
Adinda sangat kesal karena curhatannya ternyata diceritakan Ayunda kepada Guna dan pada akhirnya, Guna akan menceritakannya kepada Raka. Rantai pembicaraan yang seperti inilah yang membuat semua isi pembicaraan mereka akhirnya terbongkar. Saat ini Ayunda sedang bermain bersama Ghavin. Ghavin terihat lincah dan itu membuat Ayunda tidak bisa menjaga Ghavin sendirian tanpa bantuan pengasuh. Apalagi saat ini Ayunda sedang hamil dan Ghavin sangat suka berjalan kemana-mana. Adinda mendekati Ayunda sambil menggendong putranya.
"Wah ada mahmud nih, kok wajahnya ditekuk kayak gitu?" tanya Ayunda melihat wajah kesal sang adik.
"Mbak itu ember ya," kesal Adinda.
"Wah... bukanya kebalik Din, kamu yang ember," ucap Ayunda menatap Adinda dengan tatapan menyelidik karena wajah kesal adiknya itu membuatnya bingung.
"Mbak itu ember pokoknya, masa curhatan kita, suami Dinda bisa tahu," kesal Adinda.
"Mana Mbak tahu Din," ucap Ayunda.
"Dasar Mbak Ayu, kalau salah nggak mau ngaku. Dari dulu begini nih yang ngebuat Dinda males cerita apa-apa sama Mbak!" jelas Adinda membuat Ayunda mengerutkan dahinya.
"Wah asal nuduh aja kamu Din, kamu itu yang selama ini sering keceplosan. Mbak nggak ada tuh suka cerita-cerita kesana-kemari," kesal Ayunda.
"Mbak kira Dinda, ibu-ibu komplek apa? yang suka bergosip?" ucap Dinda memutar bola matanya.
Rayhan menangis membuat Adinda segera menggerakkan tubuhnya agar putranya itu tidak menangis. Ratna segera mendekati mereka dan menatap keduanya dengan tatapan bingung. "Ini kenapa berantem gini? ayo cerita sama Mama kenapa putri cantik Mama jadi ribut begini?" tanya Ratna.
"Mbak Ayu Ma!" kesal Adinda.
"Dinda Ma datang-datang bilang Ayu ember!" kesal Ayunda.
"Kenyataannya memang Mbak Ayu yang ember. Kalau Vian mana mau cerita-cerita yang kayak gitu ke suaminya," ucap Adinda karena tersangka utamanya memang Ayunda.
"Ngarang aja si Dinda Ma. Ayu emang salah apa coba?" kesal Ayunda.
Ratna memanggil pengasuh Rayhan agar membawa Rayhan ke kamar Adinda. Ratna menghela napasnya, Adinda dan Ayunda memang sejak dulu sering sekali berdebat seperti ini. Jika sudah berdebat pasti ada Alfa yang akan mendamaikan mereka.
"Ma, masa Dinda cerita-cerita gitu sama Vian dan Mbak Ayu tiba-tiba suami Dinda tahu. Gara-gara mulut Mbak Ayu pinggang Dinda jadi gempor," ucap Adinda.
"Memang kalian lagi ngapain sampai gempor?" tanya Ratna membuat Adinda melototkan matanya dengan wajah yang memerah karena malu.
"Hayo lagi ngapain?" tanya Ayunda membuat Adinda kesal.
"Apa cerita dong sama Mama! Mama pengen tahu juga!" ucap Ratna.
Adinda menghembuskan napasnya, ia tidak mungkin menceritakan curhatannya kepada Mamanya. Ia pasti akan sangat malu mengingat keinginan gilanya dan juga masalah pribadinya dan tentang suaminya, ia ceritakan kepada Mamanya.
"Dinda hanya curhat Ma tentang hubungan Dinda dan Kak Raka. Terus apa yang Dinda suka sama Kak Raka," ucap Adinda membuat Ratna tersenyum.
"Dinda, Mama ingin kalian mendengar nasehat Mama ya nak. Kalau masalah pribadi antara hubungan suami dan istri lebih baik menjadi konsumsi pribadi kalian. Kalau kamu mau cerita, bertanya atau menginginkan sesuatu sebaiknya kamu terbuka sama suamimu!" jelas Ratna. Ayunda tersenyum sambil menjulurkan lidahnya kepada Adinda dan menatap Adinda dengan tatapan penuh kemenangan.
"Kamu juga Ayu, nasehat Mama ini juga untuk kamu!" ucap Ratna membuat Adinda tersenyum.
"Dinda hanya cerita sedikit Ma. Soalnya Mbak Ayu juga yang mancing pertayaannya," jelas Adinda.
"Ayu kan hanya bertanya dan ingin mendengar. Kamu aja yang mau jawab gitu lagian Vian dan Mbak juga cerita ke kamu," ucap Ayunda.
"Tapi Dinda nggak ceritain isi curhatan kita ke Kak Raka, Vian pasti juga nggak cerita sama si Gemal!" kesal Adinda.
"Kalau Mbak Ayu memang nggak ada rahasia sama Mas Guna, jadi Mas Guna kan tanya hari ini Mbak Ayu lagi ngapain. Ya udah Mbak jawab aja dan cerita sama Mas Guna!" jelas Ayunda.
"Mbak yakin nggak ada rahasia sama Kak Guna?" tanya Adinda.
"Yakin," ucap Ayunda.
"Mbak tunggu aja ya, pembalasan dari Dinda. Mbak harus benar-benar yakin kalau mbak nggak ada rahasia!" ancam Adinda membuat Ayunda melototkan matanya dan Adinda tersenyum sinis melihat kekesalan Ayunda.
Dinda ditantangi hahaha... tunggu saja ya tanggal mainnya.
"Udah jangan ribut, ingat ya pesan Mama!" ucap Ratna. "Mama sama Papa gitu kalau ada maunya berterus terang dan terbuka. Nggak baik cerita masalah pribadi menyangkut hubungan kalian di atas kasur kepada orang lain!" ucap Ratna.
"Iya Ma," ucap Adinda dan Ayunda bersamaan.
"Dengar Din, jangan suka keceplosan!" ucap Ayunda.
"Dinda nggak keceplosan kok, Dinda kan sekarang jujur sama suami. Dinda mau ceritakan semuanya... terserah deh nanti suami Dinda mau cerita apa nggak ke suami Mbak!" ucap Adinda membuat Ayunda menatap Adinda dengan tajam.