menghindari permintaan Farhan yang sepertinya sulit untuk dijawab Raka.


"Apa dengan Raka menikahi Dinda, Papi bisa berjanji akan kuat dan memberikan waktu untuk Raka merawat Papi?" tanya Raka sendu.


"Iya, Papi bahkan ingin melihat cicit dari Guna dan juga cucu darimu nak!" ucap Farhan.


"Akan sulit untuk membujuk Dinda menikah dengan Raka Pi, karena Dinda tidak mencintai Raka!" ucap Raka.


"Dekati dia nak! perempuan itu kalau didekati lama-lama akan luluh juga. Kamu menyukainya, Papi tahu itu. Tidak ada perempuan seberani Dinda yang berani mengusikmu!" ucap Farhan.


"Buat rencana agar dia bisa terjebak denganmu Om, hingga Dinda tidak bisa menghidar dan mengatakan ya... walaupun dengan terpaksa!" ucap Guna.


"Tapi kamu harus izin dulu kepada mertua Guna Om untuk mendekati Adinda! Kalau kalian menikah saya harus memanggil Dinda apa? Tante? adik ipar? " tanya Guna membuat Farhan tertawa.


Raka dan Guna tersenyum melihat Farhan ada sececah harapan jika orang yang paling mereka hormati ini akan segera pulih. "Kalau kalian sedang berkumpul di rumah mertua kalian, Raka harus memanggil Guna kakak dan sebaliknya kalau di Rumah kakek Guna memanggil Raka, Om" ucap Farhan.


Raka dan Guna saling berpandangan dan keduanya menghela napasnya. Kenapa keduanya harus memiliki hubungan yang rumit dan aneh didalam keluarga mereka.


"Kenapa saya harus memiliki Om yang umurnya hanya satu tahun lebih tua dari saya!" ucap Guna menepuk jidatnya membuat Farhan kembali tertawa.


Rencana mendekati Adinda dimulai siang itu dengan meminta Adinda menjadi asistenya dan ia harua segera menyingkirkan para laki-laki pengagum calon istrinya itu. Semua waktu yang Adinda miliki adalah miliknya. Satu hal yang perlu Raka wasapadai yaitu Alfa. Ia perlu meminta Alfa agar menyetujui rencananya mendekati Adinda.


vote, komentar dan jempolnya oke 😄😄😄😘😘😘😘😘