
Brian memperlakukan Adinda dengan baik dirumah mewahnya. Apa pun yang Adinda inginkan pasti Brian berikan kecuali ponsel dan juga keluar dari rumah ini. Adinda bisa melihat jika Brian sepertinya telah menyukai Radina tapi cara Brian mencintai Radina yang salah. Seorang Brian memang sangat keras kepala dan sulit untuk ditaklukan. Saat ini Adinda sedang asyik menonton drama korea kesukaannya di kamar yang disiapkan untuknya. Brian tidak berbuat kasar padanya hanya saja Adinda tidak tahan saat mendengar Brian menghajar seseorang di Rumah ini. Adinda sangat merindukan keluarganya terutama Raka suaminya. Setiap mengingat keluarganya dan Raka Adinda akan menangis dibalik selimut. Ia tidak ingin menunjukkan ketakutan bahkan kesediahannya kepada Brian.
Ketukan pintu membuat Adinda melirik kearah pintu dan kemudian ia segera berdiri. Tampaklah Sekretaris Brian yang berada didepan Adinda saat ini "Sepertinya suamimu tidak menginginkamu lagi apa kau bermaksud mencuri hati Tuan Brian? kau terlihat seperti seorang *******" ucapnya sinis.
"Apa maksudmu? hehehe kenapa kau tidak berkaca? kau yang terlihat seperti wanita murahan yang suka menggoda suami orang" ucap Adinda takkalah sinisnya dengan ucapan wanita itu yang tidak ia ketahui namanya itu. Adinda bisa tahu perempuan ini pasti telah membuat Radina kesusahaan selama tinggal di rumah ini.
Sekretaris yang begitu berani... Radina kalau gue jadi lo hal pertama yang gue lakukan sebagai nyonya di rumah ini yaitu menyingkirkan bibit pelakor ini.
"Kau mencoba merayunya agar kau bisa memiliki apa yang diinginkan setiap wanita darinya" ucapnya membuat Adinda tertawa.
"Hahaha...Bukannya kau yang berusaha merayu tuanmu agar menaikkan status derajatmu dari sekretaris menjadi wanita simpanan. Tuan Brian sudah memiliki istri yang cantik dan bahkan jauh lebih cantik darimu. Kau menginginkan posisi menjadi istri Tuan Brian, hahaha sebaiknya kau tidak usah bermimpi!. Tuan Brian mencintai istrinya bahkan Tuanmu menculikku agar suamiku mengembalikan istrinya kemari" ucap Adinda membuat wanita ini marah dan mengangkat tangannya namun teriakam seseorang membuat wanita menghentikan gerakannya.
"Cukup, apa kau gila. Jika kau masih mau hidup jangan melukai dia!" teriak Adil. "Pergi dari sini!" perintah Adil membuat wanita itu terlihat ketakutan dan segera mempercepat langkah kakinya meninggalkan kamar yang dihuni Adinda.
P**elakor memang ada dimana-mana, pantesan aja film-film di Tv itu selalu menjadikan sekretaris adalah perempuan berbahaya perebut suami orang.
Batin Adinda.
"Bersiaplah nona, sebentar lagi ada tamu yang datang menemuimu!" ucap Adil membuat Adinda tersenyum.
***
Sementara itu saat ini di Kediaman Candrama semua keluarga berkumpul dan Farhan akan berupaya menghubungi Brian untuk membujuknya agar mereka bisa menyelesaikan masalah ini secara damai. Farhan terlihat murka akibat kecerobahan putra bungsunya. Ia telah memperingatkan Raka untuk tidak ikur campur masalah Radina dan Brian. Namun putranya itu tidak menuruti ucapannya dan bertindak gegabah. Brian tidak akan mengganggu keluarga Candrama mengingat persahabatan keluarga mereka.
"Pi, sebagai seorang Kakak Raka hanya ingin membantu adik perempuan Raka Pi!" ucap Raka.
"Membantu mereka? Mereka tidak perlu bantuan kita karena orang tuanya sendiri dan kakak sulungnya yang mengumpankan adiknya sendiri kepada Brian!" ucap Farhan. Walaupun Farhan masih dalam masa pemuliahan tapi pengaruhnya didunia bisnis masih tetap kuat. Farhan bisa saja ikut campur dan mengerahkan orang-orangnya untuk menyerang Brian tapi ia tidak akan melakukan itu karena ia tahu Brian tidak akan menyakiti Adinda karena yang dia inginkan adalah Radina.
"Apa itu benar Akmal!" teriak Raka membuat Akmal menganggukkan kepalanya. Adam menatap Akmal dengan tatapan tajam.
"Ternyata aku selama ini dibesarkan oleh monster, Mami, Papi dan kau Akmal benar-benar keterluan!" ucap Adam. Ternyata ia dan Raka sama, sama tidak diberitahukan jika Radina telah menjadi istri Brian sejak lama.
