
Ayunda tidak tahu saat ini ketika ia melihat Guna, ia merasakan detak jantungnya selalu berdetak dengan kencang. Setelah menjadi istri Guna yang sesungguhnya, membuatnya menahan rasa malu karena ternyata ia duluan yang mencintai Guna. Apalagi Guna sedang dalam mode dingin membuatnya ingin sekali mengganggu Guna yang sedang fokus membaca berkas ditangannya. Saat ini mereka telah kembali dari Bali. Di Bali Guna memang benar-benar memanfaatkan dirinya hingga ia tidak sempat untuk berkeliling Bali seperti Adinda karena dua hari dua malam keduanya berada dikamar hotel dan keluar hanya untuk makan malam bersama di cafe hotel.
Ayunda mendekati Guna yang sedang duduk dikursi kerjanya. "Mas udah di Rumah masih aja kerja!" protes Ayunda.
"Ini bisnis pribadi Mas yang nggak bisa Mas kerjakan dikantor!" jelas Guna membuat Ayunda menatap Guna dengan tatapan berbinar.
Ya ampun jiwa matre gue menjerit ini minta dikasih pundi-pundi tabungan lebih banyak lagi. Bisnis pribadi? wah... suamiku ini bukan hanya tampan tapi pinter cari duit hehehe.
Guna mengerutkan dahinya melihat senyuman diwajah istrinya yang sedang menatapnya "Apa yang kamu pikirkan?" tanya Guna sambil menandatangi berkasnya.
"Tebak, apa yang Ayu pikirkan Mas?" tanya Ayunda.
"Malas nebak isi pikiranmu itu biasanya tidak jauh-jauh dari makanan" ucap Guna.
"Tetot... tetot... Mas salah hehehe" kekeh Ayunda.
"Sini!" panggil Guna membuat Ayunda melangkahkan kakinya mendekati Guna. Ayunda terkejut saat Guna menariknya dan mendudukkanya dipangkuanya. "Mas aku bukan anak kecil yang suka dipangku!" bohong Ayunda karena ia sebenarnya sangat senang Guna memanjakannya.
"Wajahmu itu tidak bisa membohongi saya kalau kamu suka saya memangkumu seperti ini!" ucap Guna membuat Ayunda menelan ludahnya.
*A*staga muka gue apa kelihatan gitu mudah baper.
"Wajahku nggak ada tulisanya kalau aku minta dipangku!" ucap Ayunda membuat Guna terkekeh.
"Hanya kamu yang buat saya begini Ayu!" ucap Guna mencium pipi ayunda.
Ayunda melihat berkas yang saat ini sedang dibaca Guna. Guna melihat Ayunda yang sepertinya penasaran dengan berkas-berkas yang ada dimejanya. "Ini semua nanti bisnis untuk kamu, kalau kamu setuju untuk tidak bekerja diperusahaan saya akan memberikan semua ini untukmu!" ucap Guna membuat Ayunda membuka mulutnya.
"Mas ini kan ruko yang ada di simpang dekat rumah kita ini, ini punya Mas ya? dan bengkel mobil dan showroom ini juga punya Mas?" tanya Ayunda.
"Ya ampun Mas, jiwa matre Ayu menjerit ini" ucap Ayunda membuat Guna terkekeh.
"Kamu itu sangat berbeda dengan saya tapi saya suka kamu karena kamu itu sangat melengkapi saya Yu!" ucap Guna membuat Ayunda terkejut.
Guna mencium pipi Ayunda membuat seseorang yang baru saja membuka pintu ruang kerja Guna terkejut. "uhuukk... Ya ampun maaf Mami ganggu ya?" Tanya Elin.
"Enggak Mi" ucap Ayunda segera turun dari pangkuan Guna namun Guna segera menarik pinggang Ayunda dan memeluknya.
"Ada apa Mi?" tanya Guna.
"Aduh Mami ganggu banget, ya udah deh Mami nonton drama koreanya sama Papi aja deh!" ucap Elin segera keluar dari ruang kerja Guna.
"Mas, Mami lagi pengen Ayu temani!" ucap Ayunda
"Saya juga ingin kamu temani saya, Ayu!" pinta Guna.
"Dikantor Mas Guna sombong, Ayu dicuekin!" kesal Ayunda.
"Makanya nggak usah kerja jadi status kamu itu hanya istri saya bukan karyawan!" jelas Guna.
"Ogah Ayu masih mau kerja disini nanti Mas dekat-dekat sama Vivian dan wanita lain!" ucap Ayunda.
"Cemburu?" goda Guna.
"Iya" ucap Ayunda kesal.