
Adinda hanya bisa pasrah ketika ia harus masuk kedalam pesawat pribadi dan segera diterbangkan ke Rumah besar bak istana yang megah namun terlihat sangat suram dan dingin. Entah mengapa biasanya Adinda yang biasanya sangat suka melihat rumah besar dan mewah tapi kali ini tidak dengan rumah ini yang sangat mewah, namun memiliki aura yang suram. Jika saja ia adalah pemilik istana mewah ini, mungkin ia akan menurunkan lukisan-lukisan tua dan juga menyikirkan semua patung bahkan hewan yang telah diawetkan yang berada dirumah ini. Adinda akan meletakan bunga-bunga segar dan juga menanam beberapa tanamam hijau agar rumah ini terlihat segar.
Mungkin saja Radina tidak suka dengan Brian karena wajah Brian yang begitu mengerikan dan aura Brian yang suram seperti rumah ini.
batin Adinda.
"Tuan meminta kalian membawa dia ke dalam ruang kerja Tuan!" ucap seorang laki-laki tampan yang Adinda taksir umurnya sekitar berumur dua puluh tujuh tahun.
pelayannya saja setampan ini...
Adinda digiring menuju lantai tiga, rumah ini bergaya eropa dan Adinda tidak bisa menaksir berapa biyaya yang harus dikeluarkan untuk membangun rumah seluas ini. Apalagi para bodyguard pemilik rumah ternyata sangat banyak. Adinda mendengar teriakan ketakutan di rumah ini membuat tubuh Adinda bergetar karena sebenarnya ia sangat ketakutan.
Gue harus kuat... jangan terlihat lemah.
Mereka menghentikan langkah kakinya didepan kamar yang memiliki dua daun pintu yang besar. Tiba-tiba pintu terbuka dan seorang laki-laki diseret keluar oleh dua orang bodyguard dengan wajah babak belur yang mengenaskan, membuat Adinda tambah ketakutan.
"Ampuni saya tuan Brian, beri saya kesempatan!" teriaknya.
"Hukum laki-laki itu dan bawa wanita itu masuk Adil!" ucap Brian membuat salah satu dari mereka dengan isyarat matanya meminta Adinda untuk segera masuk kedalam ruangan ini. Adinda tidak bisa melihat dengan jelas siapa pemilik rumah yang membuat banyak orang ketakutan. Apakah wajahnya terlihat menakutkan hingga ia akan terlihat kejam karna saar ini laki-laki itu duduk membelakanginya. Laki-laki itu kemudian memutar kursinya membuat Adinda terkejut saat melihat wajah laki-laki itu yang ternyata sangat tampan.
"Kenapa kau menatap saya seperti itu?" tanyanya menatap Adinda dengan tatapan sinis.
"Maaf Tuan saya hanya penasaran kenapa adik ipar saya memilih kabur. saya sempat berpikir jika dia kabur karena karena Tuan jelek atau Tuan terlihat menyeramkan" ucap Adinda membuat sudut bibir Brian terangkat. Ternyata Raka Candrama memilih istri yang cukup unik.
"Jadi apa yang kau pikirkan saat ini?" tanya Brian karena ucapan Adinda membuatbya tertarik untuk mendengarnya.
"Anda sebaiknya menjaga ucapan anda nona jika anda ingin selamat!" ucap Adil kesal karena Adinda beraninya bersikap lancang kepada Tuannya.
"Jika anda bersikap keras dan semaunya apalagi anda menyakiti hatinya, bahkan bukan hanya Radina yang akan kabur dari anda, mungkin semua wanita akan memilih kabur dari anda Tuan!" ucap Adinda.
"Lancang kamu!" teriak Adil ingin memukul Adinda.
"Hentikan Adil, biarkan dia bicara!" ucap Brian membuat Adil terkejut.
Sepertinya Brian sangat mencintai Radina.
"Apa maksudmu? tidakkah kau takut jika saya akan membunuhmu?" tanya Brian.
"Tentu saja saya takut, siapa yang tidak takut mati" ucap Adinda. "Sebelum anda membunuh saya, kabulkan satu permintaan saya agar saya tidak mati penasaran" ucap Adinda.
"Apa yang kau inginkan?" tanya Brian.
"Ceritakan kepada saya apa yang Tuan lakukan selama ini kepada Radina dan jujur kepada saya apa Tuan mencintainya atau tidak?" ucap Adinda.
Adil melototkan matanya karena ucapan Adinda harusnya akan membuat Tuannya marah dan bisa saja segera memerintahkan mereka membunuh Adinsa sekarang juga.
"Walau bagaimanapun kita ini adalah keluarga" ucap Adinda membuat Brian tersenyum sinis karena keluarga mengingatnya akan masa kelamnya.