
Ayunda sudah mulai bosan karena sudah satu minggu ia tidak masuk kantor. untung saja Elin selalu menemaninya dirumah. dengan bujuk rayu seorang Gunadarma Candrama akhirnya Ayunda setuju kembali ke rumah mertuanya.
"Yu, tangan kami sekarang udah nggak sakit lagi?" tanya Elin.
"Udah Mi, Alhamdulilah, makanya penyangganya udah dilepas sama dokter" jelas Ayu.
"Yu, kamu ajari buat bolu marmer yuk, itu kue kesukaan Guna loh" ucap Elin.
"Ayo Mi, kita buat. nanti Ayu minta mas Guna pulang cepat!" ucap Ayunda.
Bunyi ponsel Ayunda membuatnya segera mengangkatnya. "Mi, Mas Guna telepon" ucap Ayunda.
"Halo assalamualikum Mas"
"Walaikumsalam, Yu kamu bisa datang ke kantor nggak?" tanya Guna.
"Bisa Mas" ucap Ayunda.
"Bawakan berkas yang ada diruang kerja Mas. berkas yang ada didalam amplop diatas meja" jelas Guna.
"Oke, tapi Ayu dapat apa nganterin berkas Mas?" goda Ayu membuat Elin terkikik geli mendengar ucapan menantunya. Guna memiliki sifat dingin dan tegas sedangkan Ayunda adalah anak yang lucu dan menggemaskan.
"Kamu mau apa? salam tempel?" ucap Guna tersenyum didalam ruang kerja mendengar ucapam istrinya.
"Maunya cap bibir Mas Guna tapi bibir Mas Guna kasih lipstik dulu!" ucap Ayu sengaja ingin menggoda suaminya membuat Elin menahan tawanya dan ia penasaran apakah putra sulungnya itu mengabulka permintaan istrinya.
"Iya, tapi dirumah ya cap bibirnya!" ucap Guna membuat sekretarisnya yang masih berada diruangannya terkejut mendengar ucapan Guna.
"Oke deh, dari pada nggak hehehe" kekeh Ayu.
"Kamu kesini nanti dijemput supir Kantor!" ucap Guna.
"Iya Mas ku sayang" ucap Ayunda.
"Mas tunggu ya Assalamualikum"
Elin tertawa terbahak-bahak dan memeluk Ayunda dengan senang "Kamu udah buat anak Mami nggak kaku lagi ya Yu. makasi ya nak...Guna orangnya terlalu serius makanya Mami takut dia sama Vivian karena Vivian nggak cocok sama dia" ucap Elin.
menyebut nama Vivian membuat Ayunda menghrla napasnya "Mi, Ayu jadi cemburuan banget kalau Mas Guna dekat-dekat sama Vivian" jujur Ayunda.
Elin tersenyum dan ia mengelus kepala Ayunda dengan lembut "Itu artinya kamu sudah mencintai anak Mami!" jelas Elin. "Ayo siap-siap pakek baju yang Mami beliin ya nak, jangan lupa dandan yang cantik. kamu itu lebih cantik dari Vivian loh nak!" ucap Elin.
"Mami bisa aja nyenengin hati Ayu" ucap Ayunda.
"Mami berkata jujur sayang, kamu itu cantik buktinya waktu Mama bilang kamu cantik Guna bilang iya kamu itu cantik" ucap Elin.
"Masa si Mi, Ayu jadi malu nih" ucap Ayunda dengan wajah bersemu merah.
"Sekarang Mami tanya sama kamu. menurut kamu Adinda cantik?" tanya Elin.
"Cantik Ma, terbukti banyak banget cowok yang suka sama Adinda" ucap Ayunda.
"Kalau Adinda canti berati kamu cantik karena kalian itu mirip sayang" ucap Elin membuat Ayuda tersenyum.
"Ma, Ayu siap-siap dulu ya Ma!" ucap Ayunda.
"Iya ingat ya Yu, dandan yang cantik hempaskan para pelakor!" ucap Elin membuat Ayunda tertawa.
"Hahaha... siap Mi" ucap Ayunda. ia segera bergegas menuju lantai atas dan mengganti pakaiannya menurut intruksi ibu mertuanya.
setelah selesai mengganti pakaian dan berdanda, Ayunda segera menuju lantai bawah dengan menggunakan lift. ia kemudian berpamitan dengan Elin dan masuk kedalm mobil. di didalam mobil supir kantor tersenyum kaku melihat Ayunda.
"Kenapa Pak Hadi?" tanya Ayunda.
"Yu gue disuruh jemput istri Pak Guna" ucap Hadi dan ia takjub dengan penampilan Ayunda yang sekarang. bagaimana tidak Ayu memakai pakaian mahal dan juga tas mahal tentu saja berbeda dengan Ayunda yang selama ini hanya memakai pakaian biasa yang harganya standar bagi kalanganya karyawan biasa.
"Gue istrinya Pak Guna, Pak Hadi" ucap Ayunda membuat Pak Hadi terkejut karena semua orang di kantor hanya tahu Vivian adalah tunangan Gunadarma Candrama.
tbc...