"Maafkan aku, semua ini rencana Mami. Radina akan hidup bahagia jika menikah dengan Brian yang kaya raya dan perusahaan beserta aset keluarga kita tidak akan disita. Radina... " panggil Akmal. "Kakak tidak tahu jika kau dan Brian saling mengenal hingga dia memperlakukanmu dengan kasar" ucap Akmal menatap Radina dengan sendu. Radina ingat bagaimana Maminya dan Akmal memarahinya dan memintanya untuk merayu laki-laki kaya selama ini tapi Radina cukup cerdik karena bisa menghidari dari pelecehan seksual dari laki-laki kaya lainnya kecuali Brian.
Radina menatap Raka dengan sendu "Radina bersalah Kak karena membohongi Kakak selama ini. Radina akan kembali ke Rumah Brian. Kakak tenang saja Brian tidak akan menyakiti Mbak Adinda!" ucap Radina.
"Pi, Radina yang akan berbicara dengan Brian!" ucap Radina.
Tidak ada pilihan lain bagi Raka, dia tidak akan mengorbankan istrinya hanya karena seorang adik yang telah membohonginya. "Pulanglah ke rumah suamimu dan berbaktilah kepadanya!" ucap Raka dingin membuat Radina meneteskan air matanya dan menganggukkan kepalanya.
"Tidak, Radina tidak boleh pulang kesana!" ucap Akmal. "Jika Mami tahu dia berhasil pulang ke rumah Brian, Mami akan marah kepada kita Adam!" ucap Akmal.
"Kenapa? jelaskan Akmal?" tanya Raka menatap tajam Akmal.
"Mami menginginkan bayi Radina" ucap Akmal.
"Untuk memeras Brian" tambah Adam menebak apa yang diinginkan Maminya membuat Radina menundukkan kepalanya dan Raka kembali murka. Ia memukul wajah Akmal.
"Apa yang ada diotak kalian hanya uang? Selama bertahun-tahun Papiku selalu mengirimkan uang bahkan memberikan satu perusahaannya hanya karena tidak ingin aku direbut dari wanita tak berperasaan itu dan sekarang dia kembali mengulanginya lagi?" tanya Raka. Farhan menghela napasnya, semua apa yang dikatakan putra bungsunya itu benar.
"Radina, dengarkan Kakak sekali ini saja jika kau masih menganggapku kakak sulungmu!" ucap Raka membuat Radina menganggukan kepalanya.
"Jika kau ingin hidupmu bahagia berhenti mengikuti keinginan wanita itu!" ucap Raka.
"Radina tidak pernah mengikuti keinginannya Kak, Radina pergi dari rumah Brian karena Brian tidak mencintai Radina dan hanya ingin menyiksa batin Radina Kak" jelas Radina.
"Bertahanlah disana sampai bayimu lahir. Jika dia masih membencimu kau bisa pergi meninggalkannya tapi tinggalkan bayimu disana karena dia akan lebih baik hidup bersama ayahnya dibandingkan hidup bersamamu yang masih dikendalikan keluargamu!" ucap Raka membuat Radina menganggukan kepalanya sambil menangis.
"Aku yang akan mengantar Radina kembali kesana Pi!" ucap Raka.
"Papi tidak mengizinkan kau pergi sendirian mengantarkan Radina, Raka!" ucap Farhan. Terlalu bahaya jika hanya Raka yang mengantarkan Radina kembali ke kediaman Brian.
"Kita butuh rencana" ucap Alfa yang sejak tadi memilih diam dan akhirnya membuka mengeluarkan pendapatnya.
Brian pasti telah menyiapkan kejutan di kediamannya. Alfa yakin menjemput Adinda tidak akan mudah mengingat sifat Brian yang egois, pemarah, sombong dan angkuh. Tuan muda itu selama ini hidup hanya dengan memerintah dan ia memiliki orang-orang kuat yang bekerja dengannya.
"Kita dengarkan apa yang akan direncanakan Kak Alfa!" ucap Guna.
Guna tidak akan memaafkan Brian dengan mudah karena Brian telah membuat istrinya ketakutan. Ayunda bahkan tidak akan bisa terlelap tanpa dirinya yang bahkan harus memeluknya sepanjang malam. Ayunda sekarang sangat terpuruk karena selalu mengingat kejadian itu. Apalagi Adinda selalu terbayang pisau yang ditondongkan ditubuhnya hingga ia selalu memiliki mimpi buruk dan ditambah lagi adiknya yang saat ini masih belum kembali.
"Aku ingin memukul wajah sombong laki-laki itu!" ucap Guna.
"Aku yang akan memukulnya!" ucap Raka.
tbc...