
Ayunda penasaran dengan rahasia Guna dan Gemal. Ia sudah beberapa kali menanyakan apa yang menjadi rahasia antara Gemal dan Guna, namun keduanya kompak dan mengatakan tidak ada hal perlu mereka rahasiakan. Besok Ayunda akan kembali bekerja di Kantor. Sebenarnya ia ingin berhenti dan mencari pekerjaan di perusahaan lain, namun Adinda dan Elin tidak mengizinkan karena menurut mereka banyak perempuan yang menyukai Gunadrama dan berpotensi akan merebut posisinya dihati Guna.
Saat ini Ayunda, Adinda dan Elin sedang bersantai di sofa sambil melihat Guna dan Gemal yang sibuk bermain game bersama. Sedangkan Ratna sedang membuat puding didapur dan kedua kepala keluarga mereka, bermain catur di lantai dasar.
"Lo Mbak kalau mau berhenti bekerja atau pindah tempat kerja lebih baik lo hamil dulu!" ucap Adinda.
Ayunda memutar bola matanya. Inilah kehidupan ketika belum menikah, ia akan selalu ditanya kapan rencananya akan menikah. Setelah menikah pasti ditanya kapan punya anak, setelah punya anak apa lagi yang akan ditanya, entalah Ayunda pusing memikirkannya.
"Iya Mami setuju apa yang dikatakan Dinda, kalau kamu hamil Guna bakalan lebih sayang sama kamu dan Mami bakalan punya cucu yang bisa Mami jagain tiap waktu," ucap Elin melirik Guna yang sepertinya mendengar ucapan mereka.
"Mi, kalau Ayu nggak bisa punya anak gimana?" tanya Ayu. karena bisa saja kemukinan itu terjadi ia tidak tahu kapan ia akan diberi keturunan kendati sudah berdoa dan berusaha.
"Adopsi, Mami nggak masalah tuh... yang penting kalian bahagia. tapi karena kamu dan Guna masih muda usaha dulu ya nak!" ucap Elin.
Ayunda menyebikkan bibirnya, bukan lagi usaha kalau Guna setiap malam selalu menempel padanya. Bahkan suaminya itu sangat berbeda dan bersikap manis, jika ada maunya. Ayunda memakan apel yang ada di tangannya dengan kesal.
"Itulah kehidupan, ketika kita sudah menikah pasti orang tua bakalan tanya kapan dikasih cucu. Prosesnya mungkin mudah tapi nyatanya semuanya tidak semudah apa yang dipikirkan," ucap Adinda.
"Wah tumben adek ngomongnya udah dewasa gitu?" tanya Ratna membawa sepiring puding buatanya dan meletakannya diatas meja.
"Eh...Gue aneh sama lo dek, ini hari minggu kok lo nggak jalan sama pacar lo?" tanya Ayunda.
"Mama... " panggil Adinda manja, ia memeluk Ratna dengan erat.
"Dulu aja ya Jeng, ogah-ogahan sam Guna," ejek Ratna.
"Jodoh siapa yang tahu Ma," ucap Ayunda. "Ayu disuruh cepat nikah kan karena Dinda yang mau nikah dan nggak boleh ngelangkahi Ayu. sekarang Dinda putus deh diduain sama si dokter!" ejek Ayunda membuat Adinda terisak karena kesal mengingat mantan pacarannya yang memberikan janji-janji busuk padanya.
Gemal dan Guna sibuk bermain game namun keduanya mendengar pembicaraan mereka. Sedangkan kedua Ayah mereka sedang bermain catur dilantai dasar. Hari minggu yang santai di keluarga mereka.
"Pantesan lo putus ya? hahaha...rasain lo makanya jangan sok cantik!" ejek Gemal.
Adinda melepaskan pelukannya dan turun dari sofa. ia menujuk Gemal dengan kesal. "Lo juga patah hati kan Gem, gue tahu dulu lo sukanya sama Mbak Ayu tapi kasihan ditikung Kak Guna weekk.... " ucap Adinda.
Ayunda terkejut mendengar ucapan Adinda yang sepertinya memang benar karena melihat ekspresi Guna menjadi dingin saat mendengarnya. "Setidaknya dulu gue jujur sama perasaan gue dan berani bilang sama Tante Ratna, kalau Ayu punya pacar jangan izinin dia pacaran kecuali sama Guna kampret. Kalau Guna nggak mau nanti biar Gemal yang lamar Ayu setelah Gemal pulang!" ucap Gemal.
Ayunda menatap Gemal dengan sendu, ia kemudian melepaskan pelukannya dari Elin dan segera mendekati Gemal lalu memeluk Gemal dengan erat membuat mereka semua tekikik geli kecuali Guna yang terbakar api cemburu.
"Coba dari dulu bilang ke Ayu, pasti Gemal bukan jadi adik ipar Ayu!" ucap Ayunda membuat Guna bangkit dari duduknya dan segera turun ke lantai satu.
"Hahaha... dia cemburu!" ejek Gemal.
"Nggak apa-apa dia nggak bakal tahan marah sama Ayu!" ucap Ayunda tersenyum senang.
tbc...