
Suasana berkumpulnya keluarga besar menjadi sedikit tegang karena kehadiran Kakek Farhan dan Oma Mawar. Saat ini mereka sedang duduk disofa yang berada diruang tengah. Keduanya saling menatap membuat semua para anak dan cucu mereka merasa suasana menjadi tegang. Ayunda menyenggol lengan Guna yang saat ini terlihat acuh dan sibuk dengan ponselnya. Ayunda terkejut saat mengintip percakapan Raka, Gema, Guna dan Alfa diponsel Guna.
Raka:
Kendalikan situasi jangan sampai papiku marah dan jantungnya kumat!.
Guna : Tenang saja, walau bagimana pun mereka dulu adalah teman.
Gemal:
Teman ribut maksudnya hahaha...
Alfa :
Gem, kualat menertawakan orang tua.
Gemal :
Orang tua yang hanya bisanya marah-marah. Untung Mami nggak kayak Oma.
Guna:
Hus... kebiasaan kamu Gem.
Raka :
Gemal kurang belaian Vian makanya begitu
Alfa :
Hahaha....
Guna :
Hahaha...
Akmal :
Nggak ikutan...
Adam :
Cinta damai...
Ayunda tersenyum disamping Guna, ia baru tahu jika suaminya ini memiliki grup chat para keluargannya. Disana ternyata ada Akmal dan Adam adik tiri Raka lalu kenapa Brian adik ipar Raka tidak ada disana. Ayunda tersenyum dan sengaja ingin menggoda suaminya. Ia berbisik ditelinga Guna.
"Mas kok Brian nggak ada di grup?" tanya Ayunda.
"Dia bukan keluarga, mana ada keluarga yang menculik keluargannya sendiri" ucap Guna kesal. Kemarahan Guna pada Brian sangat beralasan. Brian telah membuat istrinya ketakutan, khawatir hingga jatuh sakit dan Guna juga merasa gagal melindungi istrinya hingga sampai kecolongan. Penculikan itu membuat Guna semakin waspada kepada siapapun saat ini.
"Dia bukan bagian dari kita Ayu, mafia jahat seperti dia hanya bisa membuat kesal. Walaupun memang dia hebat dalam bisnis" ucap Guna mengakui jika adik ipar Raka itu memang sangat hebat dalam bisnis.
"Kenapa kau tidak mau memulai berbicara kepadaku?" tanya Oma Mawar mulai membuka pembicaraan. Membuat Guna dan Ayunds menghentikan percakapan mereka dan menatap kearah Oma Mawar dan Kakek Farhan. Sama halnya dengan Adinda, Raka, Felisa, Vivian, Gemal, Gia, Ratna, Bagas, Aditia dan Elin.
"Dasar tua bangka" ejek Oma Mawar.
Adinda menutupi telinga Felisa membuat Raka segera menggendong Felisa karena Felisa menatap Farhan dengan tatapan berkaca-kaca. "Oma itu jahat Yah" bisik Felisa ke telinga Raka.
"Saya permisi dulu!" ucap Raka menggendong Felisa dan membawa Felisa kelantai dua. Ia meminta Felisa bermain bersama pengasuhnya. Raka kemudian kembali ke duduk disamping Adinda diruang keluarga. Untung saja hari ini Maminya tidak diizinkan Brian datang kesini berdua saja dengan Radina karena saat ini Brian sedang berada di Jepang dan besok baru kembali ke Jakarta.
"Aku tahu kekacauan yang ada di keliargaku ini pasti kau yang menyebabkannya!" ucap Oma Mawar.
Farhan tertsenyum sinis "Kekacauan yang mana?" tanya Farhan.
"Kau menikahkan adik Ayunda kepada adik bungsumu. Jelas-jelas Ayunda menikah dengan Guna. Om dan keponakan menikah dengan dua orang bersaudari. Keluarga ini menjadi rumit karena ulahmu!" ucap Oma Mawar.
"Bu" panggil Elin memeganv lengan ibunya agar menghentikan perdebatan.
"Hidup ini hanya sementara dan apa salahnya menikah dengan orang yang dicintai. lagian mereka tidak melanggar hukum agama. Kamu itu sukanya mencari masalah, semuanya harus sesuai aturanmu dan kamu itu keras kepala kita yang sudah tua ini harusnya menikmati hidup tanpa memikirkan hal yang lainya. Serahkan semjanya pada anak-anak dan cucu. Biarka mereka mencari kebahagiaanya sendiri!" ucap Farhan.
"Wab Tuan Farhan Candram sekarang sudah sadar ya?" ejek Oma Mawar.
"Mawar diumur yang tua kau mungkin butuh pendamping hidup lagi agar ada yang kau urus dan kau tidak sibuk memikirkan anak-anak dan cucumu!" ejek Farhan membuat Adinda ingin tertawa tapi Raka segera menyenggol lengan Adinda.
"Dasar ********!" teriak Oma Mawar membuat Farhan terkekeh.
"Hehehe, ingat ******** ini pernah menolongmu dari kebangkrutan!" ejek Farhan.
"Udah, kita bicarakan yang indah-indah saja misalnya kapan kita jalan-jalan sekeluarga!" ucap Gemal.
"Diam, Oma lagi kesal Gemal!" teriak Oma Mawar.
"Kesal apa lagi Oma? Soal Gemal yang nikahin Vian? Vian itu memang bukan tunangan Kak Guna. Dia itu dari awal memang akan menjadi istrinya Gemal makanya Kakek bukan mengangkatnga jadi anak tapi jadi cucu. Semua yang ada diberita itu hanya gosip Oma, nggak usah dipercaya!" ucap Gemal.
"Tapi kalian semua sengaja berkomplot agar Oma tidak tahu kalian menikah!" ucap Oma Mawar.
"Udah... iya kita yang salah Bu, kita semua minta maaf!" ucap Aditya.
"Oma Maafkan tapi dia juga harus meminta maaf sama Oma!" ucap Mawar menunjuk Farhan.
"Maaf buat apa? saya merasa tidak ada salah sama kamu!" ucap Farhan.
Gemal menghela napasnya "Apa Oma dan Kakek ada kisah cinta ya kok kerjaaan bertengkar terus kayak ketemu mantan" ucao Gemal membuat Raka dan Guna melotokan matanya sedangkan Vivian, Ayunda dan Adinda menahan tawanya.
"Gemal, kamu memang kurang ajar!" terjak Oma Mawar "Aduh kepala saya jadi pusing ini!" ucap Oma Mawar memegang keningnya membuat Elin khawatir.
"Nah.. si tua bangka ini jago akting dari dulu!" ucap Farhan berada diatas angin membuat Oma Mawar ingin memukul Farhan dengan tongkatnya namun Raka segera menghadang Oma Mawar agar Oma Mawar tidak memukul Farhan.
"Jangan kekanak-kanakan, diam dan biarkan anak-anak dan cucu-cucu yang berbicara tentang keseharian mereka sama kita!" ucap Farhan membuat Oma Mawar kesal.
"Udah ya Bu, masa ribut terus sama Papi!" bujuk Elin.
"Elin kamu nggak ingat apa perlakuannya dulu yang jahat sama kamu?" tanya Oma Mawar.
"Elin udah lupa Bu. Masa lalu kalau buruk lebih baik nggak usah diingat Bu!" ucap Elin membuat Oma Mawar memilih untuk diam.